Maudy Ayunda dan HIVI! Meriahkan ODM Undip 2024: Inspirasi Teknologi dan Panggung Musikal

Suasana Orientasi Diponegoro Muda (ODM) Undip di Stadion Undip Tembalang, pada Minggu (18/8). (Sumber: Manunggal)

 

Warta Utama – Orientasi Diponegoro Muda (ODM) Universitas Diponegoro (Undip) 2024 sukses digelar pada Minggu, (18/8) di Stadion Undip, Tembalang, dengan mengusung tema “Memperluas Batas, Menjangkau Kapabilitas.” Kegiatan ini berlangsung meriah dengan menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi serta dinamika Revolusi Industri 5.0. 

 

ODM 2024 tidak hanya memperkenalkan mahasiswa baru (maba) pada kehidupan kampus, tetapi juga memotivasi mereka untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh era digital ini.

Pemilihan tema “Memperluas Batas, Menjangkau Kapabilitas” didasarkan pada relevansi isu teknologi dengan seluruh jurusan di Undip. Tema ini dirancang untuk mengajak maba berpikir lebih jauh tentang peran teknologi dalam rumpun ilmu mereka masing-masing. 

Teknologi bukan hanya sebagai alat bantu, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan riset dan meningkatkan kapabilitas dalam berbagai aspek kehidupan akademik dan profesional.

“Teknologi ini sangat seksis aku bilang, karena bukan soal perkembangannya, tapi bagaimana adaptasi penggunaannya,” ujar Aldi Kurniawan selaku Ketua ODM Undip 2024.

Menurutnya, teknologi memiliki peran penting dalam memperluas batasan-batasan yang ada dalam ilmu pengetahuan dan inovasi. Dengan tema ini, diharapkan maba tidak hanya memahami pentingnya teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya untuk mengembangkan potensi diri mereka.

ODM Undip adalah acara tahunan yang menandai awal proses kaderisasi untuk maba Undip, yang dikenal sebagai Diponegoro Muda, dan memberikan pemahaman mendalam tentang kehidupan kampus. Pada ODM 2024, sekitar 3.600 maba memukau para hadirin dengan menampilkan 8 konfigurasi Mozaik ODM yang mengusung filosofi Swa Abinaya, menggambarkan inovasi di era teknologi serta kekayaan Budaya Veneti Van Java, The Heritage of Semarang. 

 

Diponegoro Muda berkomitmen untuk memajukan nusantara melalui pendidikan, teknologi, dan pelestarian lingkungan sebagai langkah awal menyambut Revolusi Industri 5.0. Antusiasme maba sangat tinggi, terlihat dari banyaknya mereka yang berangkat pagi-pagi, bahkan sebelum gerbang dibuka pukul 05.30 WIB—banyak dari mereka sudah hadir sejak pukul 04.00 WIB. Seluruh maba juga tampak seragam dan kompak dengan mengenakan kaos official ODM Undip berwarna biru langit dan udeng. 

 

ODM Undip semakin terasa istimewa ketika Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyambut acara dengan gaya yang memukau. Dalam momen yang menarik perhatian, Prof. Nomo berkeliling di depan tenda maba dengan menaiki kuda, didampingi oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip 2024, Farid Darmawan.

 

Farid, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa ODM merupakan momen penting untuk menanamkan nilai-nilai yang akan menjadi pondasi bagi Diponegoro Muda.

 

“Kami berharap maba dapat menjalani pendidikan dengan nyaman dan terus membawa semangat perjuangan di kampus, mencerminkan sosok Pangeran Diponegoro yang dikenal akan nilai kejujuran, keberanian, dan kepedulian,” ujar Farid.

 

Rektor Undip, Prof. Nomo saat memberikan sambutan mengapresiasi penyelenggaraan ODM 2024 sebagai bagian akhir dari penyambutan maba. Ia menekankan pentingnya mengadopsi nilai-nilai religius seperti yang dicontohkan oleh Pangeran Diponegoro. 

 

“Sebagai ungkapan syukur atas kesempatan belajar di Undip, teruslah beribadah dan beramal saleh, serta laksanakan proses belajar dengan semangat religius,” pesan Prof. Nomo.

 

Dia juga menegaskan bahwa Pangeran Diponegoro adalah sosok yang peduli, sehingga maba harus membangun kepedulian antar teman dan tidak membiarkan seseorang menderita karena ketidakpedulian. 

 

“Pergaulan di dunia pendidikan tinggi memerlukan kewaspadaan ekstra. Sebagai mahasiswa yang mulai dewasa, penting untuk mengelola dan memantau langkah kita sendiri,” tambahnya.

 

Rektor Undip juga mengingatkan untuk menjauhi perilaku negatif seperti narkoba, terorisme, dan menjaga etika dalam pergaulan antara laki-laki dan perempuan. 

 

“Nikmati kehidupan dengan apa adanya dan berusahalah sekuat tenaga untuk mencapai kesuksesan. Jangan hanya menjadi mahasiswa yang kuliah pulang-kuliah pulang; ikuti aktivitas dan jadilah aktivis yang terlibat dalam berbagai hal. Ikuti passion-mu,” pesan Prof. Nomo.

