Dinilai Salah Prosedur, Kampus Ambil Alih Pendaftaran LKMM-TM

Pelaksanaan LKMM-TM pada 2019 silam. (Sumber: Dok. Pribadi)

Warta Utama – Pendaftaran Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiwa Tingkat Madya telah dilaksanakan pada 19-26 Oktober 2021 lalu yang dikoordinasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro. Pada hari yang sama, Selasa (26/10) BEM Undip melalui Instagram @lkmmtmundip telah mengumumkan peserta yang lolos pemberkasan yang nantinya akan lanjut ke tahap fit and proper test. Tetapi, Selasa itu pula pihak Direktorat Akademik dan Kemahasiswaan (Dirmawa) membatalkan agenda fit and proper test serta memberikan pesan kepada para pimpinan fakultas untuk merekomendasikan mahasiswa sebagai peserta LKMM-TM – poin ini tidak tercantum dalam persyaratan pendaftaran dari BEM Undip. Kebijakan ini dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan forum antara BEM dan Dirmawa sebelumnya.

Hanifah M Denny, selaku Direktur Kemahasiswaan menjelaskan, berdasarkan Peraturan Dikti, LKMM merupakan program Dikti yang penyelenggaranya diamanahkan kepada universitas, dalam hal ini Rektor yang nantinya mendelegasikan Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan. Warek 1 ini nantinya mendelegasikan Direktorat Akademik yang akan dibantu oleh Biro Administrasi Akademik.

“Sebetulnya ada kesalahan prosedur di awal.  Seharusnya saya yang mengurus pendaftaran tetapi kami malah meminta bantuan kepada para mahasiswa,” ujar Hanifah saat dimintai keterangan, Jumat (29/10) melalui Zoom Cloud Meetings.

Prosedur yang tepat berdasarkan penjelasan Hanifah ialah Direktorat Akademik dan Kemahasiswaan membuat surat kepada  Warek 1 yang nantinya surat tersebut dikirimkan kepada para pimpinan fakultas, dalam hal ini Wakil Dekan 1 untuk memberikan rekomendasi mahasiswa sebagai salah satu persyaratan dari Dikti.

“Karena ada kesalahan prosedur, kami mengoreksi bahwa mahasiswa LKMM harus memenuhi 4 syarat dan yang utama adalah adanya rekomendasi,” imbuhnya.

Sutopo selaku PIC LKMM-TM juga mengatakan demikian. Menurutnya rekomendasi pimpinan fakultas diperlukan mengingat dekan dinilai mengetahui seluk beluk mahasiswanya.

“Rekomendasi pimpinan sangat diperlukan sesuai dengan panduan Dikti karena mahasiswa tersebut nantinya akan kembali ke fakultasnya dan berperan di sana,”  terang Sutopo.

Menindaklanjuti kebijakan ini, Hanifah menambahkan bahwa pihaknya tidak menggugurkan beberapa mahasiswa yang telah mendaftar dari BEM, melainkan hanya meminta surat rekomendasi ke masing-masing fakultas sebagai kelengkapan berkas. Adanya perubahan kebijakan ini, jumlah peserta LKMM-TM bertambah.

“Awalnya yang mendaftar dari BEM 31 orang dengan rincian 9 peserta mendapat rekomendasi dan 22 belum mendapat. Sekarang 22 mahasiswa tersebut telah mendapat rekomendasi. Sedangkan, 15 peserta lainnya mendapat rekomendasi setelah penyesuaian persyaratan dan tidak mendaftar melalui BEM,” terang Sutopo.

Oleh karena itu, total peserta LKMM-TM tahun 2021 berjumlah 36 sesuai dengan Pengumuman Nomor: 76/UN7.P1.3/PENG/2021 tentang Peserta Pelatihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) Tahun 2021, dengan rincian 31 peserta berasal dari pendaftaran yang dikoordinasi oleh BEM Undip dan mendapat rekomendasi, serta 5 peserta yang direkomendasikan langsung oleh pihak fakultas.

Pendaftar di Bawah Kuota Maksimal, Fit and Proper Test Dibatalkan

Berdasarkan waktu yang ditentukan oleh BEM Undip, tahapan selanjutnya setelah pengumuman seleksi berkas calon peserta ialah fit and proper test, Rabu-Kamis (27-28/10). Tetapi, kegiatan tersebut urung dilakukan mengingat jumlah pendaftar tidak melebihi kuota maksimal, yakni 40 sehingga tidak perlu dilakukan proses seleksi.

“Keinginannya apabila pendaftar 100 akan dilakukan psikotes dan fit and proper test untuk seleksi,” ujar Hanifah.

Selain itu, rencana mahasiswa yang akan menjalankan psikotes dan fit and proper test direvisi oleh Dirmawa mengingat hal tersebut tidak sesuai prosedur dari Dikti. Beliau juga menambahkan Fakultas Psikologi selaku pihak yang berwenang mengadakan tes tersebut mengatakan mungkin melakukan psikotes mengingat persiapannya membutuhkan dua minggu.

“Karena yang mendaftar di bawah kuota maksimal, maka tidak perlu. Persiapannya juga lama, kecuali kalau acaranya mau diundur tiga minggu lagi,” tandasnya.

 

*Terkait dengan hal ini, BEM Undip tidak bersedia dimintai keterangan lebih lanjut karena menurutnya informasi dari dirmawa sudah dirasa cukup.

 

Reporter: Dyah Satiti, Aslamatur Rizqiyah

Penulis: Aslamatur Rizqiyah

Editor: Dyah Satiti

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top