Suasana Pemilu di TPS 60, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Rabu (14/2) (Sumber: Dok. Pribadi)
Peristiwa – Pada tanggal 14 Februari 2024, Indonesia kembali merayakan pesta demokrasi yang digelar lima tahun sekali. Menurut Komisi Pemilihan Umum (KPU), pemilih tahun ini didominasi oleh anak muda dengan total 113 juta lebih atau sekitar 52% dari total seluruh pemilih di Indonesia berasal dari Generasi Milenial dan Generasi Z .
Berdasarkan Data Pemilih Tetap (DPT), jumlah pemilih di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sebanyak 204.807.222 orang. Dengan persentase 33.60% dari Generasi Milenial (1981-1996), 28.07% dari Generasi X (1965-1980), 22.85% dari Generasi Z (1997-2009), 13.73% dari Baby Boomer (1946-1964), dan sisanya sebanyak 1.74% dari Pre-Boomer (sebelum 1945).
Pemilu tahun 2024 menjadi momentum yang sangat berharga, terlebih bagi Generasi Z. Kesempatan ini bukan hanya sekadar pemilu biasa, tetapi menjadi pengalaman pertama mereka dalam mengikuti proses demokrasi yang sesungguhnya.
Pada pesta demokrasi kali ini, Tempat Pemungutan Suara (TPS) Tembalang menjadi saksi sejumlah mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) untuk menyalurkan hak pilihnya. Bagi sebagian besar anak perantau, proses nyoblos di tanah rantau menjadi pengalaman menarik untuk dibagikan.

Suasana Pemilu di TPS 60, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Rabu (14/2) (Sumber: Dok. Pribadi)
Seperti yang diungkapkan oleh mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Hildha Muhammad Tahir. Ia membagikan kisahnya mengenai pengalaman pertamanya menyalurkan hak pilih di tanah rantau.
“Seru sih, karena ini kan perdana banget. Aku belum pernah ikut pemilu, tau-taunya pas ada kesempatan, ehh di luar domisili,” ujar Hildha yang mendapat lokasi TPS 60 di wilayah RT 08/RW 26, Kelurahan Meteseh, Tembalang.
Pemilu 2024 dapat menjadi langkah awal untuk berkontribusi membangun kesadaran politik dan berpartisipasi menjadi warga negara yang lebih aktif.
Hal ini terbukti dari tingginya partisipasi mahasiswa Undip dalam menyukseskan pesta demokrasi kali ini, meskipun mereka merupakan mahasiswa perantau.
“Lumayan banyak anak muda yang ikut nyoblos. Semoga saja pemimpin yang terpilih bisa amanah dengan segala visi-misi mereka. Salam kelingking ungu!” imbuh Hildha.
Sementara itu, di TPS 10 wilayah RT 04/RW 03, Kelurahan Rowosari, Tembalang, kisah menarik juga dibeberkan oleh Nain Solekhudin mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK).
“Pemilu 2024 ini menjadi pengalaman yang menarik karena pemilu pertama kali saya. Ditambah lagi pemilihannya bukan di kampung halaman sendiri, tapi di kota lain,” terang Nain.
Nain juga membagikan keluh kesah serta suasana pemilu di lokasinya mencoblos.
“Jarak lokasi TPS dari Pondok Pesantren (Ponpes) lumayan jauh, sekitar 6 km. Tapi bagaimana lagi, yang kosong tinggal TPS di daerah sana. Suasana di lokasi cukup baik, petugas tanggap. Hanya saja banyak pemilih yang datang terlambat,” ucapnya.
Pengalaman memilih di TPS Tembalang yang dibagikan oleh beberapa mahasiswa menjadi kisah inspiratif dan menarik. Tidak hanya soal menorehkan tinta di jari kelingking atau mencoblos surat suara, tetapi juga menyangkut rasa memiliki dan tanggung jawab sebagai warga negara.
REFERENSI
www.kominfo.go.id. (2023). Targetkan Pemilih Muda, Kominfo Sosialisasikan Pemilihan Serentak 2024. Diakses pada 14 Februari 2024, https://www.kominfo.go.id/content/detail/51136/targetkan-pemilih-muda-kominfo-sosialisasikan-pemilihan-serentak-2024/0/artikel
Reporter: M. Irham Maolana
Penulis: M. Irham Maolana
Editor: Ayu Nisa’Usholihah, Hesti Dwi Arini




