PKKMB dan Pendikar Sekolah Vokasi 2024 : Gebrakan, Permasalahan, dan Pelajaran

Pemaparan Materi oleh Narasumber di Gedung Muladi Dome, Senin (12/8)  (Sumber: Manunggal)

 

Warta Utama – Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Sekolah Vokasi (SV) Universitas Diponegoro (Undip) berlangsung selama dua hari dan dilanjutkan dengan Pendidikan Karakter (Pendikar) pada hari ketiga hingga kelima. Pada Senin (12/8), SV Tembalang dan Peleburan bersama-sama melaksanakan kegiatan PKKMB hari pertama di Gedung Muladi Dome, Undip.

 

Kegiatan PKKMB dilaksanakan di tingkat fakultas, sementara kegiatan Pendikar dilaksanakan di tingkat program studi (prodi). Beragam materi disampaikan untuk membekali mahasiswa baru (maba) dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menempuh pendidikan di lingkungan perguruan tinggi.

 

Kegiatan berkelompok selama Pendikar juga mengenalkan pentingnya kerja sama dan komunikasi yang baik. Dalam kegiatan berkelompok ini pula, mahasiswa bisa melatih jiwa kepemimpinannya. Maba melakukan branding kelompok dengan mengolaborasikan potensi masing-masing anggota sehingga menciptakan potensi kelompok.

 

“Harapannya mahasiswa baru dapat memahami potensi diri sendiri dan bisa mem-branding individu serta kelompoknya, supaya bisa diterapkan di dunia perkuliahan maupun dunia kerja,” ujar Lady Greace, Koordinator Humas Panitia PKKMB dan Pendikar 2024.

 

Dengan semua materi yang disampaikan sebelum maba terjun dalam dunia perkuliahan, diharapkan dapat menciptakan ketahanan mental karena transisi dari dunia sekolah dahulu ke dunia perkuliahan. 

 

Kegiatan yang dilaksanakan selama 5 hari tersebut menjadi dasar yang kuat bagi mahasiswa Undip agar menjadi pribadi yang Communicator, Professional, Leader, Thinker, and Educator (COMPLETE) dan dapat menerapkannya saat telah lulus dari Undip. 

 

Tidak hanya melalui materi, maba juga memerankan peran COMPLETE tersebut dalam kelompok. Masing-masing anggota memerankan salah satu dari kelima peran, kemudian menyelesaikan suatu permasalahan yang diberikan dan harus menebak peran apa yang dimainkan oleh mahasiswa lainnya.

 

Pada hari terakhir PKKMB dan Pendikar SV, dilakukan pemilihan ketua angkatan. Kemudian masing-masing prodi melakukan foto bersama di Gedung Dekanat SV.

 

Multibahasa dalam Kegiatan Penyambutan Maba

Master of Ceremonies (MC) merupakan elemen penting dalam kelancaran sebuah acara, termasuk dalam kegiatan PKKMB SV 2024. Tahun ini, pelaksanaan PKKMB SV hadir dengan inovasi baru yang membedakannya dari tahun-tahun sebelumnya, yakni penggunaan tiga bahasa sebagai bahasa pengantar, yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Jepang. Acara dibawakan secara bergantian dalam tiga bahasa. Dimulai dengan bahasa Indonesia, dilanjutkan dengan bahasa Inggris, dan diakhiri dengan bahasa Jepang.

 

Terdapat tiga mahasiswa yang berperan sebagai MC dalam PKKMB SV 2024. Ghanim Fahema membawakan acara dalam bahasa Indonesia, Muhammad Nabil Subagja membawakan dalam bahasa Inggris, dan Nishida Minori dalam bahasa Jepang.

 

Para MC tampil memukau dengan mengenakan pakaian adat tradisional. Ghanim Fahema tampil anggun dalam kebaya yang merupakan warisan budaya Jawa, sementara Muhammad Nabil mengenakan beskap, pakaian adat yang juga berasal dari Jawa. Nishida Minori menambah keanggunan acara dengan mengenakan kimono, pakaian tradisional Jepang yang elegan.

 

Nishida Minori merupakan mahasiswa asal Jepang yang sedang menjalani studi di SV Prodi Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur. Kehadiran Nishida Minori sebagai MC berbahasa Jepang merupakan salah satu bentuk implementasi dari program pertukaran pelajar yang berlangsung di SV.

