Keberlangsungan dialog di Auditorium Dekanat FT Lantai 5, Sabtu (10/11) (Sumber: Manunggal)
Warta Utama – Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kemenag RI bermitra dengan Yayasan Bina Merdeka Indonesia dan Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Diponegoro menggelar Dialog Interaktif Moderasi Beragama dengan mengangkat tajuk “Merajut Persatuan dalam Bingkai Perbedaan”, Sabtu (10/11) lalu.
Dialog tersebut dihadiri oleh 3 pembicara yang dilaksanakan di Gedung Auditorium Dekanat FT Undip lantai 5.
Rival Achmad Rajaby selaku Ketua Panitia menuturkan bahwa saat ini Kemenag sedang gencar melakukan sosialisasi terkait moderasi beragama yang salah satu sasarannya ialah mahasiswa.
“Tujuannya untuk membentengi mahasiswa dari paham radikalisme yang beredar sekarang. Karena mahasiswa sedang mencari jati diri, jadi bagi kaum penyebar paham radikalisme, mahasiswa adalah sasaran empuk dari ajaran mereka” Tutur Rival
Moderasi mempunyai arti kesedangan. Kata ini dapat juga berarti penguasaan diri dari sikap sangat kelebihan dan kekurangan.
Dr. KH. Muhammad Adnan, MA., Dosen Fisip Undip sekaligus Pengasuh PP Kebangsaan menuturkan bahwa moderasi beragama tidak berarti mengurangi keimanan seseorang dalam konteks sosial.
“Apabila kita mengabaikan hak mereka, sama artinya dengan kita lalai akan kewajiban kita,” ujar Adnan
Selain itu, KH. Ilham Chalid mengungkapkan bahwa penguatan moderasi beragama yang paling kuat adalah kemauan untuk mengakui keberagaman dan menghargainya
“Sebenarnya moderasi beragama itu hal proporsional dan seimbang dalam menjaga hak pribadi dan orang lain,” ungkapnya
Adapun esensi dari moderasi beragama ialah dapat hidup saling berdampingan, tetap kuat terhadap keyakinan yang diimani dan tetap dapat menghormati keyakinan lainnya.
“Implementasi moderasi beragama ialah sikap beragama kita dalam pengamalan paham beragama dan penghormatan terhadap pengamalan orang lain atas apa yang diyakininya,” tutur Drs. H. Amrullah M.Si., selaku Direktur Pendidikan Agama Islam Kementrian Agama Republik Indonesia.
Ia menambahkan bahwa implementasi dari moderasi beragama dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya ialah mengadakan dan menghadiri dialog interaktif seperti ini.
Lebih lanjut, Rival mengungkapkan harapan dari diadakannya dialog ini adalah para peserta yang hadir dapat lebih jauh memahami moderasi beragama
“Semoga peserta bisa memahami lebih jauh mengenai moderasi beragama sehingga bisa membentengi diri sendiri dari paham-paham radikalisme,” tutup Rival.
Reporter: Diana Putri Maulida
Penulis: Rafika Immanuela
Editor: Malahayati Damayanti F
