Warta Utama – Praktek revolusi mental dalam kehidupan sehari-hari merupakan upaya untuk menjadi manusia yang berintegritas, mau bekerja keras, dan memiliki semangat gotong-royong. Begitulah semangat yang ingin ditanamkan kepada mahasiswa baru Fakultas Hukum (FH) Universitas Diponegoro (Undip) dalam Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2022. Rangkaian PKKMB FH Undip tersebut dilaksanakan dalam dua hari yakni pada 15-16 Agustus 2022 secara luring di Gedung H Prof Satjipto Rahardjo.
Dalam pelaksanaannya, program yang diadakan untuk menyambut mahasiswa baru tersebut menaburkan materi-materi berisikan ‘daging’ yang dibawakan oleh pemateri yang ahli di bidangnya. Hasyim Asy’ari, S.H., M.Si., Ph.D. selaku Ketua KPU-RI Periode 2022-2027 pun turut hadir untuk membersamai mahasiswa baru dengan membawakan materi Pembinaan Gerakan Nasional Revolusi Mental pada Senin (15/08).
Beliau banyak membicarakan pentingnya untuk memiliki kemampuan soft skill, terlebih sebagai seorang mahasiswa yang nantinya akan menghadapi tantangan di masa depan yang semakin berat hingga ruang-ruang untuk persaingan pun akan semakin ketat.
“Makanya itu tadi, (mahasiswa, red) harus punya kemampuan logis, kritis, dan kreatif. Justru yang di ujung itu kreatif. Tapi untuk bisa kreatif itu kan tahapannya logis dulu, kemudian kritis, baru bisa kreatif. Kalo sudah tau problematikanya kan analisis kritis nih, kalo udah tau problematikanya mau kemana, mau ambil (solusi, red) yang mana, itu kan harus punya kemampuan berpikir kreatif,” tegasnya saat dimintai keterangan secara langsung oleh Awak Manunggal pada Senin (15/8).
Lebih lanjut, Hasyim Asy’ari yang juga merupakan Dosen bagian Hukum Tata Negara FH Undip ini menyebutkan setidaknya ada tiga kemampuan soft skill yang harus dipunyai oleh para mahasiswa. Pertama, kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif. Hal ini penting karena dalam membuat keputusan dan regulasi tentunya harus berdasarkan pikiran yang logis, kritis, dan kreatif.
Kedua, kemampuan public speaking atau berbicara di depan khalayak umum. Karena dalam prakteknya, profesi hukum juga akan berkomunikasi dengan banyak orang yang latarnya berbeda-beda. Oleh karena itu, seorang mahasiswa harus mempunyai kemampuan dan keberanian berbicara di depan banyak orang.
Kemampuan soft skill yang ketiga yakni kemampuan menulis. “Profesi hukum itu semuanya dikerjakan dengan menulis. Kalau jadi polisi buat BAP nulis, jadi pengacara nulis pembelaan, jadi jaksa bikin dakwaan bikin tuntutan, jadi hakim bikin putusan, jadi notaris bikin perjanjian-perjanjian. Semuanya nulis,” imbuhnya.
Di penghujung acara, beliau kembali menegaskan kepada para mahasiswa baru FH Undip untuk memanfaatkan seluruh fasilitas yang disediakan oleh kampus dan aktif mengikuti organisasi-organisasi kampus guna mengembangkan kemampuan soft skill yang dimiliki.
“Saya sarankan kepada teman-teman mahasiswa itu manfaatkan perpustakaan supaya wawasannya luas, memanfaatkan konsultasi dengan senior-seniornya, dengan dosen-dosennya. kira-kira itu,” pungkasnya.
Reporter: Nabila Hanna, Rosaria Arum Prakoso
Penulis: Rosaria Arum Prakoso
Editor: Rafika Immanuela, Malahayati Damayanti F