 

Acara ini semakin menarik dengan penampilan Neo Alpha Dance, sebuah tarian yang memadukan modern dance dengan unsur budaya lokal Jawa Tengah. Tarian ini mencerminkan modernisasi berbudaya, kebebasan berekspresi, dan filosofi khas Diponegoro Muda. Melalui gerakan-gerakan yang dinamis, Neo Alpha Dance menggambarkan kehidupan modern, tantangan yang dihadapi oleh generasi muda, serta aspirasi untuk meraih mimpi besar.

 

Dalam acara ini, maba juga diperkenalkan pada 43 organisasi daerah (orda) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang mencakup bidang olahraga, seni, rohani, riset, mahasiswa berprestasi (mawapres), dan lainnya. Dengan total 361 peserta yang turut memeriahkan parade, acara ini memberikan kesempatan bagi maba untuk mengenal berbagai aktivitas dan organisasi yang ada di Undip.

 

Kehadiran Maudy Ayunda sebagai narasumber dalam talkshow Dipscussion bertajuk “Transformasi Era Baru Teknologi Pada Revolusi Industri 5.0” pada acara ODM Undip 2024 menambah semarak acara dengan kehadiran yang sangat menginspirasi. 

 

Maudy, yang dikenal sebagai penyanyi, aktris, serta aktivis pendidikan, membagikan ilmu dan wawasan berharga tentang bagaimana maba dapat menjadi agen perubahan di era digital yang serba cepat ini. Dalam sesi tersebut, Maudy menekankan pentingnya adaptasi terhadap kemajuan teknologi, terutama dalam konteks Revolusi Industri 5.0.

 

“Di tengah perkembangan teknologi yang pesat, generasi muda harus selalu siap untuk beradaptasi, menjadi pembelajar mandiri, dan percaya diri menghadapi perubahan,” ujar Maudy. 

 

Dia menggarisbawahi kebutuhan untuk memiliki keterampilan berpikir kritis, fokus, disiplin, serta kemampuan komunikasi yang baik sebagai cara untuk meningkatkan ketahanan diri di era modern.

 

Maudy juga menyoroti pentingnya pendidikan dalam era ini, sekaligus memperingatkan akan tantangan sosial terkait kemajuan teknologi. 

 

“Kita harus bijaksana dalam mengevaluasi dan menyaring informasi yang berlimpah. Teknologi harus digunakan sebagai alat yang mendukung kreativitas dan pemikiran kita, bukan menggantikannya,” jelasnya. 

 

Pesan Maudy mengingatkan maba bahwa tidak ada jalan pintas dalam hidup. Penting untuk mulai berproses dan memanfaatkan teknologi dengan cara yang mendukung, bukan menggantikan kemampuan alami kita.

 

Setelah talkshow, Maudy menambah keseruan acara dengan mengajak maba bernyanyi bersama. Ia membawakan lagu hits-nya “Perahu Kertas” yang mengundang antusiasme para peserta. 

 

Tidak berhenti di situ, Maudy melanjutkan penampilan dengan lagu terbarunya yang berjudul “Hari Itu.” Dalam penampilan ini, ia membuat suasana semakin hangat dengan mengundang salah satu maba naik ke atas panggung untuk bernyanyi bersamanya, menciptakan momen yang penuh keceriaan dan interaksi langsung.

 

Setelah maba dimanjakan dengan penampilan Maudy Ayunda, acara ODM Undip 2024 berlanjut dengan penampilan menarik lainnya, yaitu Mahakarya. Mengusung tema teknologi dan Revolusi Industri 5.0, Mahakarya adalah sebuah drama musikal yang memukau, menggambarkan perjalanan seorang remaja yang terjebak dalam ketergantungan teknologi dan isu digital yang berdampak negatif pada kehidupannya.

 

Melalui alur cerita yang mendalam dan penggambaran visual yang kuat, penampilan ini menyampaikan pesan tentang pentingnya mengelola teknologi dengan bijak. Di akhir cerita, Mahakarya menyoroti transformasi yang dialami remaja tersebut dan bagaimana ia mencapai prinsip “Memperluas Batas, Menjangkau Kapabilitas”.

 

Dalam Orasi Ketua BEM pada acara ODM 2024, setiap Ketua BEM dari fakultas dan Sekolah Vokasi (SV) menyampaikan orasi secara bergiliran. Mereka berjalan dari barisan tenda maba hingga titik berhenti di depan panggung, sebelum diakhiri oleh orasi dari Ketua BEM Undip. Orasi masing-masing ketua BEM ini menyoroti ciri khas dan identitas fakultas atau sekolah mereka, dengan fokus pada tema umum teknologi dan Revolusi Industri 5.0. 

 

Acara ini juga membawa momen emosional ketika para ketua BEM melakukan aksi simbolik sebagai bentuk kepedulian terhadap almarhumah dr. Aulia Risma Lestari, mahasiswa PPDS Program Studi (Prodi) Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran (FK) Undip, serta menuntut agar kasus dugaan perundungan yang menimpanya diusut hingga tuntas. 

