
Peristiwa – Proses pemilihan ketua dan wakil ketua Orientasi Diponegoro Muda (ODM) Universitas Diponegoro (Undip) 2026 telah mencapai tahap akhir melalui agenda Uji Kelayakan yang digelar pada Selasa (28/4) di Gazebo Barat Student Center (SC) Undip. Kegiatan tersebut menghadirkan dua pasangan calon (paslon) yang memaparkan gagasan, menjawab pertanyaan panelis, serta menerima tanggapan dari mahasiswa yang hadir. Berdasarkan hasil penilaian akhir yang diumumkan melalui akun Instagram @odmundip, paslon nomor urut 2 resmi ditetapkan sebagai Ketua dan Wakil Ketua ODM Undip 2026 terpilih.
Ketua Divisi Project Management Bidang Keorganisasian dan Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (K&PSDM) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip, Kuni Maura Ahna, menjelaskan bahwa pada tahun ini terdapat perubahan istilah dari uji publik menjadi uji kelayakan.
“Publik ini merepresentasikan masyarakat luas, sementara ketua ODM Undip memang kepanitian yang di universitas saja untuk mahasiswa baru. Makanya akhirnya tahun ini kita ganti nomenklaturnya jadi uji kelayakan,” ujarnya.
Kuni menyampaikan bahwa ODM merupakan salah satu program kerja besar yang membutuhkan tanggung jawab tinggi, sehingga tiap paslon perlu melalui proses uji kelayakan. Ia menjelaskan bahwa forum tersebut bertujuan untuk memastikan Ketua dan Wakil Ketua ODM 2026 terpilih memiliki kapasitas, kesiapan, serta pemahaman yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Penilaian dalam kegiatan ini dilakukan oleh panelis dan para peserta yang hadir di lokasi dengan mekanisme yang telah disusun sebelumnya.
“Kita pengen biar ketua dan wakil ketua ODM ini juga terverifikasi. Jadi, harapannya nggak bidang K&PSDM sendiri yang milih dan juga bisa sesuai dengan kebutuhan lapangan, kebutuhan mahasiswa lah. Makanya kita juga ada sesi pengkritisan dari publik,” jelas Kuni.
Seleksi tahun ini diikuti oleh dua paslon, yakni Ayu Desti Sapitri dan Rasya Hafizh Al Hakim sebagai paslon nomor urut 1, serta Jovan Manuel Chevaz dan Nabila Putri R. sebagai paslon nomor urut 2. Kedua paslon tersebut berasal dari angkatan 2024, sesuai dengan ketentuan pencalonan yang berlaku.
Melalui sesi pemaparan, paslon nomor urut 1 yaitu Ayu Desti Sapitri dan Rasya Hafizh Al Hakim, membawakan gagasan mengenai dua sifat dasar manusia, yaitu harapan dan ketakutan. Rasya menyampaikan bahwa mahasiswa baru datang ke perguruan tinggi dengan berbagai harapan, seperti keinginan untuk berprestasi dan berkembang di berbagai bidang. Namun, di saat yang sama, mereka juga memiliki ketakutan karena belum memahami cara untuk mencapainya.
Menurut keduanya, tema-tema ODM pada tahun sebelumnya banyak mengangkat isu besar seperti teknologi, ekonomi, budaya, hingga lingkungan. Meskipun dinilai baik, pendekatan tersebut dianggap terlalu luas. Oleh karena itu, mereka memilih untuk berfokus pada aspek yang lebih dekat dengan pengalaman personal mahasiswa baru.
Melalui gagasan tersebut, paslon nomor urut 1 menginginkan ODM menjadi ruang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenali harapan dan ketakutan yang dimiliki, serta cara meregulasi keduanya sejak dini. Mereka berharap mahasiswa baru menjadi lebih sadar bahwa memiliki harapan dan ketakutan merupakan hal yang wajar, mampu mengelola emosi secara mandiri, serta siap berdinamika di ruang akademik maupun non-akademik setelah rangkaian ODM Undip berakhir.
“Kami meregulasi agar mereka dapat menemukan dan mewujudkan harapan. Jadi yang saya bawa di sini adalah menggagaskan untuk mereka meningkatkan kesadaran sehingga nanti ketika berdinamika, mereka dapat mengelola emosionalnya secara mandiri,” jelas Rasya Hafizh Al Hakim.
Saat diwawancarai mengenai performa saat pemaparan, Rasya menyampaikan bahwa ia belum sepenuhnya puas dengan penampilan mereka dalam forum tersebut karena masih terdapat sejumlah kesalahan kecil yang belum dapat dimitigasi dari awal.
“Kami sudah mencoba semaksimal mungkin, pada akhirnya memang ada beberapa hal kecil yang masih membuat kami merasa resah,” ujarnya.
Di sisi lain, paslon nomor urut 2, yakni Jovan Manuel Chevaz dan Nabila Putri R., menekankan ODM sebagai pintu masuk mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan kampus. Chevaz menyebut bahwa dirinya maju karena melihat posisi ketua dan wakil ketua memiliki peran yang fundamental.
“Sosok ketua dan wakil ketua (ODM) perannya sangat fundamental. Saya merasa bahwa saya bisa untuk mengabdikan diri dengan pengalaman yang saya miliki. Saya seharusnya mengabdikan diri untuk keberjalanan ODM tahun 2026,” ungkap Chevaz.
