
Warta Utama – Bidang Lingkungan Hidup (LH) BEM Universitas Diponegoro baru saja menggelar aksi galang dana sebagai bentuk uluran tangan bagi para korban banjir rob kawasan Pantura, khususnya Semarang dan sekitarnya. Misi kemanusiaan ini berhasil dieksekusi di 4 titik lokasi penerjunan yakni Banjarsari, Patung Kuda, Lampu Merah Banyumanik, dan Ada Setia Budi pada Sabtu (4/6) mulai pukul 15.00-17.30 WIB.
Kegiatan ini sekaligus lanjutan dari program kerja (proker) Insidental beberapa waktu lalu. Sebagaimana diinformasikan, Insidental merupakan proker garapan bidang LH BEM Undip yang dilaksanakan sebagai bentuk respon atas terjadinya banjir rob yang menerjang kawasan pesisir Pantai Utara Jawa, salah satunya di Desa Sriwulan, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.
“Kegiatan (galang dana, red) ini sekaligus lanjutan daripada adanya proker insidental penerjunan. Diadakannya kegiatan galang dana ini sebagai bentuk respon kepedulian kita kepada saudara kita yang terdampak di daerah pesisir pantai utara jawa sana,” terang Fajar Kurniawan selaku Koordinator Kegiatan saat dimintai keterangan oleh Awak Manunggal pada Minggu (5/6) melalui pesan WhatsApp.
Selain itu, Fajar juga menambahkan, aksi galang dana ini dibentuk untuk mengajak teman-teman mahasiswa agar lebih peka, ingin terlibat, dan ambil bagian dalam upaya membantu masyarakat yang terdampak, salah satunya melalui aksi galang dana ini.
Adapun tujuan dilaksanakannya kegiatan galang dana secara offline ini yakni untuk bisa menyebarluaskan jangkauan kanal open donasi dan mampu menjaring uluran tangan tidak hanya terbatas pada sivitas akademika Undip saja, tetapi juga mendapatkan bantuan dari masyarakat umum. Sebelumnya, Bidang LH BEM Undip juga telah melakukan open donasi secara online pada Sabtu (28/5) lalu.
Beberapa pihak yang ikut serta ke lapangan diantaranya adalah teman-teman yang tergabung dalam Srawung Sosmas (Sumas) Undip dan juga beberapa mahasiswa Undip yang turun langsung pada saat kegiatan berlangsung. Tidak disangka, aksi galang dana ini mendapatkan respon positif dari masyarakat sekitar. Terlihat saat di lapangan, ada beberapa masyarakat yang tergerak untuk menghentikan perjalanannya, meluangkan waktunya sejenak, dan menyisihkan rezekinya untuk didonasikan.
“Puji syukur hampir di seluruh titik masyarakat umum tersentuh hatinya, sehingga antusias yang terbangun sangatlah tinggi dalam hal mereka berdonasi,” ujar laki-laki yang akrab disapa Jarkun ini.
Rencana berikutnya, hasil donasi baik yang dilakukan via online maupun offline akan dikumpulkan dan disalurkan secara langsung ke titik-titik lokasi yang terdampak dengan dibantu dan dibersamai oleh pihak Human Initiative.
“Kegiatan open donasi yang kita buka via online akan kita tutup pada 10 Juni 2022. Yang selanjutnya akan kami salurkan secara langsung setelah tanggal tersebut,” lanjutnya.
Fajar berharap, dengan terlaksananya aksi galang dana ini dapat memupuk rasa kepekaan dan kepedulian masyarakat, utamanya mahasiswa, untuk senantiasa tergerak dalam hal kebaikan, salah satunya saling bahu-membahu untuk menolong saudara dan sesama yang sedang ditimpa musibah dan terdampak bencana.
“Semoga dengan terlaksananya kegiatan mulia ini dapat membantu mereka untuk mengembalikan kehidupannya seperti sedia kala,” tandasnya.
Reporter: Rosaria Arum Prakoso
Penulis: Rosaria Arum Prakoso
Editor: Malahayati Damayanti F