
Rofik Wahyu Hidayat Saat Malam Penganugerahan Mahasiswa Berprestasi Nasional di Universitas Negeri Gorontalo, pada (27/7). (Sumber: Dok. Pribadi).
Peristiwa – Setelah tiga tahun berturut-turut, Universitas Diponegoro (Undip) kembali unjuk gigi di Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional yang digelar di Universitas Negeri Gorontalo pada tanggal 24 hingga 27 Juli 2024.
Delegasi Undip program diploma, Rofik Wahyu Hidayat, mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI), berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Juara 3 Mahasiswa Berprestasi Nasional. Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Rofik, tetapi juga membawa nama harum almamater Undip di kancah nasional.
Saat ditanya tentang rahasia di balik kesuksesannya, Rofik dengan rendah hati mengungkapkan bahwa tidak ada rahasia khusus yang ia miliki.
“Sebenarnya, nggak ada rahasia khusus di balik kesuksesan ini. Yang paling penting adalah konsistensi dan disiplin,” tutur Rofik.
Baginya, kesuksesan adalah hasil dari upaya yang terus-menerus, bukan sesuatu yang bisa dicapai dalam semalam. Rofik menekankan bahwa salah satu kunci utama yang membantunya mencapai prestasi ini adalah kemampuannya dalam mengelola waktu. Ia selalu berusaha untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin dengan membuat jadwal yang jelas dan terstruktur.
Setiap hari, ia menyempatkan diri untuk membaca ulang karya-karya yang telah ia persiapkan, seperti Produk Inovatif (PI) yang menjadi salah satu andalan dalam kompetisi ini.
“Saya selalu menyempatkan diri untuk membaca ulang karya yang saya siapkan, karena dengan begitu saya bisa terus memperbaiki dan mengembangkan ide-ide saya,” imbuh Rofik.
Rofik juga menjelaskan pentingnya berkomunikasi dan berdiskusi dengan orang lain. Ia rutin berdiskusi dengan dosen pembimbing dan teman-temannya untuk mendapatkan masukan serta perspektif yang berbeda. Baginya, input dari orang lain sangat penting untuk memperkaya karya dan meningkatkan kualitasnya.
Selain itu, menurut Rofik, kemampuan untuk menyampaikan ide dengan jelas dan meyakinkan adalah salah satu aspek krusial yang dinilai dalam kompetisi Pilmapres.
“Latihan presentasi juga menjadi rutinitas yang tidak pernah saya lewatkan, karena kemampuan komunikasi itu penting banget di Pilmapres,” jelasnya.
Keberhasilan Rofik tidak terlepas dari kombinasi beberapa faktor, seperti kerja keras, dukungan dari orang-orang di sekitarnya, dan kemauan untuk terus belajar. Ia menekankan bahwa kesuksesan bukan hanya tentang pencapaian individu, tetapi juga bagaimana kita bisa bekerja sama dengan orang lain dan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar.
“Saya percaya, kombinasi dari kerja keras, dukungan dari orang-orang sekitar, dan kemauan untuk terus belajar adalah faktor utama yang membantu saya berhasil,” ungkap Rofik.
Mengikuti Pilmapres adalah pengalaman yang sangat berharga bagi Rofik. Ia mengaku bahwa kompetisi ini membuka matanya tentang pentingnya memiliki visi yang jelas serta kemampuan untuk beradaptasi dalam berbagai situasi.
Selama proses ini, Rofik juga belajar tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara akademik dan non-akademik. Baginya, kedua hal tersebut saling mendukung dan tidak bisa dipisahkan.
Pilmapres juga mengajarkan Rofik tentang pentingnya manajemen waktu dan bagaimana menghadapi tekanan dengan tetap tenang dan fokus. Dalam perjalanan meraih prestasi ini, Rofik juga belajar untuk tetap rendah hati dan selalu terbuka terhadap kritik, karena dari situlah ia bisa terus berkembang.
“Yang paling penting, saya belajar untuk tetap rendah hati dan selalu terbuka terhadap kritik, karena dari situlah kita bisa terus berkembang,” terang Rofik.
