Cegah Diabetes Melitus, Mahasiswa Undip Lakukan Screening Gula Darah

Mahasiswa KKN Undip melakukan pemeriksaan gula darah para lansia Desa Gesing, Sabtu (20/7) (Dok. Istimewa)

Gesing, Temanggung– Mahasiswa KKN jurusan kedokteran bersama pengurus Puskesmas Desa Gesing mengadakan skrining gula darah untuk mencegah penyakit diabetes mellitus, Sabtu (20/7). Pemeriksaan gula darah memang penting untuk mendiagnosa penyakit diabetes. Namun, tidak semua tes gula darah dapat digunakan untuk tujuan tersebut. Pemeriksaan dilaksanakan pada pagi hari pukul 08.00 – 11.00 WIB, bertempat di Dusun Maluwih, Desa Gesing, Temanggung.

Kegiatan ini diikuti oleh para lanjut usia yang berusia 45 tahun ke atas dan diadakan setiap bulan pada tanggal 20. Pemeriksaan gula darah sebaiknya dilakukan rutin mulai usia 10 tahun atau saat pubertas sebelum berusia 10 tahun. Semakin cepat melakukan cek gula darah, semakin cepat pula anak-anak mampu mencegah kemungkinan terkena diabetes saat dewasa nanti.

Acara dimulai dengan mempersiapkan peralatan dan makanan untuk pasien berupa roti. Pengecekan gula darah sebaiknya dilakukan saat pasien sebelum mengkonsumsi apapun.

Selanjutnya, pihak puskesmas melakukan penimbangan untuk mengetahui berat badan pasien agar dapat memantau peningkatan maupun pengurangan berat badan pasien. Kegiatan dilanjutkan dengan pengukuran lingkar pinggang dan lingkar lengan pasien. Berdasarkan analisis data, rasio dari lingkar pinggang dan lingkar panggul bisa menjadi salah satu faktor resiko terkena obesitas.

Kegiatan demi kegiatan berjalan lancar dan setiap kegiatan dicatat di buku khusus. Pemeriksaan gula darah dapat dilakukan sekadar untuk mengetahui kadar gula di dalam darah, mendiagnosis penyakit diabetes maupun untuk mengevaluasi apakah kadar gula darah penderita diabetes terkontrol atau tidak.

Berdasarkan data yang diperoleh, dapat diketahui bahwa warga desa Gesing mempunyai kadar gula darah normal berkisar antara 70-130 mg/dL. Pengecekan gula darah dengan cara menusuk ujung jari dengan jarum khusus hingga mengeluarkan sedikit darah. Darah kemudian di teteskan pada strip glukosa, yang tertancap pada alat yang disebut glukometer. Tidak perlu menunggu waktu yang lama untuk mengetahui hasilnya karena sudah bisa didapatkan hanya dalam waktu 10-20 detik. (Naufal Arik)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top