Sweet Home, Manusia Bisa Lebih Mengerikan Dibanding Monster

Poster serial Netflix Sweet Home. (Sumber: Netflix)

Serial— Humans are scarier than monsters. Manusia yang marah, putus asa, atau memiliki dendam dapat melakukan hal yang tidak berperasaan. Itulah kiranya moral utama setelah menonton sepuluh episode serial Netflix Korea berjudul Sweet Home.

Diangkat dari komik daring Webtoon karya Kim Kan-bi dan Hwang Young-chan, serial ini merajai Netflix di delapan negara pada hari keempat penayangan. Tak heran, serial tersebut menampilkan konsep original dari komik bertema thriller-monster-survival dengan alur, karakter, peran tokoh, musik latar, serta sinematografi yang patut diacungi jempol. Sweet Home dikabarkan menjadi serial Netflix korea termahal, yang memakan biaya produksi senilai Rp34,2 miliar per episode.

Menceritakan Cha Hyun-soo diperankan oleh Song Kang yang pindah ke Green Home, –bertolak dengan namanya– merupakan apartemen kumuh dengan penghuni dengan karakter serta latar belakang yang berbeda-beda. Hyun-soo –siswa yang mempunyai riwayat dirundung– merencanakan untuk mengakhiri hidupnya, terlebih setelah keluarganya tewas dalam kecelakaan lalu lintas. Batal bunuh diri, ia justru mendapatkan gejala-gejala yang menuntun dirinya menjadi monster.

Halusinasi, mimisan, dan muntah. “If you have symptoms, kill yourself before it’s too late. Because being alive will harm others.” Begitulah kira-kira penggalan dalam episode kedua. Penghuni Green Home mulai bekerja sama bertahan hidup dari makhluk mengerikan. Jika diantaranya terinfeksi, maka akan dikurung. Berbeda, Hyun-soo memiliki kemampuan untuk menahan agar tidak menyakiti manusia. Dia dimanfaatkan menjadi senjata bagi yang bertahan untuk mengambilkan barang-barang di rumah mereka dan memerangi monster.

Selain kisah Hyun-soo, kehidupan pemain pendukung yang diperankan oleh Lee Jin-wook, Lee Do-hyun, Lee Si-young serta lainnya juga menarik dan memancing emosi. Karakter yang mereka tampilkan memiliki alasan atau perjalanan kisah sendiri yang tidak semua orang tau. Seperti Sang-wook yang menyekap dan menyiksa tetangganya, serta tidak takut saat membunuh monster dan Yi-kyeong, wanita yang terlihat gagah saat berkelahi meskipun nyatanya sedang mengandung. Terlihat pula, saat saling menolong dan menjaga pun sesungguhnya mereka juga takut, waspada, egois, dan tidak percaya satu sama lain.

Visualisasi moster dalam komik menjadi nyata juga sungguh epik, meskipun di beberapa bagian efek CG nya terlihat sedikit kasar. Sang sutradara, Lee Eung-bok menggandeng Legacy Effect yang juga menggarap film Avengers, Avatar, Hellboy dan juga Stranger Things. Dalam video behind the scene yang diunggah saluran Youtube The Swoon pun, para pemainnya merasa ketakutan melihat efek kostum dan riasan monsternya.

Musik latar berjudul Warrior yang dilantunkan Imagine Dragons juga mendramatisasi aksi heroik pemain saat mengalahkan atau saat merelakan dirinya dihabisi monster ketika membantu tetangganya.

Bicara ending, dapat dikatakan pula bukan akhir. Melainkan awal dari kehidupan penyintas yang berhasil ditolong dan dibawa ke camp, serta kelanjutan dari Hyun-su yang ternyata kabur bersama dengan tubuh Sang-wook yang dimasuki monster yang mencari inang.

Sweet Home, serial penuh umpatan, darah, kekerasan, dan emosi ini cocok untuk menemani liburan kalian. Khususnya bagi pecinta film/serial bergenre thriller. Namun penulis rasa genre thriller serial ini masih bisa dinikmati sambil menyeruput coklat panas di kala hujan.

Penulis: Winda N

Editor: Alfiansyah

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top