Lebih Ekonomis, Mahasiswa FT Undip Olah Minyak Jelantah dan Cangkang Telur Jadi Inovasi Biodiesel

Mahasiswa Teknik Kimia Undip pamerkan hasil inovasi biodiesel berbasis minyak jelantah dan cangkang telur di on-stage competition dalam ajang Thailand Inventors’ Day 2023, Senin (6/2).
(Sumber: Dokumentasi Pribadi)


Warta Utama — Universitas Diponegoro (Undip) kembali dibuat bangga dengan prestasi-prestasi yang diukir oleh mahasiswanya. Kali ini, sebuah inovasi yang menarik datang dari Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik (FT). Tim beranggotakan enam orang yang dipimpin oleh Silvia Ariyani, mahasiswa S1 Teknik Kimia 2019, berhasil menyabet medali perak dalam ajang Thailand Inventors’ Day 2023 yang diselenggarakan oleh National Research Council of Thailand (NRCT) di bawah Kementerian Pendidikan, Sains, Riset, dan Inovasi Thailand.

Silvia bersama lima rekan lainnya, yakni Muhammad Thariq Thirafi (S1 Teknik Kimia 2019), Intan Permatasari Abriyanto (S1 Teknik Kimia 2019), Raga Bimantoro (S1 Teknik Kimia 2019), Devintya Wu Meyli (S1 Teknik Kimia 2020), dan Lutfi Lubihanto (S1 Teknik Kimia 2019), serta bersama dengan dosen pembimbing Prof. Dr. Ir. Luqman Buchori S.T. M.T. IPM merancang sebuah sumber energi alternatif yakni biodiesel berbahan minyak jelantah dengan katalisator yang memanfaatkan cangkang telur.

“Meskipun penelitian dengan cangkang telur sudah ada sebelumnya, namun yang membedakan adalah kami memakai cangkang telur sebagai bahan untuk memperoleh katalisatornya yaitu CaO,” jelas Silvia saat diwawancara via Whatsapp, Minggu (26/2).

Mengusung konsep dengan bahan-bahan yang berasal dari makhluk hidup, alasan Silvia dan tim memutuskan untuk merancang inovasi ini antara lain karena sedikitnya sumber daya energi alternatif yang ada di Indonesia, serta ketersediaan bahan bakar fosil yang semakin menipis.

Selain itu, Silvia juga menjelaskan bahwa inovasi dengan persiapan berbulan-bulan ini memiliki banyak keunggulan dari segi efisiensi waktu dan biaya karena adanya metode esterifikasi-transesterifikasi simultan serta bahan-bahan alami yang dipakainya.

“Pakai minyak jelantah dan bahan katalisatornya memakai cangkang telur yang mana kedua bahan tersebut mudah didapat dan juga ekonomis. Lalu pembuatan biodiesel ini hanya berlangsung dengan satu reaktor, sehingga efisien juga dari segi waktu, karena jika proses menggunakan dua reaktor maka bisa memakan waktu hingga lima jam,” tuturnya.

Silvia mengungkapkan kesulitan yang ia dan tim hadapi ketika harus mencari cangkang telur yang heterogen agar bisa memperoleh katalis CaO, selain itu juga mencari perbandingan yang tepat agar katalisator dapat mempercepat proses pembuatan tanpa mengganggu keseimbangannya.

“Iya, jadi harus mencari rasio yang tepat dalam pencampuran keduanya. Cara mengatasinya dengan mencari jurnal-jurnal yang membahas tentang pencampuran Cao dan Fe2O3. Lalu dari hasil baca-baca jurnal itu kami uji coba lagi katalisnya beberapa kali, kemudian melakukan uji coba pembuatan biodieselnya,” ungkap Silvia.

Dengan perolehan yang luar biasa ini, Silvia berpesan agar para mahasiswa Undip tetap semangat agar terus mengukir prestasi untuk membanggakan Undip dan jangan takut untuk mencoba berpartisipasi dalam kompetisi tingkat internasional. 

“Perbanyak pengalaman dengan mengikuti lomba tidak hanya akademik di kelas maupun organisasi. Pokoknya jangan takut untuk coba berpartisipasi di kompetisi tingkat internasional, mungkin awalnya pasti minder dan merasa nggak mungkin, tapi setelah dijalani nggak sesulit yang dibayangkan, kok. Dan yang nggak kalah penting, jangan takut untuk tanya-tanya ke kakak tingkat yang pernah ikut kompetisi internasional.” Pungkas Silvia.


Reporter : Yuki Kristina Lase
Penulis : Yuki Kristina Lase

Editor : Fahrina Alya Purnomo

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top