
Suasana Kegiatan Pendikar Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro, Kamis (15/8) (Sumber: Manunggal)
Warta Utama – Kegiatan puncak Orientasi Dipo Muda (ODM) Fakultas Psikologi (FPsi) Universitas Diponegoro (Undip) Tahun Akademik 2024/2025 telah berlangsung pada Jumat (16/8), di Aula Pertemuan FPsi lantai 1 dengan penuh semangat dan keceriaan.
Acara ini dimeriahkan dengan pentas seni, yang menampilkan pertunjukan dari mahasiswa baru (maba) FPsi. Berbagai tema yang ditampilkan oleh maba juga telah dipilih dan disiapkan oleh panitia acara, meliputi drama horor, pertunjukan komedi, musikalisasi puisi, tari tradisional, musik dangdut, pantomim, dan lain sebagainya.
Sebelumnya, para maba sudah dibagi menjadi beberapa kelompok, berkisar 23–27 kelompok yang masing-masing terdiri dari 19 orang. Setelah pembagian kelompok, maba kemudian mempersiapkan properti, koreografi, dan berlatih bersama dengan antusias.
“Aku mikirnya karena ini temanya dangdut ya, jadi (buat, red) yang universal, yang (agar, red) bisa diketahui semua orang,” jawab Lula, salah satu leader maba ketika ditanya mengenai koreografi penampilan dangdut yang akan dipentaskan kelompoknya.
Sama halnya dengan fakultas lain, FPsi juga melaksanakan Pendidikan Karakter (Pendikar) sebagai salah satu rangkaian wajib sebelum maba memasuki dunia perkuliahan. Pendikar dilaksanakan di beberapa ruang kelas, aula pertemuan, dan ruang tes jasa psikologi (japsi). Panitia pendamping atau fasilitator ditempatkan pada ruang-ruang tersebut.
Beragam materi pun disampaikan oleh dosen kepada para maba. Mulai dari kepemimpinan, branding diri, public speaking, hingga etika berkendara. Menariknya, FPsi memiliki sebuah materi yang tidak ada di fakultas lain, yaitu regulasi emosi.
Regulasi emosi merupakan materi baru yang membahas teknik mengatur pernapasan agar menjaga ketenangan tubuh. Dipaparkan oleh dosen-dosen terkait, materi ini dianggap “spesial” karena sangat berkaitan dengan ilmu psikologi.
Tujuan diajarkannya regulasi emosi agar dapat mempermudah maba apabila menghadapi kesulitan ketika berkuliah. Para maba pun merasa diuntungkan dengan adanya materi tersebut.
Najla Tasliyah Yasmin, salah satu maba Psikologi menyebut Pendikar akan sangat berguna untuk dunia perkuliahan, kepemimpinan contohnya. Ia mengaku bahwa kemampuan kepemimpinan seseorang ternyata tidak dapat tumbuh dari diri sendiri, melainkan dengan turut berinteraksi dengan orang lain.
“Dari situ kita belajar kalau leadership itu ternyata nggak bisa datang dari diri sendiri. Semua orang bisa menjadi leader,” ujar Najla.
Selain itu, pemaparan materi selama Pendikar juga dianggap relevan bagi maba sebelum berkuliah. Pendikar mampu membantu para maba untuk branding diri, berpikir cepat dan kritis, kreatif, serta berani berpendapat. Mereka berharap agar dapat mengimplementasikan materi-materi Pendikar dengan baik ketika perkuliahan dimulai.
“Semoga, sih, kedepannya aku juga bisa menjadi mahasiswa yang aktif pada saat KBM (Kegiatan Belajar Mengajar, red) berlangsung,” ungkap salah satu maba, Nazwa Disty.
Tidak hanya dua pagelaran di atas, kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FPsi Undip pun berlangsung meriah serta dipenuhi euforia dari para maba.
Satria Magenta, sebutan untuk kegiatan PKKMB FPsi, diselenggarakan selama 2 hari berturut-turut di basement FPsi, yakni di hari Senin (12/8) dan Selasa (13/8). Hari pertama dimulai dengan beberapa sambutan, pengenalan dosen dan tenaga kependidikan oleh Dekan FPsi, Prof. Dian Ratna Sawitri, S.Psi., M.Si., Ph.D., lalu dilanjut pemaparan materi dan sesi tanya jawab interaktif hingga hari kedua.
Selama kegiatan PKKMB berlangsung, para maba duduk berdasarkan urutan kelompok dan didampingi oleh fasilitator masing-masing. Mereka tampak antusias berkenalan satu sama lain dan mengikuti rangkaian PKKMB hingga akhir. Sayangnya, tidak semua maba dapat hadir secara fisik.
“Dari 400 mahasiswa total keseluruhan S-1 dan S-2, hari ini hadir sekitar 383 maba di sini. Yang mana mahasiswa S1 berjumah 361 orang dan sisanya adalah mahasiswa S2,” jelas Nabila Fadhilah Azahra, Ketua Pelaksana Satria Magenta 2024.
Meski demikian, serangkaian acara PKKMB FPsi berhasil membangun rasa kekeluargaan dan kebanggaan tersendiri bagi para maba. Suasana yang hangat dan penuh semangat membuat PKKMB tahun ini menjadi pengalaman yang berkesan.
“Aku udah expect sih kalo acaranya bakal seru karena dari awal di upacara PMB aja udah gacor (keren, red) banget. Kapan lagi bisa dangdutan bareng rektor?” ujar Irnas, salah satu maba Psikologi.
Kegiatan ini menunjukkan komitmen panitia Satria Magenta 2024 dalam memberikan sambutan dan pengenalan yang optimal kepada para maba, serta memperkuat ikatan kekeluargaan di antara mereka.
Reporter: Khoridatun Nayyiroh, K. M Khadizah Al Qubra, Fransisca Oktavia CRMTA, Hildha Muhammad Tahir
Penulis: Khoridatun Nayyiroh, K. M Khadizah Al Qubra, Hildha Muhammad Tahir
Editor: Hesti Dwi Arini, Ayu Nisa’Usholihah