Ratusan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Medan gelar aksi protes di halaman sekolah pada Jumat (7/2) (Sumber: Beritasatu.com)
Warta Utama – Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025 menjadwalkan masa pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dimulai sejak Senin (6/1) hingga Jumat (31/1). Namun, beberapa sekolah diketahui telat mengisi PDSS. Akibatnya, ratusan siswa-siswi terancam gagal mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Ketua Pelaksana SNPMB 2025, Prof. Tjitjik Sri Tjahjandarie, PhD sempat menyatakan bahwa finalisasi PDSS benar-benar ditutup pada Jumat (31/1).
“Pengisian PDSS itu betul-betul sudah kita tutup di tanggal 31 Januari hari Minggu lalu pukul 15.00 WIB,” ucap Tjitjik dalam kegiatan Sosialisasi Daring Mekanisme Pendaftaran SNBP 2025 melalui akun YouTube @snpmb_id, Senin (3/2) lalu.
Prof. Tjitjik juga menyatakan bahwa tidak ada perpanjangan waktu untuk finalisasi PDSS demi keadilan bagi seluruh sekolah yang memiliki siswa eligible.
“Ini kita memang harus betul-betul disiplin karena apa, kalau tidak disiplin itu nanti juga ini ada untuk meningkatkan asas keadilan bagi seluruh sekolah yang eligible,” kata Tjitjik saat diwawancarai oleh Detik.com.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2025, Eduart Wolok menguatkan pernyataan tersebut dengan menegaskan bahwa tidak ada perpanjangan waktu finalisasi PDSS sebagai syarat mengikuti SNBP.
“Sampai hari ini saya masih banyak menerima permintaan untuk perpanjangan PDSS. Sekali lagi itu tidak bisa kita lakukan karena itu berkaitan dengan tahapan jadwal yang sudah akan kita tempuh pada tahapan berikutnya,” tegas Eduart saat diwawancarai Detik.com.
Meskipun begitu, Panitia SNPMB telah menayangkan siaran pers di laman situs resmi SNPMB, snpmb.bppp.kemdikbud.go.id dan unggahan dalam akun Instagram @snpmb_id.

Caption pada postingan Siaran Pers: Penyelesaian pengisian PDSS untuk memberikan kesempatan siswa mendaftar SNBP (Sumber: Instagram @snpmb_id)
Siaran pers tersebut merupakan pemberitahuan penyelesaian pengisian PPDSS untuk memberikan kesempatan pada siswa mendaftar SNBP. Dalam siaran pers itu menyatakan bahwa hanya sekolah yang memenuhi kriteria yang mendapatkan perpanjangan waktu finalisasi. Hal itu juga dilakukan sebagai bentuk sikap menghargai sekolah lainnya yang telah disiplin melakukan pengisian PDSS sesuai waktunya.
Salah satu sekolah yang telat mengisi PDSS adalah Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Mempawah, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Kabar baiknya, sekolah ini akhirnya dapat mengikuti pendaftaran SNBP 2025. Hal tersebut disampaikan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson yang memastikan bahwa sebanyak 106 siswa SMAN 1 Mempawah bisa mendaftar SNBP 2025, sedangkan 7 siswa lainnya yang tidak lengkap datanya masih diperjuangkan.
“Alhamdulillah 106 orang siswa akan difinalisasi atau disetujui oleh Kemendikti untuk PDSS sehingga siswa dapat mengikuti SNBP, sedangkan 7 siswa yang tidak lengkap datanya masih diperjuangkan,” ucap Harisson saat diwawancarai Tribun Jatim pada Kamis (6/2).
Selain SMAN 1 Mempawah, peristiwa ratusan siswa gagal mendaftar SNBP juga terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Medan, Kota Medan, Sumatera Utara. Sebanyak 322 siswa terancam gagal mengikuti pendaftaran SNBP karena keterlambatan sekolah dalam finalisasi data nilai siswa. Hal tersebut menimbulkan protes dari kalangan siswa maupun orang tua siswa.
