Berlayar dalam Budaya: Mengarungi Nilai-Nilai Tri Hita Karana di ODM FIB 2024

Suasana Kegiatan Orientasi Diponegoro Muda (ODM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip, pada Jumat, (16/8) (Sumber: Manunggal)

 

Warta Utama – Rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Pendidikan Karakter (Pendikar), dan Orientasi Diponegoro Muda (ODM) bagi mahasiswa baru (maba) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) telah sukses digelar selama 5 hari, mulai Senin (12/8) hingga Jumat, (16/8). 

 

Untuk membangkitkan kecintaan maba terhadap budaya Indonesia, ODM FIB 2024 mengusung tema “Sailing in Culture”, atau berlayar dalam budaya. Jika sebelumnya fokus pada budaya Jawa, tahun ini para maba diajak untuk berlayar mengarungi kebudayaan Pulau Dewata.

 

Salah satu kebudayaan Bali yang diangkat dalam kegiatan ODM FIB 2024 adalah nilai-nilai Tri Hita Karana. Filosofi hidup ini pada dasarnya mengajarkan kita untuk mencapai keseimbangan dalam tiga hubungan utama: hubungan dengan Tuhan, hubungan dengan sesama manusia, dan hubungan dengan alam semesta  (Wiana dalam Purana, 2016).

 

“Selama ODM aku jadi aware kalau kita butuh kerja sama yang solid, contohnya pas games. Kita saling bantu dan diskusi bareng. Kita juga selalu diingetin buat jaga kebersihan lingkungan. Selama kegiatan juga ngga pernah mengesampingkan ibadah,” tutur Deana, maba program studi (prodi) Bahasa dan Kebudayaan Jepang (BKJ).

 

Dwizansyah Fachreza, Ketua Pelaksana ODM FIB 2024 menjelaskan bahwa pemilihan tema “Sailing in Culture” sangat relevan dengan FIB. Tema ini sejalan dengan tujuan FIB untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam tentang berbagai fenomena kebudayaan.

 

“Menurut kami (panitia, red) sangat relevan karena kita berada di FIB gitu loh, yang mana setiap mahasiswa ke depannya sangat bersinggungan dengan isu aspek budaya, sosial, dan lain-lain. Makanya kita tekanin di aspek budaya tadi,” ujar Dwizansyah.

 

Setelah melalui serangkaian kegiatan, para maba yang telah “berlayar” akhirnya memiliki kesempatan untuk “berlabuh”. Sebagai wadah mengekspresikan diri dan menyalurkan hasil eksplorasi para maba, pentas seni “Indonesia Negeriku” dapat dianggap sebagai puncak dari perjalanan “Sailing in Culture“. 

 

Dengan penuh percaya diri, para maba mempersembahkan berbagai penampilan yang menarik melalui drama, modern dance, serta pertunjukan musik. Setiap prodi juga menampilkan fashion show yang mencerminkan keunikan masing-masing.

 

“Kebetulan kita dapet drama, jadinya persiapannya cukup banyak. Tapi overall seru kok, malah membantu banget buat saling kenal sama temen-temen jurusan lain,” ungkap Alya Zahra, maba prodi BKJ. 

 

Kendala waktu yang cukup singkat memaksa panitia untuk berpikir kreatif. Sebagai solusinya, panitia menggabungkan dua prodi dalam satu sesi penampilan. Keputusan ini diambil agar semua prodi tetap bisa berpartisipasi dan memberikan penampilan terbaiknya dalam waktu yang terbatas.

 

“Tahun ini kan ada keterbatasan waktu, kita hanya sampai hari Jumat karena Sabtu itu udah tanggal merah. Jadi, di hari Jumat ini kita punya waktu sedikit, akhirnya untuk inagurasi digabungkan masing-masing dua prodi. Jadi, cuma ada tiga kali penampilan,” jelas Adely Catlea, Streering Committee (SC) 2 ODM FIB 2024.

 

ODM FIB 2024 meninggalkan kesan mendalam bagi para maba. Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan sukses menunjukkan bagaimana nilai-nilai budaya dapat diintegrasikan ke dalam kehidupan akademis. ODM FIB 2024 tidak hanya menjadi  wadah orientasi maba, tetapi juga landasan awal bagi mahasiswa untuk lebih mencintai budaya Indonesia.

 

Referensi:

Purana, I. M. (2016). Pelaksanaan Tri Hita Karana dalam Kehidupan Umat Hindu. Widya Accarya, 5(1)

 

Reporter: Laili Ulfa Nuraini, Luvita Dwi Lestari, Elsa Febrielly, Anindya Pramesti Pradiptasari

Penulis: Anindya Pramesti Pradiptasari

Editor: Hesti Dwi Arini, Ayu Nisa’Usholihah 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top