Warta Utama – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro sukses menyelenggarakan Orientasi Diponegoro Muda (ODM) pada Sabtu (20/08). Setelah dua tahun terapung di tengah gelombang pandemi, BEM FISIP yakin dapat mengembalikan euphoria kehidupan kampus melalui nilai-nilai sosial dan budaya yang mereka angkat sebagai tema ODM tahun ini. Hal ini dengan mantab dituturkan oleh Ketua ODM FISIP Undip 2022, Zayn Delisha.
“Tema ODM tahun ini adalah sosio-culture enhancement yang merupakan persatuan dari nilai-nilai sosial dan budaya yang terlupakan saat kuliah online. Oleh karena itu, ketika masa transisi dari online ke offline inilah kita kembali ingatkan kepada mahasiswa”, jelas Zayn ketika dimintai keterangan oleh awak Manunggal pada Sabtu (20/08).
Baginya, tema kali ini bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa baru FISIP yang memiliki kepedulian yang tinggi dalam merevitalisasi peran-peran mahasiswa, khususnya di bidang sosial dan budaya.
“Contoh konkritnya adalah suporteran, dimana hal itu sarat akan nilai kebersamaan. Ketika kuliah online, anak-anak nggak tahu apa itu suporteran, nggak pernah ngerasain, tapi sekarang mereka punya tempat untuk menampung itu, makanya kerasa banget kebersamaannya”, imbuh Zayn.
Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) kepunyaan Orange Diponegoro (nama lain FISIP Undip, red), ini berlangsung meriah, mulai dari drama musikal, pentas seni, orasi dari berbagai Organisasi Mahasiswa (Ormawa), hingga sorakan yel-yel dan kidung-kidung suporteran ala mahasiswa FISIP Undip di akhir acara.
Hal yang menarik dari ODM FISIP kali ini adalah hadirnya drama musikal yang selama ini belum pernah ditampilkan dalam PKKMB. Zayn mengaku, ide ini datang dari pengalamannya ketika memimpin drama musikal di SMA-nya.
“Aku sebagai panitia, yang waktu itu belum tau acara akan dilaksanakan online atau offline masih mengawang dari acara-acaraku waktu SMA dan gimana cara kita mengimplementasikkannya ke sini. Dulu aku ada drama jambore school, maka sekarang kita buatkan drama untuk UPK”, pungkas mahasiswi Ilmu Komunikasi tersebut.
Tak hanya sebatas menyanyi dan menari saja, drama musikal yang dipentaskan di panggung ODM FISIP kali ini, menyisipkan tiga nilai utama, yaitu adaptif, implementatif, dan loyalitas.
Meski nampak berjalan mulus, banyak rintangan yang harus dihadapi Zayn dan teman-temannya. Ketatnya regulasi dan seretnya perizinan oleh fakultas, memaksanya untuk putar otak. Segala aktivitas dalam ruang lingkup fakultas mau tidak mau harus beres pada pukul empat sore, belum lagi perkara miskomunikasi dengan beberapa petugas keamanan.
“Kita untuk latihan susah banget dan seringnya latihan di Student Center (SC), dimana SC kan lebih untuk tingkatan Universitas, biasanya latihan fakultas dilakukan di fakultas masing-masing, tapi dari FISIP kadang perizinannya sulit, makanya kita usahakan sendiri dengan dana sendiri juga. Tapi yang membuat herannya, ketika tampil, pihak fakultas itu ikut bangga dan justru mendukung”, tutur Zayn.
Tak hanya dua perkara diatas, kebijakan Fakultas yang kerap kali berubah-ubah dan tidak pasti menjadi faktor lainnya yang menghambat kinerja panitia ODM FISIP 2022.
Alhasil, timbul harapan dari panitia agar dibukanya ruang komunikasi dan penyediaan wadah untuk berbicara yang dirasa akan memudahkan mahasiswa-mahasiswa lainnya dalam menjalankan program kerja mereka.
Di penghujung obrolan, Zayn berharap agar para mahasiswa baru merasa puas dengan rangkaian acara yang telah dipersiapkan.
“Walaupun ODM FISIP sebagai acara penutup, tapi ini merupakan acara pertama yang dilakukan secara offline di FISIP. Harapannya bisa menjadi acara pembuka yang baik bagi kegiatan dan program kerja kedepannya, bagi mahasiswa baru, jangan takut untuk berkarya dan berinovasi di FISIP,” pungkas dia.
Reporter : Fahrina Alya Purnomo, Diyan Ayu
Penulis : Fahrina Alya Purnomo
Editor : Rafika Immanuela, Christian Noven