 

“Inisiatif untuk menghadirkan MC yang menggunakan bahasa Jepang merupakan permintaan dari Dekan SV. Momen ini juga bertepatan dengan program pertukaran pelajar, sehingga Nishida Minori dipilih sebagai MC berbahasa Jepang,” terang Satria Anggito selaku Ketua Pelaksana PKKMB SV 2024.

 

Kehadiran MC yang menggunakan tiga bahasa dalam acara tersebut mendapat sambutan hangat dari seluruh maba angkatan 2024. Mereka tidak hanya merasa senang, tetapi juga terkejut dengan inovasi yang dihadirkan dalam penyelenggaraan acara. Para maba pun berharap agar inovasi MC tiga bahasa dalam PKKMB ini dapat dipertahankan pada tahun-tahun mendatang.

 

Gebrakan Baru: Komitmen Sekolah Vokasi bagi Lulusannya Nanti

Pada PKKMB tahun ini, SV Undip kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja dengan meluncurkan aplikasi inovatif berbasis ojek online, VOCADrive. Aplikasi ini merupakan hasil inisiatif dari Prodi Manajemen Administrasi Logistik (MAL) SV.

 

VOCADrive dirancang untuk memberikan layanan antar-jemput yang lebih aman dan murah bagi mahasiswa, karena pengemudinya juga berasal dari kalangan mahasiswa Undip sendiri. Menurut Alvet Ahmad Saputra (MAL 2022), Zafran (MAL 2022), dan Enriko (MAL 2023), aplikasi ini tidak hanya menargetkan mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum di Semarang. 

 

“Target kami secara luas adalah masyarakat umum di Semarang, namun secara khusus VOCADrive ditujukan untuk mahasiswa. Karena dari mahasiswa ke mahasiswa lebih aman dan lebih murah, juga bisa membantu meningkatkan penghasilan tambahan bagi mahasiswa,” ujar salah satu penggagas aplikasi VOCADrive.

 

Peluncuran aplikasi ini juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan akreditasi Prodi MAL SV. VOCADrive saat ini sudah tersedia di PlayStore dan menyediakan layanan antar-jemput.

 

Selain itu, dalam waktu dekat, akan diluncurkan pula layanan antar-jemput makanan yang saat ini masih dalam tahap pengembangan. Harapan besar disematkan pada VOCADrive agar dapat berjalan lancar dan sukses, serta terus berinovasi demi kesejahteraan mahasiswa Undip.

 

Keracunan Makanan di Hari ke-3

Santer kabar banyak mahasiswa yang merasa sakit setelah mengonsumsi makan siang pada Rabu (14/8), selama kegiatan Pendikar berlangsung. Menurut data yang diperoleh dari Senat SV pada Kamis (15/8), terdapat 57 maba yang merasakan diare dan sebagainya yang bersangkut paut dengan pengonsumsian makanan pada hari ke-3 tersebut.

 

Ketua pelaksana Pendikar Prodi Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan (PTRP) yang tidak ingin disebutkan namanya membenarkan kejadian tersebut. Walaupun peristiwa yang terjadi di SV Tembalang tidak lebih buruk dari SV Peleburan, tetap saja beberapa mahasiswa sempat harus dilarikan ke rumah sakit dan menolak dimintai keterangan.

 

“Ya, benar ada kejadian itu, tapi kalo buat jurusan aku ga terlalu banyak, ga kaya di SV bawah (Peleburan, red) yang informasinya katanya lumayan banyak yang keracunan. Kalo di jurusan aku cuma beberapa orang aja  termasuk panitia dan dosen,” jelasnya saat dihubungi via WhatsApp pada Sabtu, (17/8).

 

Catatan keberlangsungan penerimaan maba SV tahun ini sebaiknya menjadi pelajaran ke depannya. Terlepas dari kegembiraan para maba menjadi bagian dari keluarga SV, laiknya sambutan baik melalui perjamuan akan fasilitas yang diperoleh sehingga maba mendapatkan kesan yang baik di hari-hari pertama mereka memasuki dunia kuliah. Kehati-hatian dalam memilih konsumsi akan menjadi tongkat untuk kegiatan yang akan datang.

 

Reporter   : Millati Azka, Mitchell Naftaly, Wiranti Amelia Asih, Yovita Restu Susanti

Penulis      : Millati Azka, Mitchell Naftaly, Wiranti Amelia Asih, Yovita Restu Susanti

Editor       : Ayu Nisa’Usholihah, Hesti Dwi Arini, Nuzulul Magfiroh

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top