
Poster Gim Pamali :The Tied Corpse, Suasana Area Pemakaman yang Suram di dalam gim (Sumber: idntimes.com)
Gim – Indonesia memiliki beragam budaya tradisional dan cerita rakyatnya yang fenomenal mampu menjadi daya tarik tidak hanya bagi warga lokal saja, tetapi juga warga internasional. Budaya-budaya tersebut kerap dilestarikan melalui beberapa cara, salah satunya melalui gim konsol maupun gim Personal Computer (PC). Gim Pamali: Indonesian Folklore Horror merupakan sebuah gim yang diluncurkan oleh sebuah developer lokal asal Bandung, yaitu StoryTale Studio, pada tahun 2018 silam. Gim yang langsung menarik minat banyak penggemar game ini dikenal karena keunikannya yang mengusung kisah rakyat Indonesia atau folklore melalui kacamata horor yang menegangkan dan kaya akan budaya tradisional.
Adapun penamaan judulnya sendiri diusung dari kata yang sama, yaitu ‘pamali’ dalam bahasa Sunda yang berarti pantangan atau larangan. Dinamakan demikian karena fokus utama alur dari gim ini adalah bagaimana user yang bermain sebagai karakter utama dapat memilih menjalankan misi-misi yang dapat berakibat tabu atau tidak, bergantung pada pilihan pemain. Selain itu, gim ini juga memiliki beragam ending yang didasarkan pada pilihan-pilihan yang dipilih pemain, apakah akan mendapat ending yang baik, memuaskan, atau justru ending buruk yang mencelakai sang karakter.
Selain penggunaan kata ‘Pamali’ sebagai judul utama dari gim ini, terdapat pula kata lain yang cukup menarik perhatian, yaitu kata ‘sompral’ yang berarti ‘berbicara sembarangan’ dalam bahasa Sunda. Ini dapat dilihat ketika sang karakter gim dihadapi dengan pilihan untuk berkata sopan ataupun sebaliknya. Jika pemain memilih dialog yang terdengar sopan, maka karakter yang dimainkan tidak akan diganggu. Tetapi sebaliknya, jika pemain memilih dialog yang terkesan menantang dan terdengar tidak sopan, maka karakter yang dimainkan harus bersiap untuk mengalami gangguan-gangguan mistis. Kata ‘sompral’ di dalam gim ini juga dapat ditemukan ketika pemain berhasil menamatkan satu per satu ending di dalam gim dan terdapat daftar tindakan ‘sompral’ yang menjadi penyebab utama pemain mendapatkan ending yang dimainkannya. Sehingga, gim ini juga dapat disebut sebagai gim interaktif, karena adanya hubungan kausalitas (sebab-akibat) antara karakter pemain dengan pilihan tindakan maupun perkataan di dalam gim tersebut.
Menariknya, StoryTale Studio tidak hanya merilis satu video gim saja, tetapi juga empat video gim dengan masing-masing alur kisahnya berlatarkan tempat yang berbeda dan budaya serta adat istiadat yang berbeda, mulai dari game base atau gim pertama yang diluncurkan pada tahun 2018, yaitu ‘Pamali: The White Lady’, dilanjutkan dengan perilisan DLC (Downloadable Content) gim-nya pada tahun 2019, yaitu ‘The Tied Corpse’, ‘The Little Devil’, dan ‘The Hungry Witch’.

Poster keempat gim ‘Pamali:Indonesian Folklore Horror’ (Sumber: Xupe.Hu)
Selain itu, alur cerita dari masing-masing gim ini dipayungi oleh satu kesatuan universe yang sama, yaitu saat setiap gim ini dimulai, user akan dibawa ber-prolog terlebih dahulu melalui satu karakter yang diyakini seperti seorang horror enthusiast yang menerima beragam surel seputar kisah-kisah mistis lokal yang dialami para korespondennya. Pemain akan diajak untuk menyelesaikan misi dari kisah-kisah yang dikirimkan tersebut, mulai dari ‘The White Lady’ yang mengisahkan tentang seorang pria bernama Jaka yang kembali ke kampung halamannya dengan maksud untuk menjual rumah lamanya di desa tersebut. Karena sudah terbengkalai cukup lama, Jaka harus membersihkan rumah tersebut dengan telaten dan benar agar rumahnya dapat laku terjual.