 

Ketua BEM Undip memimpin aksi dengan membawa setangkai bunga mawar, diikuti oleh aksi tutup mata dari seluruh aliansi BEM fakultas dan SV sebagai tanda penghormatan. Acara diakhiri dengan doa bersama seluruh maba untuk mendiang dr. Aulia.

 

Pada ODM Undip 2024, setelah orasi Ketua BEM yang memukau, acara seharusnya dilanjutkan dengan penampilan jingle baru ODM. Namun, karena adanya kontrak waktu dengan guest star, penampilan jingle harus dibatalkan. Meski demikian, suasana tetap bersemangat ketika acara langsung berlanjut dengan penampilan dari band populer HIVI! Maba menunjukkan antusiasme luar biasa, berlarian memadati area dekat panggung untuk bernyanyi bersama.

 

Mereka membawakan sejumlah lagu yang menghibur maba dengan penuh semangat. Lagu-lagu yang dibawakan mencakup “Indahnya Dirimu,” “Satu-Satunya,” “Orang Ketiga,” “Mata ke Hati,” “Remaja,” “Pelangi,” dan “Siapkah Kau Tuk Jatuh Cinta Lagi.” 

Kesuksesan penyelenggaraan ODM tahun ini tidak lepas dari persiapan matang yang dilakukan oleh panitia. Setiap aspek teknis dan konsep telah dipikirkan dengan cermat untuk memastikan bahwa acara ini dapat berjalan lancar dan memberikan kesan positif bagi maba.

Salah satu kelebihan ODM tahun ini adalah bagaimana panitia berhasil mengatasi berbagai kendala yang ada, berkat evaluasi mendalam dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Evaluasi ini tidak hanya mencakup aspek teknis, tetapi juga memperhatikan administrasi dan transparansi dalam pelaksanaan acara.

“Kalau soal perasaan, kita bisa tidur nyenyak, tidak memikirkan lagi, mungkin Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) tapi sudah biasa, senang, bahagia, dan merasa lega,” ujar Aldi.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya bahwa acara tahun ini memenuhi ekspektasi panitia. Melihat euforia dan kesenangan dari maba, Aldi merasa semua kerja keras dan usaha yang telah dikerahkan menjadi sangat berarti.

ODM Undip 2024 tidak hanya berhasil dari segi teknis, tetapi juga berhasil menarik perhatian maba dengan mendatangkan bintang tamu terkenal seperti HIVI! dan Maudy Ayunda. Kehadiran mereka menjadi magnet tersendiri yang meningkatkan antusiasme peserta.

Namun, lebih dari itu, Aldi berharap ODM Undip 2024 mampu menanamkan kesadaran akan pentingnya teknologi dan potensi diri pada maba. 

“ODM Undip tuh tidak fokus untuk mengubah orang, tidak fokus mengubah karakter, tetapi menanamkan kesadaran bahwa teknologi sepenting itu,” ujar Aldi.  

Meskipun acara berjalan lancar, suasana panas di stadion menjadi salah satu tantangan bagi para peserta. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat maba yang hadir. Sukma, salah satu maba Prodi Arsitektur mengungkapkan, “kesannya sih panas ya, panas banget tapi seru, apalagi acara puncak HIVI!”. 

Rangkaian acara ODM Undip tahun ini berhasil memenuhi ekspektasi maba, dengan persiapan yang hanya dilakukan dalam waktu 3 bulan. Setiap aspek teknis dan konsep acara telah dipertimbangkan secara matang, termasuk pengaturan area parkir dan jalur menuju lokasi acara yang mendapatkan pujian dari peserta.

Mutia, salah satu maba Prodi Manajemen menyatakan, “Keren sih, karena panitianya lumayan prepare buat ngurusin dari parkiran, dari jalan menuju sana, acara-acara oke, apalagi yang teater juga seru, terus acara terakhir juga ada HIVI! jadi worth it untuk diikuti.”

Secara keseluruhan, ODM Undip 2024 memberikan kesan yang positif bagi maba, meskipun ada beberapa catatan yang perlu diperbaiki, seperti area tenda yang tidak terjaga dengan baik dan kurangnya jumlah toilet yang tersedia.

Kehadiran bintang tamu terkenal, seperti HIVI! dan Maudy Ayunda menjadi salah satu daya tarik utama yang meningkatkan antusiasme peserta. Meski demikian, panitia diharapkan dapat memperbaiki beberapa aspek teknis untuk penyelenggaraan di masa mendatang agar acara berjalan lebih kondusif dan nyaman bagi seluruh peserta.

Dengan demikian, ODM Undip 2024 tidak hanya menjadi ajang orientasi, tetapi juga menjadi fondasi bagi maba untuk mulai mengeksplorasi dan mengembangkan kapabilitas mereka di era digital.

 

Reporter: M. Irham Maolana, Verheina Jasmine Shakatax

Penulis: M. Irham Maolana, Verheina Jasmine Shakatax, Nuzulul Magfiroh

Editor: Hesti Dwi Arini, Ayu Nisa’Usholihah 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top