Pelaksanaan Orientasi Diponegoro Muda FISIP Berakhir Gemilang dan Semarak

Kegiatan Orientasi Diponegoro Muda FISIP pada Rabu (16/08) (Sumber: Manunggal)

 

Warta Utama – Perjalanan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) berlangsung meriah dan sukses. Puncak dari PKKMB ini dilaksanakan pada Jumat (16/8) yang diikuti oleh 5 program studi (prodi) dari kampus Tembalang dan Rembang untuk Prodi Administrasi Publik. 

 

Kegiatan ini juga dimeriahkan oleh berbagai mahasiswa dari tahun akademik sebelumnya, guna menyambut mahasiswa baru (maba) serta turut memeriahkan kegiatan yang dilaksanakan di pelataran gedung A FISIP. 

 

Acara puncak Orientasi Diponegoro Muda (ODM) FISIP dibagi dalam 6 sesi; meliputi sambutan, sharing session, persembahan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) pentas persembahan oleh mahasiswa baru, parade prodi serta pembagian penghargaan. Pada sharing session, FISIP mengundang salah satu alumni dari Administrasi Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) yang saat ini sukses menjalankan usaha, yaitu Arofani Hidayah, S. AB., M. M. 

 

Setiap prodi dalam persembahannya mengangkat isu sosial dan politik menyangkut dekadensi moral serta kondisi birokrasi negara, mulai dari penggunaan joki di lingkup akademik, hedonisme mahasiswa, ajakan melawan kekerasan seksual, kritik terhadap aksi korupsi, pembungkaman demokrasi dengan penculikan aktivis politik, hingga kecurangan dalam pemilihan umum (pemilu).

 

Selepas pentas persembahan, ketua himpunan mahasiswa dari masing-masing prodi melakukan orasi yang dilanjutkan parade dalam rangka menyambut para mahasiswa baru.

 

Tema yang diusung pada tahun ini berangkat dari keresahan tentang iklim diskusi politik serta pergerakan mahasiswa yang kian melemah karena munculnya sikap acuh persoalan hal yang harus dikritik, baik dalam lingkup kampus maupun nasional, yakni Resistance in Bloom.  Tentu, sesuai dengan nama fakultasnya yang merembes ke ranah politik dan sosial, mahasiswa yang berumahkan FISIP  diharapkan peka dan jeli terhadap isu-isu yang menuntut aksi mereka.

 

Sultan Rizqullah, selaku Project Officer atau Ketua Pelaksana ODM FISIP 2024 mengatakan bahwa tema yang diangkat berasal dari keresahannya yang diharapkan bisa mencelikkan mata maba agar menghempas sikap apatis dan enggan berdiskusi, terutama persoalan politik yang notabenenya menjadi bagian mereka sehari-hari, khususnya dalam dunia perkuliahan. 

 

“Aku kepikiran sesuatu yang bisa melawan rasa tidak ingin diskusi, malas, dan apatis atau ketidakingintahuan. Maka dari itu, aku, membuat tema ODM FISIP ‘Resistance in Bloom’. Maknanya sendiri adalah perlawanan yang berkembang luas,” jelas Sultan, mahasiswa Prodi Ilmu Pemerintahan 2023 tersebut.

 

Untuk maba yang nantinya perlahan akan mengenal kehidupan kampus, tentu tidak hanya berpatok pada studi yang mengharuskan duduk di ruang kelas. Penting untuk bereksplorasi dan melihat lebih luas pengalaman-pengalaman yang terjadi di lapangan.

 

Sultan mengibaratkan atau menginterpretasikan perlawanan itu sendiri ketika ikut berdemo atau hanya sekadar berdiskusi politik. Perlawanan yang dirancang melalui diskusi bernas dan peka, biasanya memengaruhi substansi pergerakan ketika turun ke jalan. Hal ini diharapkan berimbang dengan kedekatan mahasiswa FISIP  pada sosial dan politik. 

