FIB Mengajar 2024: Tingkatkan Kreativitas dan Pendidikan di Desa Sikunang

Acara Puncak Pentas Seni FIB Mengajar 2024 di SDN 1 Sikunang, pada Sabtu (03/8) 

(Sumber: Manunggal)

 

Warta Utama – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) melalui bidang Pengabdian Masyarakat (Dimas) kembali melaksanakan program pengabdian masyarakat bertajuk FIB Mengajar (FIB-M) 2024. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah yang tergolong dalam kategori tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

FIB-M 2024 berlangsung dari tanggal 21 Juli hingga 5 Agustus yang berlokasi di Desa Sikunang, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan tersebut dibagi di dua Sekolah Dasar (SD), yaitu SD Negeri 1 Sikunang dan SD Negeri 2 Sikunang. Sebanyak 59 mahasiswa berpartisipasi dalam program ini, terdiri atas para Lingkar Pasukan Ajar (Laskar), Tim Ekspedisi Karya, dan segenap panitia.

Pada tahun ini, program FIB-M berkolaborasi dengan Tim Ekspedisi Karya dari bidang kajian Sosial dan Politik (Sospol) BEM FIB. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkaya program pengabdian masyarakat dengan pendekatan yang lebih holistik, mencakup kajian sosial dan politik dalam konteks lokal, serta pelibatan masyarakat dalam karya-karya yang relevan dengan kebutuhan setempat.

Sebelum berangkat menuju lokasi pengabdian, pada Minggu (21/7) dilaksanakan upacara pemberangkatan secara resmi di halaman Crop Circle FIB yang dihadiri langsung oleh Dekan FIB, Prof. Dr. Alamsyah, S.S., M. Hum.

Dalam sambutannya, Prof. Alamsyah memberikan arahan dan motivasi kepada para peserta FIB-M tentang pentingnya peran mahasiswa dalam memajukan pendidikan di daerah 3T. 

“Pengabdian ini adalah sebuah panggilan moral untuk membantu sesama, khususnya di daerah-daerah yang membutuhkan. Saya berharap, melalui program FIB-M ini, kalian dapat memberikan kontribusi nyata dalam memajukan kualitas pendidikan,” ujar Prof. Alamsyah.

Selain itu, Prof. Alamsyah juga menekankan bahwa program tersebut bukan hanya sekadar mengajar, tetapi juga tentang pembelajaran dua arah.

“Kalian akan belajar banyak dari kearifan lokal masyarakat setempat dan nilai-nilai budaya dalam kehidupan sehari-hari. Itulah yang akan memperkaya pengalaman kalian sebagai mahasiswa dan sebagai individu,” imbuh Prof. Alamsyah. 

Dengan mengusung tema Praja Berbudi: Mbangun Peran Pendidikan dan Kreativitas ing Ngembangken Budi Utama dalam Peradaban Jawi, FIB-M menekankan pentingnya pendidikan dan kreativitas dalam mengembangkan budi pekerti yang utama dalam peradaban Jawa. 

Selama 2 minggu pelaksanaan, program ini tidak hanya terbatas pada pengajaran materi pelajaran sekolah seperti matematika, bahasa Indonesia, dan Ilmu Pengetahuan Alam/Sosial (IPAS), tetapi juga mencakup berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan karakter siswa.

Ziemar Silmi Nurjamil, mahasiswa Program Studi (Prodi) Sastra Indonesia 2023 selaku koordinator divisi pendidikan menjelaskan bahwa terdapat kelas-kelas khusus yang telah dirancang untuk mendukung pembelajaran yang kreatif dan interaktif.

 “Selain mengacu pada Kurikulum Merdeka, kami telah merancang program khusus seperti kelas kreatif, kelas eksperimen, kelas alam, dan juga kelas minat bakat,” jelas Ziemar.

Ia juga menambahkan bahwa hasil dari kelas minat dan bakat tersebut akan ditampilkan oleh para peserta didik pada acara puncak FIB-M 2024, yaitu pentas seni (pensi).

William Bradley Christianto, salah satu Laskar yang mengajar di SD Negeri 2 Sikunang, mengungkapkan kesannya selama proses belajar mengajar. Ia mengaku bahwa melalui kegiatan ini, ia dapat belajar banyak hal.

 “Bertemu teman-teman baru di SD Negeri 2 Sikunang ternyata sangat menyenangkan. Aku bisa mendengar cerita mereka yang beragam sekaligus belajar dari mereka,” ungkap William.

Setelah semua program mengajar selesai dilaksanakan, pada Sabtu (03/8) diadakan acara puncak berupa pensi yang bertempat di SD Negeri 1 Sikunang. Acara ini dihadiri oleh Kepala Dusun Sikunang, kepala sekolah, serta para guru SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Sikunang. 

Acara tersebut berlangsung meriah dengan berbagai penampilan yang mengesankan. Pensi yang ditampilkan melibatkan siswa-siswi kelas 3 sampai 6 dari SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Sikunang. Mereka memukau para penonton dengan berbagai tarian daerah dan lagu-lagu tradisional. 

Kepala Sekolah SD Negeri 1 Sikunang, Sutardi, S.Pd.SD. dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga dan terima kasihnya kepada para peserta FIB-M yang telah memberikan pengalaman berharga bagi para siswa. 

“Kami sangat mengapresiasi usaha dan dedikasi dari para mahasiswa FIB Undip. Melalui program ini, anak-anak kami tidak hanya belajar akademik, tetapi juga menghargai budaya mereka sendiri,” ujar Sutardi.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Sekolah SD Negeri 2 Sikunang, Muhtadi, S.Ag. pun menyampaikan apresiasinya kepada para mahasiswa FIB Undip yang telah berdedikasi selama program berlangsung. 

“Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk mendidik anak-anak kami. Semoga apa yang kalian dapatkan dari sini menjadi bekal kalian di masa mendatang,” ungkap Muhtadi. 

Setelah berbagai penampilan seni, para peserta FIB-M 2024 mengadakan flashmob, disusul dengan pemutaran video berisi kesan dan pesan selama kegiatan FIB-M berlangsung. Video tersebut menampilkan momen-momen berharga yang dilalui selama 2 minggu pelaksanaan program.

Ketua Pelaksana FIB-M 2024, Rafa Azzahra Hisbiana menyampaikan harapannya bahwa dengan adanya program ini dapat mengubah pola pikir anak-anak di Desa Sikunang agar lebih termotivasi untuk melanjutkan pendidikan.

Ia menekankan pentingnya pendidikan bagi masa depan mereka dan berharap mereka tidak merasa harus menjadi petani untuk meraih kesuksesan.

“Saya berharap, FIB-M dapat mendorong anak-anak di Sikunang untuk tidak hanya berpikir bahwa kesuksesan hanya bisa dicapai dengan menjadi petani, tetapi juga melalui pendidikan. Dengan program ini, kami ingin memotivasi mereka untuk mengejar cita-cita,” pungkas Rafa. 

Reporter: M. Irham Maolana

Penulis: M. Irham Maolana

Editor : Hesti Dwi Arini

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top