Berangkatkan Mahasiswa KKN, Rektor Undip Beri Wejangan Mahasiswa Agar Tidak Terjerumus Politik Praktis

Rektor Undip Berfoto dan Bersalaman dengan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undip Tim I Tahun Akademik 2023/2024, Kamis (4/1). (Sumber: Manunggal)

Warta Utama –  Upacara pemberangkatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) Tim I tahun akademik 2023/2024 telah digelar pada Kamis, (4/1). Bertempat di Lapangan Depan Gedung Widya Puraya, seluruh rangkaian acara berlangsung khidmat serta diselingi berbagai penampilan dari mahasiswa peserta KKN, seperti tari modern, tari tradisional, Paduan Suara Mahasiswa (PSM), flashmob “Senam Maumere”, dan lain sebagainya. 

Jumlah mahasiswa Tim I yang mengikuti KKN saat ini mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Mahasiswa KKN Undip Tim I periode ini berjumlah kurang lebih 2.568 mahasiswa, cukup menurun dari periode sebelumnya yang berjumlah 6.158 mahasiswa. Penurunan jumlah mahasiswa KKN ini diakui oleh Kepala Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN), Kurniawan Teguh Martono, S.T., M.T, karena jumlah fluktuatif mahasiswa yang mengambil KKN.

“Jumlah mahasiswa yang mengambil mata kuliah tentunya fluktuatif. Jadi, mungkin di semester genap banyak yang mengambil KKN, alhasil nanti di semester gasal (jumlah mahasiswanya, red) berkurang,” ungkapnya kepada awak Manunggal pada Kamis, (4/1). 

Rektor Undip, Prof. Dr Yos Johan Utama, S.H., M.Hum atau yang akrab disapa Prof. Yos, juga memberikan beberapa pesan kepada mahasiswa yang akan melaksanakan KKN. Beliau mengingatkan kepada para mahasiswa KKN untuk dapat bekerja secara maksimal di desa tujuan masing-masing. Selain itu, beliau juga berharap agar mahasiswa KKN menghindari hal-hal berbau pemilu dan politik. 

 

“Hari ini dan selama Anda KKN, waktunya bersamaan dengan pesta demokrasi atau pemilu. Hindari hal-hal yang berkaitan dengan pemilu. Tidak perlu ikut-ikutan, pilihan itu ada di hati kita,” tegas Prof. Yos dalam pidato sambutannya. 

Para mahasiswa Tim I juga membagikan cerita mengenai beberapa persiapan kegiatan KKN. Persiapan yang dimaksud berupa rapat anggota mengenai program kerja (proker), barang bawaan selama sebulan, dan hasil pembekalan dari universitas. 

“Kemarin sempat ada pembekalan dari pihak universitas. Di situ sudah dijelaskan tentang KKN ini seperti apa, kemudian program-programnya seperti apa. Jadi, sudah sempat diskusi sedikit dengan teman-teman terkait program kerja yang ingin diusung,” jelas Aswin Nabila, mahasiswi prodi Statistika 2020 yang mendapat lokasi KKN di Kabupaten Temanggung.

Selain persiapan perbekalan dan koordinasi, para mahasiswa juga telah merencanakan beberapa proker yang akan dijalankan di lokasi KKN. Willbert William, mahasiswa KKN Desa Daseh, Kabupaten Magelang, membeberkan salah satu rencana proker yang akan dilakukan kelompoknya. 

“Rencana kelompok saya, pertama akan mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mereka karena kami dapat (informasi, red) kalau di sana punya potensi UMKM keripik singkong dan lain-lain. Hal tersebut sangat bisa untuk kami kembangkan lagi,” tuturnya. 

Dalam KKN periode ini, Mahasiswa Tim I Undip juga berharap agar proker-proker yang mereka laksanakan dapat diterima oleh masyarakat dan bermanfaat bagi desa yang difokuskan. Terlebih, mereka juga mengharapkan agar tidak terjadi perselisihan antara mahasiswa KKN dan masyarakat setempat. 

Selain itu, melalui kegiatan KKN, mereka juga berkeinginan untuk dapat memahami kondisi perdesaan.

“Kalau teman-teman dari kota mungkin jadi bisa lebih banyak belajar dari desa ini, pun juga (masyarakat, red) desanya bisa belajar dari mereka,” kata mahasiswa prodi Fisika 2020, Ahmad Jauhari sebagai salah satu tim KKN Kabupaten Magelang.

Di awal tahun ini, KKN Undip mengusung tema “Literasi Pemilu Sehat dan Pemberdayaan Masyarakat”. Dibersamai oleh 110 dosen pendamping, KKN Tim I tahun akademik 2023/2024 akan diterjunkan di 8 kabupaten di Jawa Tengah, yakni Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, dan Kabupaten Sragen. 

 

Reporter: M. Irham Maolana, Hildha Muhammad Tahir

Penulis: Hildha Muhammad Tahir

Editor: Ayu Nisa’Usholihah, Hesti Dwi Arini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top