Amaliya Putri, Satu-satunya Mahasiswa Undip yang lolos Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024

Amaliya Putri dan Laskar Rempah disambut oleh Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, S.T., M.Si., CHRMP., M.Tr.Opsla di Dermaga Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta pada Senin, (15/7) (Sumber: Dok. Pribadi)

 

Citizen Journalism – Muhibah Budaya Jalur Rempah (MBJR) adalah program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bekerja sama dengan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Dewaruci. 

Program ini bertujuan untuk menyusuri titik-titik rempah di Indonesia. MBJR telah dilaksanakan sebanyak tiga kali. Pada tahun ini, rute pelayaran dimulai dari Jakarta, Belitung Timur, Dumai, Sabang, Malaka (Malaysia), Tanjung Uban, Lampung, dan kembali ke Jakarta.

Pada MBJR 2024, Amaliya Putri, yang akrab dipanggil Amel, menjadi satu-satunya mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang lolos program ini dan berlayar pada Batch 3, yakni Tanjung Uban, Lampung, dan Jakarta selama 12 hari. Target dari diadakannya program ini adalah menjadikan Jalur Rempah sebagai Warisan Budaya Dunia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Kegiatan dilakukan dalam serangkaian acara, mulai dari belajar budaya maritim di Indonesia, pengenalan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) serta Kapal Republik Indonesia yakni Dewaruci. Tidak hanya itu, peserta belajar banyak hal mengenai rempah dari daerah penghasil rempah langsung, salah satunya Lampung yang menjadi penghasil Lada Hitam terbaik di Indonesia.

Para peserta juga mengunjungi situs budaya untuk mengenang perjanjian antara Lampung dan Banten yang mewajibkan rakyat Lampung menanam 1000 lada, yang berada di situs purbakala Pugung Raharja.

Amaliya Putri menjadi perwakilan Laskar Rempah saat penyambutan di Dermaga Kolinlamil Tanjung Priok yang merupakan penutup dari perjalanan panjang Muhibah Budaya Jalur Rempah.

Menurut Amel, yang merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknologi Pangan, mengikuti kegiatan ini adalah sebuah prestasi yang membanggakan. Ia belajar banyak tentang lima pilar Jalur Rempah, yaitu Histori, Kuliner, Wastra & Kriya, Seni Budaya, dan Ramuan dari adanya perdagangan Rempah di Nusantara. 

 

Penulis: Amaliya Putri (Mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian)
Editor: Nuzulul Magfiroh, Hesti Dwi Arini 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top