Gedung Prof. Soedarto SH, Jadi Saksi Meriahnya Satria Magenta 2025

Suasana PKKMB Fakultas Psikologi Tahun 2025 di Gedung Prof. Soedarto, SH, pada Senin (19/8). (Sumber: Manunggal)

Warta Utama – Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) serentak dilaksanakan di semua fakultas yang ada di Universitas Diponegoro (Undip) pada Selasa (19/8). Salah satunya adalah, Fakultas Psikologi (FPsi) yang mana PKKMBnya tahun ini mengalami gebrakan terkait tempat pelaksanaan. Pada tahun sebelumnya, PKKMB FPsi dilakukan di area FPsi tepatnya di area basement, akan tetapi di tahun ini dilakukan di Gedung Prof. Soedarto SH, Tembalang. Hal ini disebabkan oleh adanya kenaikan jumlah mahasiswa baru dengan peningkatan sebanyak 33 mahasiswa, dari 362 pada tahun 2024 menjadi 395 di tahun 2025. Jumlah peserta 395 mencakup jenjang S1 dari 25 mahasiswa jenjang S2. Gedung Prof. Soedarto SH, memiliki kapasitas gedung yang sangat luas untuk menampung 395 peserta, sehingga acara berjalan lancar dan mahasiswa baru memiliki ruang yang nyaman untuk mengikuti kegiatan tersebut. Mengenai pemindahan ini, pihak Universitas mendukung dan mempermudah proses birokrasi.

Rangkaian acara PKKMB ini disusul acara Pendidikan Karakter (Pendikar) atau Satria Magenta FPsi pada Rabu (20/8) hingga Jumat (22/8). Berbeda dengan PKKMB, Pendikar Satria Magenta ini dilakukan di area Gedung FPsi yang menggunakan ruang kelas dan aula. 

“Kita menggunakan 5 ruang untuk acara Satria Magenta, yaitu ruangan 204, 205, 207, 208, dan aula,” ungkap Nabila Bilqis selaku panitia divisi acara.

Kegiatan PKKMB dan Pendikar mengusung tema Suda Kara yang berarti mata air kehidupan. Tema ini memiliki makna bahwa mahasiswa baru ibarat mata air yang jernih. Dipercaya bahwa mata air ini tidak selalu diam di tempat, tetapi mengalir hingga berada di samudra. Analogi ini berarti bahwa kegiatan Satria Magenta membantu membawa mahasiswa baru untuk beradaptasi dari masa sekolah ke masa perkuliahan. 

Kedua rangkaian acara ini diisi oleh dosen-dosen FPsi dan pihak eksternal FPsi, yaitu pihak Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) untuk memperkenalkan fasilitas-fasilitas yang ada di Undip.

Persiapan kegiatan Satria Magenta oleh panitia dimulai sejak bulan April, 

“Prosesnya 3 bulan, mulai dari penyusunan panitia, first gathering untuk seluruh panitia. Panitia di FPsi itu cukup banyak, ada 99, jadi memang persiapan perdivisi itu cukup banyak,” ungkap Amelia Nadia selaku ketua pelaksana. 

Adapun inovasi rangkaian acara pada tahun ini, yaitu ditambahkannya tim medis yang dilaporkan belum ada di tahun sebelumnya. Disediakan pula rescue med yang difokuskan untuk mengobati keluhan sakit para mahasiswa baru. Tenaga medis tersebut tidak hanya sekadar dibentuk, tetapi juga melakukan pelatihan di Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM). Tak hanya itu, di tahun ini para panitia mengadakan program kerja Sapa Maba yang cukup meriah, yang mana diketahui bahwa di tahun-tahun sebelumnya tidak ada. 

Program kerja Sapa Maba ini berhasil membuat mahasiswa baru merasa disambut dengan hangat Ketika pertama kali menginjak dunia perkuliahan.

“Waktu masuk kakak-kakak tingkatnya juga pada ramah-ramah semua, kayak kita disambut hangat, seperti Waktu PKKMB juga selalu dibilang ‘welcome home, welcome home’. Jadi kayak terharu banget,” ungkap Amerada Radinka mahasiswa baru Fakultas Psikologi 2025.

Rangkaian acara Satria Magenta juga berhasil menumbuhkan semangat mahasiswa baru untuk menyambut awal dunia perkuliahan.

“Aku excited! Apalagi Pendikar berbeda materi dengan PKKMB. PKKMB kan lebih formal banget. Kalau di Pendikar  itu lebih seperti udah mulai ada bahas-bahas mental health dan sebagainya, jadi siap masuk kuliah karena ada gambaran,” kata Citra Mahdalena Manik, salah satu mahasiswa baru FPsi 2025.

Meski berjalan sukses, PKKMB tahun ini tidak lepas dari kendala teknis, terutama karena adanya perubahan jadwal mendadak. Namun dibalik itu, para mahasiswa baru tetap menyambut positif acara ini dan merasa lebih siap menapaki dunia kampus. 

