
Warta Utama— Jum’at (12/6) lalu, Universitas Diponegoro telah menententukan penyandang gelar Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) tahun 2020. Pemilihan tersebut bertujuan untuk menentukan perwakilan peserta Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional. Mawapres terpilih dikelompokkan atas dua jenjang yakni sarjana dan diploma.
Amanda Margareth (Juara 1), Resty Sutriani Ayu (Juara 2), Dedy Agus Mahendra (Juara 3), merupakan nama-nama terpilih sebagai Mawapres jenjang sarjana. Sementara di jenjang diploma diisi oleh Erico Fendy Sapatra (Juara 1), Mertantio Morry Yamiko (Juara 2), dan Muhammad Agung Setyawan (Juara 3).
Munculnya nama-nama tersebut ialah hasil berjalannya serangkaian seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestaasi (Pilmapres) Undip 2020. Staf Muda Bidang Riset dan Keilmuan BEM Undip, Muhammad Hisyam mengungkapkan, “Mawapres fakultas yang melanjutkan ke tingkat universitas mengumpulkan berkas melalui google formulir, kemudian dilaksanakan seleksi on desk yakni seleksi berkas-berkas yang telah dikumpulkan tiap Mawapres,” ujarnya.
Hisyam juga menyebutkan, kandidat lima besar dari masing-masing jenjang diumumkan setelah seleksi pemberkasan tersebut. Ditambah lagi seleksi presentasi dan diskusi mengenai gagasan kreatif yang dibawa oleh tiap Mawapres. Barulah akhirnya, penyandang juara diputuskan. “Pemilihan Mawapres 123 tingkat univ (universitas, -red) dilakukan dengan cara mengadakan rapat pleno secara langsung yang dihadiri oleh para dewan juri dan Person in Charge Pilmapres Undip 2020 di kampus Tembalang,” tambah Hisyam.
Rangkaian seleksi Mawapres tingkat Undip tersebut berlangsung pada 4-12 Juni 2020. Dengan pelaksanaan secara daring menggunakan aplikasi Microsoft Teams. Sementara pengumuman juara diilaksananakan secara siaran langsung melalui Instagram BEM Undip dan saluran YouTube Undip TV.
Bersamaan dengan itu, Mawapres I Undip 2020, Amanda Margareth Inganta Sebayang mengaku terkejut saat mengetahui dirinya terpilih sebagai juara I Mawapres Undip 2020. Kendati demikian, ia sangat bersyukur atas kesempatan yang telah diberikan. Amanda menuturkan bahwa perjuangan untuk meraih gelar tersebut tidaklah mudah. Namun pada akhirnya, perjuangan Amanda Margareth terbayar sudah.
“Banyak naik-turun tentunya. Usaha yang dikeluarkan untuk mengikuti proses seleksi, juga tidak sedikit. Harus dapat menyesuaikan dengan jadwal kuliah dan jadwal di luar kuliah,” ungkap Amanda.
Disamping itu pula ia berharap agar kelak tidak hanya berguna untuk diri sendiri, namun juga masyarakat luas. “Titel yang telah diberikan sebenarnya hanyalah sebuah fungsi dan motivasi yang dapat digunakan untuk menjadi lebih baik lagi,” tutupnya.
Reporter : Cindy Yulita
Penulis : Cindy Yulita
Editor : Winda N, Alfiansyah