 

“Karena dari awal mereka ditempa seperti itu (berdiskusi dan paham substansi demo, red), ya, menurutku bisa bertahanlah untuk ke depannya. Jadinya sustain budaya diskusi akan terbentuk lagi, demo-demo yang berbobot, tidak ikut-ikutan,” tambahnya.

 

Menariknya, dalam acara puncak ODM FISIP tahun ini turut mengundang Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Administrasi Publik Rembang dalam memeriahkan acara. Raden Pasya Khalifah Akhmad Amarta dan Jaynika Halwa Muhimah yang adalah maba mengutarakan bagaimana persiapan dari Administrasi Publik Rembang untuk persembahan jurusan.

 

“Kita persiapan jam 9 malam di kampus. Jadi, kita tidur di kampus, jam 3 pagi berangkat menuju ke sini,” terang Raden. 

 

Dalam mempersiapkan pementasan, mahasiswa PSDKU bekerja sama selama 2 hari secara keseluruhan, mulai dari pembuatan naskah, pembagian peran, latihan lakon, hingga persiapan properti.

 

“Untuk naskah dan latihannya kita cuman 2 hari. Semua persiapan dari naskah, konsep, sama pemainnya dari mahasiswa. Kebetulan yang nulis naskahnya aku,” ungkap Jaynika. 

 

Ada hal baik yang lahir di FISIP pada tahun ini, dampaknya pun turut dirasakan oleh maba.. Menyoal tentang anggaran, pihak birokrat meringankan beban panitia dengan melimpahkan dana secara jor-joran agar maba tidak turut diberatkan. Mulai dari makan serta snack yang mewah, hingga yang tidak kalah penting mengenai kaos. Bila tahun lalu panitia menghimpun dana dengan menjual merchandise kepada maba, tahun ini, pihak birokrat memberikan gratis kepada maba juga panitia yang menggunakan seragam selama acara berlangsung.

 

“Birokrat mau maba nggak dibebani. Jadi, birokrat pun bilang ke kita, ‘ya udah, nanti kaos maba gratis’. Semua yang mereka pakai itu gratis, termasuk merch-nya (gantungan kunci dan sticker, red). Bahkan, bukan cuma maba, panitia juga dibiayai. Itu pakai dana fakultas,” ujar Sultan.

 

Maka, hal yang bisa dimewahkan karena sebagian dana sudah didukung fakultas, adalah membuat jinggle dengan melibatkan sumber daya manusia (SDM) dari Unit Pelaksana  Kegiatan (UPK) fakultas. Sakutala, salah satu band yang dibanggakan di FISIP membuat anthem khusus  acara ODM FISIP. Dana untuk editing, composing dan lainnya digunakan dari dana yang dihimpun panitia.

 

Akan tetapi, dalam keberjalanan sebuah acara tentu terdapat hambatan dan persoalan yang menjadi catatan agar bisa menjadi lebih baik di kegiatan yang akan datang. Barangkali karena besarnya dana yang harus digulir, maka terdapat kemacetan dalam penurunan sehingga sempat ada beberapa hal yang terkendala. Hal ini mampu ditangani dengan terus melakukan komunikasi pada pihak birokrat.

 

“Sebenarnya mereka (birokrat, red) sering berhubungan sama kita, brainstorming dan sebagainya. Tapi, ada sebuah hambatan untuk menurunkan dana secara bergilir karena jumlah yang besar,” pungkas Fauzan.

 

Terlepas dari catatan yang menjadi harapan untuk ODM tahun depan, kegiatan ini berhasil dilaksanakan dengan spektakuler sehingga banyak pihak yang dipuaskan. Harapannya, ODM tahun depan dapat semakin menjaga komunikasi dengan pihak birokrat serta menyusun strategi terkait mata acara agar menghindari kemunduran waktu dalam pelaksanaan yang sudah ditentukan. 

 

 

Reporter   : Abigael Eudia Basuki, Mitchell Naftaly, Ayu Novita Sari, Nabiih Nashira Putri

Penulis      : Mitchell Naftaly, Nabiih Nashira Putri

Editor       : Ayu Nisa’Usholihah, Nuzulul Magfiroh

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top