Selain konsistensi dan manajemen waktu, Rofik juga mempersiapkan berbagai hal penting lainnya untuk mengikuti Pilmapres. Persiapan yang dilakukan Rofik mencakup tiga aspek utama yang menjadi komponen penilaian, yaitu Capaian Unggulan (CU), Produk Inovatif (PI), dan Kemampuan Bahasa Inggris.
Untuk CU, Rofik mempersiapkannya dalam jangka panjang, mengingat pencapaian tersebut merupakan hasil dari upaya yang berkelanjutan, bukan sesuatu yang bisa dicapai dalam waktu singkat.
Sementara itu, dalam mempersiapkan PI, Rofik memastikan produknya sesuai dengan panduan, bermanfaat bagi masyarakat, dan layak didistribusikan kepada masyarakat sasaran.
“Karena di diploma itu basicnya produk, kita harus perhatikan apakah produknya sudah sesuai dengan yang diharapkan di buku panduan, apakah bermanfaat bagi masyarakat, dan apakah layak didistribusikan kepada masyarakat sasaran,” jelas Rofik.
Persiapan bahasa Inggris juga menjadi prioritas bagi Rofik. Meskipun jadwalnya padat, ia selalu menyempatkan diri untuk berlatih bahasa Inggris. Di tingkat fakultas, bahasa Inggris digunakan saat presentasi PI, di tingkat universitas ada sesi Focus Group Discussion (FGD) dan presentasi, di tingkat wilayah Rofik membuat video terkait Sustainable Development Goals (SDGs), dan di final, ia mempresentasikan pengalamannya yang paling membanggakan dalam bahasa Inggris.
Rofik juga membagikan strateginya dalam menghadapi Pilmapres. Ia menekankan pentingnya tidak berhenti pada satu pencapaian saja, tetapi terus mengembangkan diri dan karya yang telah dibuat.
Selain itu, Rofik menekankan pentingnya menjadi diri sendiri dalam kompetisi, karena setiap orang unik dan memiliki kelebihan masing-masing. Ia juga mengapresiasi dukungan dari dosen dan pembimbing di Undip, yang menurutnya sangat kuat dalam mempersiapkan mahasiswa untuk Pilmapres.
Setelah mendapatkan juara di Pilmapres, Rofik memiliki rencana besar untuk masa depannya. Ia berencana untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi jika diberikan kesempatan oleh Tuhan, sekaligus aktif terlibat dalam hal-hal yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat. Rofik juga ingin berbagi pengalaman dan pengetahuannya dengan adik-adik tingkat melalui workshop atau seminar di kampus, agar mereka juga termotivasi untuk mengembangkan potensi mereka.
Selain itu, Rofik berencana untuk lebih aktif dalam kegiatan sosial, baik di kampus maupun di luar, karena ia percaya bahwa prestasi ini harus diimbangi dengan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Saya ingin menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain bahwa dengan kerja keras dan dedikasi, kita bisa memberikan dampak positif yang lebih luas,” ungkap Rofik.
Untuk teman-teman yang ingin mengikuti jejaknya di Pilmapres, Rofik memberikan pesan yang sangat inspiratif.
“Jangan pernah ragu untuk bermimpi besar dan bekerja keras untuk mewujudkannya. Jangan hanya fokus pada hasil akhir, tapi nikmati setiap proses yang kalian jalani. Pilmapres bukan hanya tentang siapa yang paling pintar atau paling berprestasi,” pesannya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun kebiasaan positif, seperti belajar secara konsisten, aktif berorganisasi, dan selalu mencari kesempatan untuk mengembangkan diri.
“Ingat, setiap orang punya jalannya masing-masing, jadi fokuslah pada prosesmu sendiri dan tetaplah rendah hati,” tutupnya.
Keberhasilan Rofik Wahyu Hidayat di ajang Pilmapres Nasional 2024 ini menjadi bukti nyata bahwa dengan konsistensi, disiplin, dan dukungan dari lingkungan sekitar, setiap mimpi besar bisa diwujudkan. Melalui kisah inspiratif ini, harapannya dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berusaha dan berprestasi.
Reporter: Nuzulul Magfiroh
Penulis : M. Irham Maolana
Editor: Hesti Dwi Arini