Salah satu adegan di dalam gim: Penampakan ‘The White Lady’ alias Kuntilanak yang sedang menggendong bayi (Sumber: Gamebrott)
Selama membersihkan rumahnya, Jaka sempat bernostalgia sejenak, tentang masa kecilnya di rumah tersebut, dan juga kenangan-kenangan yang ia miliki di dalamnya. Hingga tanpa disadari, ia pun menguak sebuah rahasia kelam dari kakak perempuannya yang menjadi konflik utama dalam munculnya teror kuntilanak di rumah tersebut selama Jaka menginap di sana. Keunikan lain dari gim ini adalah pemain memiliki beberapa hari untuk melakukan beberapa kegiatan, yang mana setiap kegiatan tersebut akan mengantarkan pada ending yang berbeda, seperti yang telah disebutkan di awal. Selain itu, penggunaan dubber lokal sebagai pengisi suara dialog tokoh Jaka yang kental akan logat Sunda khas Jawa Barat-nya membawa kearifan lokal tersendiri untuk gim ini. Adapun budaya-budaya pamali yang ditunjukkan dalam serial ‘The White Lady’ ini banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari, seperti larangan untuk mandi di malam hari, membuka payung di dalam rumah, bersiul hingga memotong kuku di malam hari.
Selanjutnya, dalam gim DLC Pamali yang kedua, yaitu ‘The Tied Corpse’, mengusung kisah tentang seorang penjaga kubur baru bernama Cecep yang ditugaskan untuk menguburkan mayat korban kecelakaan seorang diri. Berlatarkan tahun 2007, pengembang gim ini mampu memvisualisasikan pemakaman khas Indonesia dengan sangat baik, mulai dari penggambaran denah makam yang dikelilingi dengan banyak pohon kamboja, lengkap dengan nisan, musala, keranda mayat, sampai kain kafan yang menyelimuti para mayatnya. Misi utama pemain di dalam gim ini adalah untuk memakamkan mayat korban kecelakaan serta menjaga kuburan tersebut selama satu malam. Di sinilah letak euforia dan ketegangan tersebut terjadi, karena Cecep selaku protagonis harus berhati-hati dalam bertindak dan berkata. Sama seperti serial gim sebelumnya, ‘The Tied Corpse’ ini juga mengajak pemain untuk memilih tindakan yang tersedia, dan setiap tindakan tersebut akan mengarah pada akibat dan ending yang berbeda. Selain itu, kehadiran sosok mistis yang berbeda, yaitu Pocong, menambah kesan dramatis dan mistis di dalam gim tersebut. Adapun pantangan-pantangan yang ditonjolkan dalam serial ini adalah perintah untuk melepas tali pengikat kain kafan jenazah sebelum jenazah dikuburkan, larangan menyapu di malam hari, memutar lagu keras-keras, hingga menguburkan mayat secara asal-asalan dan salah membersihkan benda yang dikeramatkan.

Poster Resmi ‘Pamali: The Little Devil’ yang menampilkan suasana rumah kakek Putri dan sosok Tuyul di sampingnya. (Sumber: store.steampowered)
Dalam serial ketiga yaitu ‘The Little Devil’, pemain akan bermain sebagai Putri yang sedang pergi ke rumah mendiang kakeknya atas perintah ayahnya yang sedang sakit. Ia diberitahu bahwa mendiang kakeknya memiliki harta yang melimpah, di mana harta tersebut tentu dapat membantu membiayai pengobatan ayah Putri. Serial gim Pamali yang satu ini memiliki unsur yang sedikit berbeda dari kedua serial gim sebelumnya, yang mana pemain akan dihadapi dengan banyak teka-teki yang harus dipecahkan, namun tetap tidak melupakan unsur horor-nya dengan menghadirkan sosok makhluk mistis kecil yang dikenal sebagai Tuyul. Misi kita sebagai protagonis adalah mencari di mana kakek mengumpulkan harta bendanya selama ini, mengumpulkan harta-harta tersebut, dan membawanya ke pegadaian sebelum tutup. Jika Putri terlambat untuk membawa harta tersebut ke pegadaian, maka akan ada kesialan yang menunggunya. Satu lagi keunikan yang membedakan serial ketiga ini adalah penggunaan waktu yang lebih berfokus ke arah waktu pagi, siang, sore, dan malam, ketimbang unsur hari seperti dua serial sebelumnya. Sementara untuk serial terakhirnya, yaitu ‘The Hungry Witch’, pemain akan diajak untuk merasakan suasana Bali yang otentik dan lekat dengan budaya tradisional, di mana sang developer menonjolkan sosok Leak di dalam gim ini. Euforia pedesaan Bali yang masih asri, tetapi juga memberikan kesan yang syahdu, menjadi salah satu daya tarik dalam gim ini. Terlebih serial ini menceritakan tentang seorang perempuan muda yang tengah mengandung dan sedang pulang kembali ke kampung halamannya untuk bertemu dengan ibunya yang sakit. Namun ketika ia tiba, ibunya sudah dalam kondisi sekarat dan memintanya untuk segera melindungi bayi yang ada di dalam kandungannya tersebut dari intaian makhluk astral nan jahat. Lagi-lagi, yang membedakan gim DLC ini dengan serial gim-gim sebelumnya adalah unsur waktu, di mana dalam serial ini suasana malam hari lebih mendominasi secara keseluruhan. Alunan instrumental gamelan khas Bali juga melengkapi kesan mistis nan menyeramkan di dalam gim tersebut.
Secara keseluruhan, gim Pamali: Indonesian Folklore Horror ini banyak memberikan pelajaran untuk dapat menghormati budaya dan adat istiadat yang telah dilestarikan secara turun-temurun oleh masyarakat, serta menghargai setiap peraturan yang ada agar tidak menimbulkan malapetaka.
Penulis: Damayanti Afni Lathifa
Editor: Nuzulul Magfiroh, Nurjannah
Referensi:
Gamebrott.com. (2018). ‘Pamali’ Game Horror Asli Indonesia, Akhirnya Tentukan Tanggal Rilis!. Diakses pada 19 April 2025.
https://gamebrott.com/pamali-game-horror-asli-indonesia-akhirnya-tentukan-tanggal-rilis/
IDNTimes.com. (2019). 7 Fakta Unik Game Pamali yang Katanya Lebih Seram dari Dreadout. Diakses pada 19 April 2025.
https://www.idntimes.com/tech/games/nena-zakiah-1/game-horor-pamali?page=all
Kumparan.com. (2019). Review Game Pamali: Indonesian Folklore Horror. Diakses pada 20 April 2025.
https://kumparan.com/skyegrid-id/review-game-pamali-indonesian-folklore-horror-1r2X0d5ukpN/full
IDNTimes.com. (2019). Pamali: The Tied Corpse Rilis, Sensasi Bermain sebagai Penjaga Kuburan. Diakses pada 20 April 2025.
https://www.idntimes.com/tech/games/nena-zakiah-1/pamali-the-tied-corpse-rilis?page=all