Bedah Majalah: Peran Anak Muda Menjadi Trendsetter di Era Digital

Warta Utama – Di era digital, media sosial semakin bertambah pesat. Media sosial menjadi wadah daring yang melahirkan banyak trendsetter muda inovatif dan kreatif. Media sosial, mulai dari Instagram, YouTube, Facebook, dan platform lainnya, kini menjadi sebuah trendsetter komunikasi digital yang mendunia.

Isu mengenai trendsetter muda tersebut dibahas dalam acara Bedah Produk dengan tajuk “Pionir Muda Era Digital” yang diselenggarakan oleh LPM Manunggal Undip pada Minggu (19/12) lalu melalui platform Zoom Cloud Meeting.

Rangkaian acara diisi dengan sesi diskusi antara dua pembicara, yakni Roro Mega Cahyaning ‘Ami Riyandani selaku Founder Zeal Indonesia dan Cindy Yulita selaku Redaktur Pelaksana Majalah LPM Manunggal Undip 2021. Keduanya mengupas tentang bagaimana cara menjadi trendsetter yang inovatif, kreatif, dan inspiratif.

Trendsetter Muda sebagai Pionir di Era Digital

Seperti yang sudah diketahui, trendsetter merupakan sebutan bagi seseorang yang menciptakan inovasi baru atau memulai tren fashion atau teknologi sebelum orang lain kebanyakan.

Di era digital ini, anak muda cenderung lebih sering berkecimpung di dalam media, selalu update dan aktif menciptakan inovasi baru. Maka, tak ayal bahwa anak muda kini banyak memegang peran sebagai trendsetter. Seorang trendsetter bahkan dapat berperan sebagai agent of change dan berada di baris paling depan, serta paling awal dalam menciptakan atau menerapkan trend baru yang muncul.

“Trendsetter di era digital, agent of change dalam konteksnya, adalah orang yang bisa meng-influence dan menjadi panutan untuk orang-orang di lingkungan sekitarnya,” papar Roro. Ide tersebut mestinya bisa menjangkau semua kalangan, mulai dari orang tua, anak-anak, dan lain-lain.

Selain itu, seorang trendsetter yang baik merupakan seseorang yang harus memiliki sifat ulet serta disiplin dalam mengembangkan diri. Menurut Cindy, kedisiplinan itu kelak bisa membawa dampak positif di masa depan. “Trendsetter yang baik harus punya sikap mandiri dan tidak berorientasi pada diri sendiri,” tambah Cindy. Ia juga menyatakan bahwa trendsetter yang baik tidak selalu memikirkan diri sendiri, tapi juga orang-orang di sekitarnya

Ada beberapa tips dan trik menjadi trendsetter yang baik menurut Cindy dan Roro. Salah satunya, seorang trendsetter harus senantiasa mengembangkan pengetahuan diri, mau berproses, dan tidak lupa akan budaya tempat kita tumbuh. Tidak lupa, inovasi dan ide merupakan salah satu unsur utama penentu value seorang trendsetter. Seseorang layak diberi label trendsetter apabila memiliki dua unsur tersebut serta mampu menonjolkan kemenarikan dirinya.

“Kita harus tahu brand person diri kita dan value yang ada di dalam diri kita seperti apa. Walaupun menjadi seorang trendsetter, kita masih harus mencari informasi lainnya. Kita perlu punya spesialisasi yang menggambarkan persona kita,” ujar Roro.

Manfaat yang bisa diberikan oleh seorang trendsetter menurut Roro, di antaranya adalah menjadi seorang agent of change, dapat berbagi impact positif ke orang lain, dan bisa menjangkau banyak audience.

Penulis: Azka, Siti Latifatu S
Editor: Aslamatur Rizqiyah, Dyah Satiti

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top