Berkah atau Bencana? Kuota Mahasiswa Baru Undip 2024 Naik, Lalu Lintas Tembalang Terombang-Ambing

Kondisi Kemacetan yang Terjadi di Jalan Ngesrep, Tembalang  (Sumber: Unggahan Akun X @undipmenfess)

 

Opini – Terbitnya Surat Keputusan (SK) Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Nomor 51/UN7.A/HK/I/2024 mengenai Penetapan Daya Tampung Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma dan Sarjana Universitas Diponegoro Tahun Akademik 2024/2025 saat ini menjadi buah bibir di kalangan mahasiswa.

 

Dalam keputusan resmi tersebut, disebutkan bahwa jumlah keseluruhan mahasiswa baru tingkat Sarjana (S1) mencapai 12.735, sedangkan untuk program Sarjana Terapan (D4) terdapat 2.040 mahasiswa. Dengan demikian, total mahasiswa baru Undip tahun akademik 2024/2025 mencapai 14.775 orang. 

 

Kuota penerimaan mahasiswa baru dari berbagai jalur masuk mengalami peningkatan sebesar 6,45% yang berarti ada penambahan sebanyak 895 mahasiswa dari kuota penerimaan tahun sebelumnya.

 

Memang benar, status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) membuat Undip memiliki otonomi sendiri dalam mengatur keuangan rumah tangga, salah satunya membuka jalur mandiri maksimal 50% dari total mahasiswa yang diterima. 

 

Namun, hal tersebut dapat menjadi masalah khususnya pada kemacetan lalu lintas yang terjadi di Tembalang. Pertumbuhan jumlah mahasiswa baru dari luar daerah kerap menimbulkan tantangan mobilitas karena bertambahnya volume kendaraan yang berujung pada peningkatan arus lalu lintas dan kemacetan di sekitar kampus.

 

Kemacetan yang terus-menerus terjadi di Tembalang salah satunya dikarenakan adanya ketidakseimbangan antara jumlah mahasiswa lama dan baru. Hal ini disebabkan oleh perbandingan yang mencolok antara jumlah mahasiswa yang mendaftar, yang berhasil lulus, dan mereka yang akan meninggalkan Tembalang.

 

Dari data yang diperoleh melalui laman resmi Undip, diketahui bahwa jumlah wisudawan selama empat periode wisuda pada tahun 2023 mencapai angka 13.062. Jika dibandingkan dengan kuota mahasiswa baru 2024, hal tersebut menunjukkan perbandingan yang signifikan. 

 

Keadaan terparah kemacetan sering terjadi pada tahun akademik baru dan periode wisuda. Banyaknya kendaraan dengan pelat nomor daerah lain saling berdesak-desakan di jalanan sekitar kampus menciptakan suasana hiruk pikuk yang sulit dihindari. Keadaan ini diperparah dengan jumlah kendaraan penduduk lokal yang hilir mudik untuk beraktivitas. 

 

Kondisi kemacetan yang disebabkan oleh lonjakan jumlah penduduk kampus di Tembalang setiap tahunnya bukanlah hal baru bagi mahasiswa lama. Fenomena ini telah menjadi bahan pembicaraan yang umum di kalangan mereka maupun masyarakat lokal, dengan banyaknya keluh kesah yang diutarakan. 

 

Memang benar bahwa pemerintah telah menyediakan sarana fasilitas transportasi umum, seperti Bus Rapid Transit (BRT) dalam bentuk feeder. Di sisi lain, pihak kampus juga berkontribusi dengan menyediakan bus mahasiswa untuk rute dalam kampus. Langkah ini sebenarnya sudah efektif untuk mengatasi masalah kemacetan di sekitar kampus.

 

Akan tetapi, hal tersebut tidak diiringi dengan kesadaran mahasiswa yang turut menggunakan transportasi umum sebagai alternatif untuk mengurangi kemacetan. Dapat dilihat bahwa karakteristik mahasiswa Undip dalam melakukan perjalanan menuju kampus lebih memilih alat transportasi berupa kendaraan pribadi, baik berupa motor atau mobil. 

 

Jika masalah ini terjadi berkepanjangan, pihak kampus harus membatasi kuota mahasiswa baru seminimal mungkin. Dalam mengambil keputusan atau merumuskan kebijakan, perlu dipertimbangkan pula apakah kebijakan ini tepat untuk mahasiswa dan dampaknya terhadap lingkungan masyarakat sekitar kampus. 

 

Penulis: Verheina Jasmine Shakatax

Editor: Hesti Dwi Arini, Ayu Nisa’Usholihah 

 

Referensi:

Surat Keputusan Rektor Universitas Diponegoro Nomor: 51/UN7.A/HK/I/2024 tentang Penetapan Daya Tampung Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma dan Sarjana Universitas Diponegoro Tahun Akademik 2024/2025.

Surat Keputusan Rektor Universitas Diponegoro Nomor: 2/UN7.A/HK/II/2023 tentang Penetapan Daya Tampung Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma dan Sarjana Universitas Diponegoro Tahun Akademik 2023/2024.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top