Pemeriksaan gigi gratis oleh Tim KKN Undip di SD 2 Jenengan, Sabtu, (27/7) (Dok. Istimewa)
Grobogan- Permasalahan yang banyak terjadi di kalangan masyarakat Desa Jenengan adalah tingginya tingkat gangguan kesehatan gigi terutama di kalangan anak-anak. Berdasarkan fakta hasil survei dengan pendekatan kepada masyarakat, Shabika, mahasiswi Departemen Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro menginisiasi pemeriksaan gigi terhadap anak-anak di SD 2 Jenengan, Sabtu, 27 Juli 2019.
Pemeriksaan gigi pada anak menggunakan teknik disclosing solution sebagai teknik yang paling mudah untuk dilakukan dalam pengecekan kesehatan gigi anak, pemeriksaan DMFT, serta memberi edukasi terhadap anak untuk kesehatan gigi mereka. Kegiatan ini diikuti oleh 20 anak siswa kelas 4 SD 2 Jenengan.
Dari hasil pemeriksaan, permasalahan gigi paling banyak diderita mayoritas murid adalah karies tunggal, karies multiple, profunda hingga gangren gigi. Saat melakukan sesi konseling, ditemukan fakta bahwa banyak orangtua anak yang tidak memeriksakan gangguan kesehatan gigi anak ke pihak yang profesional dan lebih memilih mengatasinya dengan mitos obat tradisional seperti pemberian daun pandan pada anak yang memiliki gigi berlubang sehingga memperparah kondisi gigi anak.
“Kerusakan gigi anak disini kebanyakan disebabkan oleh cara menyikat gigi yang salah, terlalu banyak mengkonsumsi gula, pola makan yang salah dan penanganan penyakit gigi yang salah. Bahkan ada satu siswa yang memiliki gigi berlubang disertai ulat kecil karena diberi daun pandan dengan tanpa konsultasi ke dokter gigi,” papar Shabika.
Untuk memberikan pengetahuan yang dapat dipahami langsung oleh anak-anak, Shabika bersama mahasiswa KKN Tim 2 Undip Desa Jenengan yang lain mengadakan gerakan sikat gigi bersama. Seluruh siswa sangat antusias mempraktikan cara menyikat gigi yang dipimpin oleh Shabika dengan sikat gigi baru dan pasta gigi gratis yang dibagikan kepada mereka. Selain itu ada juga hadiah yang diberikan melalui kuis tentang pengetahuan kesehatan gigi kepada anak-anak.
Dari kegiatan ini, diharapkan anak lebih paham tentang apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga gigi mereka agar tetap sehat sehingga terhindar dari penyakit mulut untuk kesehatan mereka di masa mendatang. (Puspita Kirana/FISIP)




