NACO: Menyulap Sampah Organik Menjadi Inovasi Tisu Ramah Lingkungan

Mahasiswa Tim PKM-K Universitas Diponegoro membuat inovasi tisu ramah lingkungan, Selasa (14/7/2026). (Sumber: Tim PKM-K NACO)

Citizen Journalism – Meningkatnya angka penggunaan tisu sejalan dengan tingginya angka deforestasi hutan sehingga hadirlah ide NACO Tissue dari tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip). Inovasi tisu ramah lingkungan ini dibuat pada Selasa (26/5/2026) berbahan dasar pelepah pisang dan arang aktif tempurung kelapa yang menawarkan daya serap air serta minyak yang lebih optimal sekaligus memanfaatkan limbah pertanian bernilai rendah menjadi produk bernilai tambah. Melalui pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), limbah pertanian diolah menjadi alternatif tisu yang lebih berkelanjutan tanpa mengurangi kualitas fungsinya.

NACO Tissue memadukan serat pelepah pisang yang sifatnya kuat dan mudah terurai dengan arang aktif tempurung kelapa yang mampu menyerap minyak, cairan, sekaligus membantu mengurangi bau. Kombinasi bahan ramah lingkungan tersebut menghasilkan tisu yang efektif mengurangi angka deforestasi karena memanfaatkan limbah dan mendukung program pemanfaatan limbah. NACO dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri kuliner, sekaligus mendukung pengurangan limbah organik dan ketergantungan terhadap bahan baku kayu.

Meningkatnya tren green product dan gaya hidup sustainable living menjadi peluang bagi NACO Tissue untuk hadir sebagai alternatif tisu dapur yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan mengusung slogan “NACO: Serap Minyaknya, Hilangkan Baunya, Jaga Alamnya”, produk ini menggambarkan inovasi yang berdaya guna tinggi sekaligus bertanggung jawab terhadap bumi. NACO hadir sebagai bukti bahwa inovasi teknologi harus berjalan selaras untuk masa depan yang lebih hijau. 

NACO Tissue adalah bukti bahwa limbah pertanian memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk yang inovatif, ekonomis, dan bermanfaat bagi lingkungan. Kami berharap masyarakat memiliki pilihan produk yang lebih ramah lingkungan tanpa mengorbankan kualitas. NACO menjadi pilihan yang tetap mengedepankan inovasi dan keberlanjutan lingkungan. Kedepannya, kami juga berharap NACO Tissue dapat mendorong pemanfaatan limbah pertanian secara lebih luas serta mendukung penerapan ekonomi sirkular dengan mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Melalui NACO Tissue, mahasiswa Undip menunjukkan bahwa inovasi berbasis potensi lokal mampu menjadi jawaban atas tantangan lingkungan. Melalui inovasi ini, limbah yang kerap terabaikan melahirkan sebuah produk yang tidak hanya fungsional, tetapi juga membawa semangat keberlanjutan bagi masa depan yang lebih hijau.

 

Penulis: Naila Anjani Isrofi, Mahasiswa Teknologi Pangan, Fakultas Peternakan dan Pertanian

Editor: Salsa Puspita, Andaru Surya

Scroll to Top