Pengambilan sumpah Rektor Undip periode 2024-2029 pada Senin, (29/4) di GSG Muladi Dome (Sumber: LPM Manunggal)
Warta Utama – Universitas Diponegoro (Undip) memasuki babak baru dengan pelantikan rektor baru pada Senin, (29/4) di Gedung Serba Guna (GSG) Muladi Dome, Tembalang. Acara prestisius ini menjadi sorotan utama, dengan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan civitas academica yang memiliki peran vital dalam perkembangan universitas.
Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. naik jabatan menggantikan Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum. yang telah memimpin Undip selama dua periode, yaitu pada periode 2015-2019 dan 2019-2024. Kemenangan Prof. Suharnomo dalam pemilihan rektor tingkat Majelis Wali Amanat (MWA) pada akhir Juni 2023 lalu menjadi landasan kuat bagi kepemimpinannya yang baru.
Acara pelantikan ini menghadirkan serangkaian prosesi penting, termasuk pengambilan sumpah, pelantikan resmi, dan pisah sambut rektor. Ketua MWA Undip, Prof. Drs. H. Mohamad Nasir, Ak., M.Si., Ph.D., secara resmi melantik Prof. Nomo sebagai Rektor Undip periode tahun 2024-2029.
Prof. Nasir pun memberikan ucapan selamat kepada Prof. Nomo selaku rektor baru. Tak lupa, ia juga berpesan untuk terus mempertahankan prestasi dan menjaga Undip di ranking atas, baik tingkat nasional maupun internasional.
Selain itu, Prof. Nasir juga berharap agar rektor baru dapat menjaga reputasi Undip dan good governance, serta terus berkolaborasi dan menjalin kerja sama.
Sementara itu, Sekretaris MWA Undip Dr. Ir. Agus Indarjo, M.Phil. juga turut menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Nomo yang baru resmi dilantik, “selamat mengemban tugas baru dan membawa Undip semakin maju dan berkelas dunia,” ucapnya.
Prof. Nomo menyampaikan ucapan terima kasih karena dirinya sudah dipercaya memimpin Undip. Ia akan berupaya membawa Undip ke tingkat dunia.
“Akan secepatnya saya bawa ke level universitas, mudah-mudahan tidak terlalu lama. Minimal masuk 500 besar dunia atau lebih bagus,” jelas Prof. Nomo usai pelantikan.
Prof. Nomo juga menjelaskan soal isu Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang banyak ditanyakan. Ditegaskan, Undip tidak akan menaikkan biaya UKT. Hal ini sebagai komitmen keterjangkauan perguruan tinggi yang bermutu.
“Isu yang beredar di masyarakat, saya pikir komitmen terhadap keterjangkauan perguruan tinggi yang bermutu bagus seperti Undip. Maka, kami tidak naikkan UKT tahun ini. Sama seperti tahun sebelumnya. Mungkin ini jawaban untuk yang bertanya dari kampus lain,” jelasnya.
Pada acara ini juga dilakukan penandatanganan pakta integritas, di mana hal ini sebagai bukti bahwa rektor telah berkomitmen untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
Pakta integritas tersebut mencakup perihal UKT, sarana dan prasarana, Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU), akademik (Internasional Undergraduate Program (IUP), Kuliah Kerja Nyata (KKN), Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)), Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS), kaderisasi, pandangan politik, serta komitmen.
Usai pengambilan sumpah dan pelantikan rektor baru, acara dilanjutkan dengan Pisah dan Sambut Rektor Undip 2019-2023 dan Rektor Undip 2024-2029. Pada acara ini, kedua rektor pun menyampaikan sambutannya.
“Terima kasih sejak 2015 bersama-sama membangun Undip dengan segala keluh kesah. Mohon maaf, saya selaku pribadi dan mewakili keluarga apabila dalam kebijakan, tingkah laku yang kurang berkenan. Semoga Undip tambah sejahtera dan aman,” ungkap Prof. Yos dalam sambutannya.
Prof. Yos mengakhiri sambutannya dengan bertanya kepada para audiens atas kesanggupan mereka di bawah kepemimpinan Prof. Nomo nantinya. Seluruh audiens secara kompak menjawab, “sanggup”.
Tak hanya Prof. Yos yang memberikan sambutan, Prof. Nomo juga turut membagikan sambutannya.
“Semoga saya tidak berubah, tetap menjadi Suharnomo yang biasa. Saya orang biasa saja, tapi saya berteman dengan orang yang luar biasa. Tidak banyak yang ingin saya sampaikan, kritik saya, jewer saya, jika saya sok keren,” ungkap Prof. Nomo.
Tiada bosan, ungkapan terima kasih disampaikan oleh Prof. Nomo kepada Prof. Yos yang telah menjadi mentornya selama ini.
Pada penghujung acara, secara mengejutkan Prof. Nomo meminta seluruh audiens untuk bersama-sama menyanyikan lagu milik Endank Soekamti yang bertajuk “Sampai Jumpa”.
Acara pisah dan sambut pun diakhiri dengan bernyanyi dan berjoget bersama-sama. Suasana kehangatan dan semangat baru memenuhi setiap sudut ruangan GSG Muladi Dome.
Harapan-harapan mahasiswa pun sangat besar terhadap Prof. Nomo sebagai rektor baru, di mana langkah Undip ke depannya akan sangat tergantung dari kebijakan yang diambilnya.
“Kami memiliki harapan yang sangat besar kepada beliau agar lebih mengerti keinginan mahasiswa. Setidaknya, beliau bisa mendengarkan keluhan, kritik, dan aspirasi mahasiswa,” ungkap Farid Darmawan, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip 2024.
Dengan pelantikan rektor baru ini, Undip memasuki babak baru yang penuh semangat dan harapan. Langkah-langkah ke depannya akan menjadi cerminan dari visi dan komitmen rektor baru dalam memimpin Undip menjadi perguruan tinggi yang terkemuka di Indonesia.
Reporter: Nuzulul Magfiroh, Laura Amelia, Arya Zulfa
Penulis: Nuzulul Magfiroh
Editor: Hesti Dwi Arini, Ayu Nisa’Usholihah