Salah satu tantangan utama yang dihadapi panitia adalah perubahan jadwal dari dua hari menjadi hanya satu hari. Semula, PKKMB direncanakan berlangsung selama dua hari penuh, akan tetapi karena tanggal 18 Agustus bertepatan dengan cuti bersama, akhirnya kegiatan dipadatkan pada 19 Agustus. 

Hal ini membuat panitia harus memotong beberapa sesi materi agar semua rangkaian tetap bisa tersampaikan. Menurut Ragil Mukhlishani, salah satu panitia divisi acara, perubahan jadwal ini cukup berdampak pada efektivitas acara. 

“Tadinya kan dua hari, tiba-tiba jadi satu hari. Akhirnya banyak sesi yang dipotong, misalnya pembicara yang harusnya 30-40 menit jadi cuma 15 menit. Memang terasa kurang efektif, tapi ya mau gimana lagi,” ungkapnya. 

Meski demikian, panitia tetap berusaha agar esensi dari setiap materi tidak hilang dan mahasiswa baru tetap mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kehidupan kampus. 

Jika dari sisi jadwal ada keterbatasan, dari sisi tempat justru sebaliknya. Perpindahan lokasi dari Gedung Psikologi ke Gedung Prof. Soedarto dinilai sebagai keputusan yang tepat karena mampu menampung ratusan mahasiswa baru dengan fasilitas yang memadai. 

Nadya Syofwah Farhha Azwar, salah satu mahasiswa baru, mengaku puas dengan fasilitas yang disediakan. 

“Aku puas sih sama fasilitasnya, dari aulanya bersih, luas, nyaman, toilet dan musala nya juga bersih. Jadi enjoy aja.” 

Hal senada diungkapkan oleh Fahima Ammala Agustina. Menurutnya, perpindahan gedung memberi kesan lebih positif. 

“Fasilitas oke, apalagi dapet konsumsi yang worth it banget. PKKMB ini juga bikin aku makin yakin untuk menghadapi dunia kampus, karena banyak hal baru yang aku dapet di sini.” 

Selain fasilitas, Fahima juga menyoroti betapa pentingnya kegiatan PKKMB dalam membantu mahasiswa baru memahami dunia perkuliahan yang sangat berbeda dari masa Sekolah Menengah Atas (SMA). 

Selain pengenalan kampus, Pendikar juga diselenggarakan untuk membekali soft skill, komunikasi, dan adaptasi mahasiswa baru. 

Wilbert Silalahi, salah satu mahasiswa baru, merasa program ini bermanfaat bagi dirinya. 

“Dari skala 1-10 mungkin 9. Kita diajarkan adaptasi, soft skill, sampai pentingnya ikut kegiatan di luar kuliah. Jadi kuliah pulang aja itu nggak cukup.” 

Melihat antusiasme mahasiswa baru, panitia berharap kegiatan PKKMB dan Pendikar dapat menjadi bekal awal yang berguna bagi mereka. Perbedaan antara dunia sekolah dan kampus memang kerap mengejutkan, sehingga diperlukan pengenalan agar transisi berjalan baik. 

Nabila Bilqis, salah satu staff divisi acara, menyampaikan harapannya agar adik-adik mahasiswa baru tidak terkejut  dengan perbedaan dunia SMA dan kampus. Dan semoga terbantu dengan pengenalan awal ini.

Selain panitia, mahasiswa baru juga menyimpan harapan besar terhadap masa depan mereka di Undip. Amerada Radinka dan Citra Mahdalena Manik, misalnya, menuturkan keinginan mereka untuk menjadi mahasiswa berprestasi. 

“Aku pengen banget dapet relasi yang banyak, bisa ambis dapet Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna, dan lulus tepat waktu,” kata Amerada Radinka. 

“Setuju, semoga bisa tiga setengah tahun lulus, berprestasi, dan punya relasi yang oke,” tambah Citra Mahdalena Manik. 

Di akhir acara, Amelia Nadia, Ketua Satria Magenta 2025, memberikan pesan khusus bagi mahasiswa baru yang disebut sebagai Trisula Muda. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk menemukan dan mengembangkan potensi diri selama perkuliahan. 

“Semoga kehidupan kampus mereka dikelilingi lingkungan yang menyayangi, dengan teman-teman yang membersamai. Jangan takut mengeluarkan jati diri. Aku yakin semua di Kampus Magenta akan merangkul kalian dengan baik,” pesannya. 

Berakhirnya PKKMB dan Pendikar, menandai langkah awal mahasiswa baru, dengan bekal pengalaman pertama yang akan menjadi pijakan perjalanan panjang di dunia perkuliahan.

Reporter: Bulan Citra Purbarini, Salsa Puspita, Tia Bunga Junian

Penulis: Bulan Citra Purbarini, Tia Bunga Junian

Editor: Nurjannah, Nuzulul Magfiroh

Scroll to Top