Upacara Penerimaan Kembali Mahasiswa KKN: Mahasiswa Undip Wujudkan Pemberdayaan Inklusif di Desa!

Suasana Upacara Penerimaan Kembali Mahasiswa KKN Undip Tim II Tahun Akademik 2024/2025 di Stadion Undip, pada Kamis (22/8). (Sumber: Manunggal)

 

Warta Utama –  Universitas Diponegoro (Undip) menggelar upacara penerimaan kembali 7.253 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Tahun Akademik 2024/2025 di Stadion Undip, Tembalang, pada Kamis (22/8). 

Acara ini menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa selama 40 hari di 12 wilayah di Jawa Tengah, mencakup 82 kecamatan yang tersebar di 11 kabupaten dan 1 kota yang dimulai sejak 9 Juli hingga 21 Agustus 2024.

Upacara ini diawali dengan tarian sambutan yang juga merupakan salah satu persembahan dari mahasiswa KKN Undip di Kabupaten Klaten. Gerakan tarian indah yang dibawakan dengan  penuh seni tersebut merupakan tarian Gugur Gunung yang berhasil memukau para penonton.

Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., selaku pembina upacara, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan KKN. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya program KKN yang berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun Undip.

“Terima kasih atas partisipasi dan dedikasi para dosen pendamping yang telah membimbing dan membersamai mahasiswa KKN. Semoga karya bakti di tempat KKN mendapatkan berkah dan ridho dari Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Prof. Nomo

Prof. Nomo juga menekankan pentingnya pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama menjalani KKN, terutama dalam hal interaksi dengan masyarakat. Menurutnya, meski tidak semua masalah masyarakat dapat diselesaikan, mahasiswa setidaknya mendapatkan gambaran tentang problematika yang ada dan belajar cara berkomunikasi serta bersosialisasi dengan baik.

“Saya rasa mahasiswa KKN banyak mendapatkan ilmu di wilayah KKN masing-masing, terutama ketika harus berinteraksi dengan masyarakat. Ada masa-masa yang harus dijalani dengan berinteraksi langsung dengan masyarakat, dan itu tidaklah mudah,” imbuh Prof. Nomo.

Kepala Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN), Kurniawan Teguh Martono, S.T., M.T., dalam laporannya menyebutkan bahwa program KKN Tim II tahun ini mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat secara Inklusif melalui Potensi Unggulan KKN”, berhasil dilaksanakan dengan baik dan mendapat apresiasi dari masyarakat.

Beberapa proker yang menonjol meliputi percepatan penurunan stunting di 30 desa, peningkatan kesehatan ibu dan anak di 6 kabupaten, pemberdayaan anak yang tidak sekolah, pemetaan dan pengelolaan potensi wilayah untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, inovasi alat transportasi kesehatan untuk wilayah pedesaan, pemanfaatan bahan-bahan bekas dan limbah dapur untuk menjadi sumber penghasilan warga, program keilmuan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan di masyarakat, pengembangan wilayah untuk pariwisata, serta pengambilan data kemiskinan di wilayah KKN.

Di balik kesuksesan program KKN tersebut, sejumlah mahasiswa mengungkapkan berbagai kesan dan tantangan yang mereka hadapi selama pengabdian. 

Wisnu Magie Yudhistira, mahasiswa Program Studi (Prodi) Psikologi 2021 yang ditempatkan di Desa Jambe, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama yang dialami oleh timnya adalah larangan membawa kendaraan pribadi ke lokasi KKN. 

Menurutnya, larangan tersebut menjadi hambatan serius dalam menjalankan proker di desa, mengingat jarak antar lokasi kegiatan yang cukup jauh.

“Kendalanya kemarin kita gak dibolehin bawa kendaraan. Padahal kendaraan itu krusial, soalnya lokasi tiap kegiatan di desa agak jauh, jadi penghambat dari kita,” ungkap Wisnu.

Sementara itu, Ara, mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat yang menjalani KKN di Desa Tunjungsari, Kecamatan Siwalan, Pekalongan, mengaku mendapat banyak pengalaman berharga selama 40 hari di lapangan. Meski awalnya merasa asing, ia dan teman-temannya berhasil menjalin hubungan baik dengan warga setempat.

“Selama KKN rasanya seru, dapat banyak pengalaman baru dan juga belajar bagaimana cara bersosialisasi, hidup bersama orang-orang yang awalnya tidak dikenal tiba-tiba menjadi seperti keluarga,” terang Ara.

Pengalaman menarik lainnya pun datang dari Ananda Lintang, mahasiswa KKN yang ditempatkan di Desa Baran, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Ia menceritakan bahwa awalnya memiliki prasangka bahwa masyarakat di desa mungkin belum memiliki pemikiran yang maju. Namun, pengalamannya di lapangan justru mengubah pandangannya.

“Saya kira orang-orang di desa itu pemikirannya masih belum maju, ternyata di desa saya orang-orangnya malah banyak yang kuliah, jadi pemikirannya sudah terbuka,” ujar Lintang.

Selain itu, ia juga menambahkan bahwa interaksi dengan masyarakat desa sangatlah menyenangkan. Menurutnya, warga desa yang ramah dan mau membaur mempermudah tim KKN dalam menjalankan proker mereka. 

“Warga desanya seru, mau membaur juga, kebetulan tim saya juga mau mengikuti budaya di situ jadi lancar-lancar aja, gak ada kendala sama sekali,” imbuh Lintang.

Lintang juga membagikan pengalamannya bahwa ia ditempatkan di lokasi yang mayoritas merupakan persawahan. Oleh karena itu, ia mengungkapkan bahwa proker multi yang dilakukan oleh timnya yaitu pemanfaatan limbah bekatul untuk mengatasi stunting di desa .

“Mayoritas di desa saya adalah wilayah persawahan. Banyak bekatul yang terbuang, jadi program saya adalah mengubah bekatul menjadi produk olahan yang bermanfaat untuk pengolahan stunting di desa saya,” pungkas Lintang.

Muhammad Rizqi Amal, pun membagikan kesuksesannya selama menjalani proker. Ia membeberkan bahwa sasaran dari prokernya yaitu ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) untuk pelatihan ecoprint

“Kita membuat seperti totebag dan kaos, tetapi menggunakan bahan alami. Contohnya daun, terus dicetak dijadikan sebuah produk,” jelas Rizqi, mahasiswa KKN yang berlokasi di Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali. 

Upacara penerimaan kembali mahasiswa KKN Undip ini menegaskan komitmen universitas dalam memberikan pengalaman praktis yang berharga bagi mahasiswa dan dampak positif bagi masyarakat. 

Keberhasilan program KKN ini adalah hasil dari kerja keras, dedikasi, dan semangat pengabdian mahasiswa serta dukungan dari berbagai pihak. Harapannya, pengalaman dan pelajaran yang diperoleh selama KKN dapat terus memberikan manfaat dan inspirasi bagi para mahasiswa dalam perjalanan akademik mereka ke depan.

 

Reporter: M. Irham Maolana, K.M Khadizah Al Qubra, Aisyah Tsabita

Penulis: K. M Khadizah Al Qubra, M. Irham Maolana

Editor: Hesti Dwi Arini,  Nuzulul Magfiroh 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top