Inovasi utama yang dibawakan oleh paslon nomor urut 2 adalah Ekspo Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang bertujuan memperkenalkan PKM sebagai bagian dari budaya riset kampus. Program tersebut direncanakan diselenggarakan setelah rangkaian ODM selesai dan dinilai selaras dengan visi Undip sebagai universitas unggul dalam bidang riset.
“Inovasi yang kami bawakan, kita akan selaraskan dengan visi Undip, yaitu ingin menjadikan universitas yang unggul dalam riset. Kita mau buat suatu PKM Expo…akan ada ekspo terkait dengan PKM setelah keberjanan dari ODM nanti,” jelas Chevaz.
Ia menambahkan bahwa dirinya cukup puas terhadap jalannya forum. Ia menilai pelaksanaan kegiatan berlangsung lancar dan berharap seluruh proses menghasilkan keputusan terbaik bagi ODM Undip 2026.
“Awalnya pasti ngerasa nervous. Tapi ketika udah lihat audiensnya, lihat panelisnya, terus udah dimulai dan berjalan dengan biasa aja. Berarti cukup oke lah,” tambahnya.
Panelis kegiatan sekaligus Ketua ODM Undip 2025, Athallah Febrio Putra, mengungkapkan bahwa kedua paslon telah berjuang selama sekitar satu hingga dua bulan sebelum tampil dalam forum tersebut. Ia menilai para kandidat menunjukkan totalitas serta membawa inovasi yang menarik dibandingkan tahun sebelumnya.
Athallah juga menjelaskan bahwa sistem penilaian terdiri atas 80 persen dari panelis dan 20 persen dari peserta atau publik yang hadir dalam forum. Menurutnya, kedua kandidat layak mengikuti proses seleksi dan berpotensi membawa ODM Undip 2026 menjadi lebih baik dalam pelaksanaannya.
“Tentunya mereka sudah berjuang sekitar sebulan atau dua bulan lebih. Untuk hari ini pun mereka totalitas, seperti yang kita tahu inovasi-inovasi yang dibawakan juga cukup menarik. Jadi harapannya ODM Undip 2026 lebih pecah serta lebih terjaga kestabilannya,” ujar Athallah.

Menilik dari sisi peserta, salah satu mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) angkatan 2024, Bintang Eka Wicaksana, menilai penampilan kedua kandidat sudah cukup baik dan menunjukkan kesiapan. Namun, ia mengaku belum sepenuhnya puas terhadap jawaban maupun inovasi yang dipaparkan karena menilai masih terdapat aspek teknis yang belum tersampaikan secara utuh dalam forum tersebut.
“Aku belum merasa puas gitu sih dari jawaban mereka, dari inovasi yang mereka bawakan. Dan juga yang aku lihat, mereka tuh belum sepenuhnya paham terkait teknisnya,” ungkap Bintang.
Selain itu, Bintang juga menyoroti pentingnya company profile dalam penyelenggaraan ODM Undip. Menurutnya, hal tersebut dibutuhkan untuk merepresentasikan identitas ODM Undip sekaligus mempermudah pendekatan kepada sponsor. Ia menjelaskan bahwa pada tahun sebelumnya company profile sempat direncanakan, tetapi belum terlaksana karena keterbatasan waktu.
“Secara evaluasi mungkin tahun lalu tuh ada namanya company profile di ODM Undip, tapi memang tidak sempat terlaksanakan karena timeline mepet banget. Nah, aku berharap company profile tahun ini terjalankan. Selain bangun citra kita juga bangun uang gitu,” tutur Bintang.
Selanjutnya, salah satu panitia ODM 2025 dari Divisi Koordinator Lapangan, Fathaniah Khairina, menyampaikan sejumlah hambatan yang dialami pada penyelenggaraan tahun lalu. Ia menyebutkan beberapa kendala, seperti pengukuran layout lapangan yang harus dimulai dari nol, lambatnya koordinasi internal, perubahan jobdesk saat hari pelaksanaan, hingga keterlambatan distribusi konsumsi.
Ia berharap ODM Undip 2026 dapat memperbaiki sistem transfer learning antar kepanitiaan, pembagian sumber daya manusia, dan pemilihan vendor yang lebih siap agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lebih efektif.
“Harapan aku buat ODM Undip tahun ini semoga bisa memberikan kesan yang lebih baik buat mahasiswa barunya sih,” ungkap Fathaniah.
Setelah seluruh rangkaian agenda, mulai dari sesi pemaparan, tanya jawab, hingga akumulasi penilaian selesai dilaksanakan, paslon nomor urut 2, yakni Jovan Manuel Chevaz dan Nabila Putri R., resmi diumumkan sebagai Ketua dan Wakil Ketua ODM Undip 2026 melalui mekanisme uji kelayakan.
Terpilihnya paslon nomor urut 2 menjadi penanda dimulainya persiapan lanjutan ODM Undip 2026, termasuk pembentukan koordinator divisi dan rekrutmen panitia. Kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan ODM yang lebih inovatif, tertata, serta memberikan pengalaman positif bagi mahasiswa baru sebagai langkah awal memasuki masa perkuliahan.
Reporter: Anindya Malka, Najwa Amar, Andaru Surya
Penulis: Siti Suhayati
Editor: Andaru Surya, Salsa Puspita



