Bus Undip Gratis Tanpa Biaya Sewa

Perlunya Transparansi Biaya

Menurut Satrio, mahasiswa D3 Teknik Sipil Undip yang pernah meminjam bus Undip untuk kegiatan KKL mini sekitar Semarang, berpendapat bahwa biaya peminjaman bus Undip lebih murah dibandingkan dengan bus dari luar Undip. “Kalau bus luar kan swasta, udah terjamin kepuasannya. Cuma kalau bus luar itu mahal, satu bus pariwisata Rp 2,1 juta dengan isi 54 seat. Sedangkan dengan bus Undip kita udah bisa nampung semua, kemarin ada 100 orang lebih. Dengan tiga bus, satu diantaranya elf itu dikenakan biaya Rp 2 juta 85 ribu,” ujar Satrio.

Namun, biaya yang dipatok oleh pengelola adalah biaya total bersih. Sehingga mahasiswa tidak mengetahui perincian dana yang digunakan. “Saya juga masih tanda tanya sih, karena mereka tuh kurang terbuka, masalah pembagian supir, BBM. Soalnya cuma total harga dan enggak rinciannya,” katanya. Satrio juga mengatakan bahwa untuk kegiatan KKL mini, D3 Teknik Sipil hanya ada satu pengemudi setiap busnya. Hal tersebut bertolak belakang dengan penyampaian dari Bayu yang menyatakan bahwa setiap bus harus ada dua pengemudi.

Disamping itu, lanjut Satrio, fasilitasnya pun dirasa masih kurang. “Walaupun ada AC tapi tetep panas. Itu kan siang – siang di bandara wah panasnya,” ungkap Satrio.  Selain fasilitas, tambah Satrio, pelayanannya pun dirasa masih perlu diperbaiki terutama ketepatan waktu yang seharusnya sesuai kesepakatan.“Ada bus yang terlambat satu, ada miss komunikasi sama Pak Bayu nya sendiri. Kita kan sudah mengonfirmasi seminggu yang lalu tapi baru di konfirmasi  ke supirnya pas semalemnya gitu, jadi dia agak telat,” tambahnya.

Satrio berharap agar ke depannya masalah perincian dana lebih transparan lagi dan untuk kenyamanan busnya lebih ditingkatkan kembali. “Lebih transparan masalah perhitungan, perawatan yang dibagusin lagi, kenyamanan,  dan ketepatan waktu,” jelas Satrio. (Aryo, Dinda)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top