Wakil Kepala MAN 2 Model Medan Bidang Kurikulum, Ahmad Badren Siregar, mengakui adanya keterlambatan dalam finalisasi data nilai siswa. Akibatnya, MAN 2 Model Medan berstatus tidak selesai pada aplikasi SNPMB. Ahmad Badren juga mengungkapkan bahwa ketidakstabilan jaringan juga menjadi penyebab keterlambatan pengisian nilai sehingga tidak semua nilai berhasil dimasukkan sampai batas akhir finalisasi.
“Saat melakukan pengisian tidak berhasil, ketika upload menggunakan file Comma Separated Values (CSV) yang selalu gagal dan ditemukan pesan ‘Koneksi jaringan gagal (500) (Structured Query Language (SQL) statement execution failed).’ Akibatnya, belum semua nilai siswa berhasil di-input,” terang Ahmad Badren saat diwawancarai Radio Republik Indonesia (RRI) pada Senin (3/2).
Ahmad Badren juga menyatakan bahwa pihak sekolah telah mengajukan permohonan untuk memperoleh kesempatan menyelesaikan pengisian PDSS hingga selesai.
“Pada hari Senin, Kepala Sekolah MAN 2 Model Medan berangkat ke Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) di Jakarta untuk berkoordinasi dan mencari solusi terbaik dari permasalahan ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Utara, Erwin Pinayungan Dasopang membenarkan adanya keterlambatan pihak MAN 2 Model Medan dalam pengisian PDSS. Ia juga mengatakan bahwa dapat dipastikan siswa tetap bisa mengikuti jalur tes umum yang diketahui melalui link pemberitahuan resmi “Untuk jalur prestasi saat ini juga sedang menunggu surat atau link resmi untuk perpanjangan masa finalisasi data tersebut dari pihak dan lembaga terkait,” tambah Erwin saat diwawancarai Radio Republik Indonesia (RRI).
Diketahui bahwa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) telah empat kali memperpanjang proses finalisasi PDSS. Awalnya, finalisasi dijadwalkan dari Senin (6/1) hingga Jumat (31/1), kemudian diperpanjang hingga Minggu (2/2), lalu diperpanjang lagi hingga Rabu (5/2). Panitia SNPMB kembali memperpanjang finalisasi hingga Jumat (7/2). Melihat banyak sekolah yang belum melakukan finalisasi, batas waktu kembali diperpanjang hingga Sabtu (8/2) pukul 04.00 WIB.
“Jadi ada waktu 9 jam untuk sekolah-sekolah memastikan, memasukkan data anak-anak yang memang akan diusulkan untuk program SNBP SNPMB,” kata Menteri Pendidikan Tinggi Sains Teknologi (Mendiktisaintek), Satryo Soemantri Brodjonegoro dalam keterangan resminya saat diwawancarai Kompas.com pada Jumat (7/2).
Satryo menambahkan, ia menduga pihak sekolah mungkin belum sempat melakukan input data. Maka, adanya perpanjangan waktu finalisasi PDSS ini bisa mengantisipasi keterlambatan dari pihak sekolah.
Penulis: Salwa Hunafa
Editor: Nurjannah, Nuzulul Magfiroh
Referensi:
Detik.com. (2025, 4 Februari). Ada Sekolah Telat Daftar PDSS hingga Siswa Tak Bisa Ikut SNBP, Ini Kata Panitia SNPMB. Diakses pada Minggu (9/2) dari
Tribunnews.com. (2025, 7 Februari). Nasib 7 Siswa SMAN 1 Mempawah Masih Diperjuangkan, 106 Bisa Daftar SNBP 2025, Sempat Mogok Massal. Diakses pada Minggu (9/2) dari
RRI.co.id. (2025, 5 Februari). MAN 2 Medan Akui Ada Kegagalan dalam Proses SNBP. Diakses pada Minggu (9/2) dari
https://www.rri.co.id/lain-lain/1304181/man-2-medan-akui-ada-kegagalan-dalam-proses-snbp
Kompas.com. (2025, 8 Februari). Polemik Finalisasi PDSS, 4 Kali Diperpanjang Supaya Siswa Bisa Ikut SNBP 2025. Diakses pada Minggu (9/2) dari
https://www.kompas.com/edu/read/2025/02/08/104134871/polemik-finalisasi-pdss-4-kali-diperpanjang-supaya-siswa-bisa-ikut-snbp-2025
