Penyerahan timbangan oleh perwakilan Tim KKN Undip kepada ketua bank sampah (Dok. Istimewa)
Pekalongan – Persoalan sulitnya pengelolaan sampah bukanlah hanya terjadi di tingkat desa, kota, negara, namun juga terjadi di tingkat dunia. Hal yang serupa juga ditemui Mahasiswa KKN Undip yang melihat sampah sebagai permasalahan yang cukup rumit untuk diatasi di Desa Kedungpatangewu. Masyarakat desa memiliki kebiasaan buruk dalam mengelola sampah, yaitu dengan cara membuang dan membakar sampah di lahan kosong. Hal tersebut menyebabkan berbagai masalah yaitu pencemaran udara dan masalah kesehatan muncul. Masyarakat desa juga belum memahami cara mengelola sampah dengan baik. Selain itu khususnya di Dusun Kademangan, tidak hanya memiliki satu titik tempat pembuangan sampah sembarangan, namun ada beberapa titik sehingga mahasiswa berpikir bagaimana mengurangi banyaknya tumpukan sampah di lahan kosong dan pembakaran sampah yang terus menerus dilakukan warga.
Sosialisasi pengolahan sampah kepada masyarakat oleh Tim KKN Undip (Dok.Istimewa)
Sosialisasi pengelolaan sampah telah disampaikan kepada seluruh pengurus PKK Desa Kedungpatangewu (8/8/19), perwakilan Tokoh Dusun Kademangan (10/8/19) dan warga Dusun Kademangan (18/8/19). Pendampingan dalam pengelolaan sampah diawali dengan cara memberikan sosialisasi kepada masyarakat desa yaitu melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang. Sampah organik jika diolah dengan baik dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, sedangkan sampah anorganik seperti botol plastik dapat diolah menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual.
Selain itu, mahasiswa KKN Undip berupaya mendorong untuk hadirnya bank sampah di Desa Kedungpatangewu. Penerapan awal bank sampah dilaksanakan di Dusun Kademangan terlebih dahulu. Hal ini disebabkan letak geografis Desa Kedungpatangewu yang luas dan terdiri dari 4 dusun. Mahasiswa bersama-sama dengan warga juga telah membentuk pengurus bank sampah pada tanggal 14 Agustus 2019 dan diakhiri dengan penyerahan simbolis 2 buah timbangan dari mahasiswa KKN Undip kepada Ketua Bank Sampah.
Bank sampah merupakan salah satu solusi dalam pengelolaan sampah yang dilakukan dengan metode menyerupai bank pada umumnya. Bank sampah juga memiliki organisasi kepengurusan seperti ketua, sekretaris, bendahara, dan humas. Alur pembentukan maupun sistem kerja dari Bank Sampah dijelaskan secara lengkap dalam modul bank sampah. Master plan bank sampah juga telah disampaikan mahasiswa KKN Undip pada tiga pihak yakni perangkat desa, pengurus bank sampah dan remaja dusun kademangan. Mahasiswa KKN juga memiliki harapan bahwa master plan bank sampah akan menjadi pedoman pelaksanaan bank sampah, bank sampah dapat diterapkan di tingkat desa, dapat mengurangi sampah berserakan secara signifikan dan menciptakan pengelolaan lingkungan yang baik. (Raras Sekar Kinasih/FPP)




