Tutorial Menjadi Mahasiswa yang (Maha) Benar dan Tidak Nolep

Opini – Para pentolan mahasiswa sudah berkali-kali mengingatkan, “jangan berekspektasi kalo masa kuliah akan seperti FTV di SCTV.” Sebenernya apa sih yang kamu banggakan dari kuliah? Materi kamu bisa cari sendiri melalui internet, kemampuan dan keahlian kamu bisa cari sendiri di luar kampus, teman diskusi? Kamu bisa sih pilih yang islami banget, kutu buku tapi kaku banget, atau luwes seperti anak burjo. Tapi, kalo semuanya dari luar, kuliah sebenernya buat apa dong? Cari gelar? Gak dong.

Di kampus kamu akan menemui berbagai spesies manusia, mulai dari yang berprestasi banget, liberal banget, priomordialisme, asik, santai, loyal, hingga beban kelompok. Mayan lho jika kamu mengenal mereka satu persatu, bisa buat channel sehingga prinsip hidupmu tidak tidak lagi “ternyata dunia sempit banget”, tetapi “ternyata jaringanku luas banget”. Ssttt kamu juga dapat jas almamater yang bisa kamu pamerkan! Tapi, jangan lupa kalau kamu harus tetap bayar UKT, ya!

Nah, tapi masalahnya adalah gimana caranya bisa UKT tidak sia-sia dan bisa mengenal orang-orang tersebut biar kamu gak nolep banget ketika di kampus? Cek tips berikut! (Sebenarnya penulis juga nolep banget. Tulisan ini sok tau aja)

1. Ikut aksi dan demonstrasi

Kamu harus ikut aksi! Percayalah! Kamu akan mengenal banyak orang-orang humble di dalamnya. Asli, baiikkk banget orang-orangnya tuh. Kamu gak harus tahu banyak kok tentang aksinya. Kamu hanya perlu tahu aksinya tentang apa, kapan pelaksanaan dan di mana. Ga perlu ikut kajian dan ga penting juga untuk tahu tuntutan. Toh ga bakal dikabulkan pemerintah. Yang penting, kamu sudah hadir untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Jangan lupa pula untuk foto lalu unggah di media sosial sebagai bukti kalo kamu benar-benar telah mewakili rakyat. Gak masalah jika faktanya di lapangan kamu hanya duduk, ngobrol sambil sebats. Tujuan awalnya memang cari channel, ‘kan? Nah, nanti ngobrol sok asik aja dengan salah satu massa aksi seperti, “Bang, menurutmu pergerakan mahasiswa sekarang tuh kaya gimana sih?” Nanti juga obrolan kalian makin banyak dan pasti kamu akan dikenalkan dengan aktivis-aktivis lain.

Oh ya. Sedikit tips untuk kalian yang mau ikut aksi biar gak kaget. Datanglah ke titik kumpul minimal satu jam lebih lama dari waktu yang sudah ditentukan di jarkoman/poster. Sesungguhnya untuk mengubah sistem birokrasi itu dibutuhkan pelanggengan budaya Indonesia, yakni ‘ngaret’ jam karet.

2. Kawal sampai ricuh karena itu keren

Gak cuma ikut aksi, ketika kamu menjadi salah satu provokator dalam aksi sehingga menyebabkan kericuhan itu sangat keren, lho. Bayangkan, kamu bisa menyulut emosi para petugas keamanan yang mayoritas sudah dewasa dan tingkat kematangannya emosi cukup stabil. Lagipula, aksi damai tidak berkesan. Jangankan tuntutannya direalisasikan, didengar aja enggak. Buktinya? Aksi Kamisan yang sudah berjalan bertahun-tahun tapi pemerintah masih tutup mata dan tutup telinga. Mendingan ricuh biar asik, ada pengalaman, ada kesan, dan barangkali pemerintah tahu ada aksi karena ada berita mahasiswa yang ditangkap. Selain itu, kamu juga bisa menuliskan di Curiculum Vitae bagian pengalaman, “Sebagai agent of change dan agent of control, saya pernah mengikuti aksi demonstrasi hingga ditangkap oleh polisi.”

Namanya juga mahasiswa. Agent of change. Kalo pemerintah dialusin gak bisa, ya dikasarin aja. Kaya demo kemarin misalnya, sumpah serapahin Omnibus Law tapi ditujukan ke polisi. Benar sih tindakannya karena pemerintah tidak akan dengar, ya mending sumpah serapah ke polisi aja. Siapa tau nanti disampaikan. Tapi, masak kamu marah sih setelah kamu berkata kasar ke polisi terus kamu dikejar? Harusnya tuh kamu ucapin lebih keras ketika polisi ada di dekat kamu. Biar lebih jelas gitu lho suara dan aspirasimu. Jangan malah framing di media sosial, “lagi-lagi mahasiswa direspresif oleh aparat.” Hadeeeh. Namanya juga mahasiswa. Jiwa pemberontak dan maha benar.
Jangan diam! Bergerak! dan Lawan!

Penulis: Aktif is Mahasiswa
Editor: Dyah Satiti

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top