
Citizen Journalism – Kelompok Attentive yang beranggotakan sembilan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Tempe Sejahtera di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Tim ini diketuai oleh Satria Musthofa ‘Azmi, mahasiswa Fakultas Sains dan Matematika (FSM), serta beranggotakan Aliya Umu Kholisoh, mahasiswa Fakultas Teknik (FT), Avisa Indira Argyanti, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Nazwa Az Zahra Gustian, mahasiswa FSM, Eileen Albert Tandrio, mahasiswa FSM, Tarisa Siti Ayu Maydita, mahasiswa Fakultas Hukum (FH), Jonathan Felix Christiawan, mahasiswa FT, Cheyenne Cangga Saputri, mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP), serta Dhiya Athaya Azmi, mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB). Program ini merupakan bagian dari Bakti Champions Movement 2026 yang diinisiasi oleh Beasiswa Bakti Bank Central Asia (BCA).
Tempe Sejahtera merupakan usaha produksi tempe rumahan milik Khoirun, seorang pelaku UMKM di Kota Semarang yang melanjutkan usaha keluarga sejak tahun 2006. Hingga kini, beliau mengelola Tempe Sejahtera secara profesional dengan tetap mempertahankan kualitas dan cita rasa tempe tradisional. Setiap hari, usaha ini mengolah 50 kilogram (kg) kedelai menjadi sekitar 1.200 bungkus tempe. Produknya dikenal memiliki rasa otentik karena dibuat tanpa pengawet, bahkan pernah melayani pesanan hingga Jakarta, Surabaya, sampai Hong Kong. Namun, pemasarannya masih dari mulut ke mulut, pembukuannya masih manual, dan lokasinya belum terdaftar di Google Maps.
Melihat kondisi tersebut, kelompok Attentive menyusun program pendampingan bertajuk “Bakti untuk Sejahtera”. Tim membantu pembuatan logo dan banner usaha, mendaftarkan lokasi toko di Google Maps, serta mengintegrasikan sistem pembayaran digital melalui ekosistem BCA. Dengan memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) BCA, myBCA, dan merchant BCA, pencatatan transaksi kini bisa dilakukan secara otomatis.
Dari sisi produk, kelompok Attentive juga melakukan riset dan uji coba pembuatan tempe marinasi serta susu kedelai sebagai varian baru yang menyasar segmen konsumen lebih luas. Keseluruhan program ini dijalankan dengan modal awal Rp615.000 dan ditargetkan untuk mampu meningkatkan pendapatan usaha sebesar 13,3 persen serta menjangkau 15 persen pelanggan baru.
“Kami berharap pendampingan ini bisa memberikan manfaat nyata bagi Pak Khoirun, supaya pengelolaan Tempe Sejahtera ke depannya lebih teratur dan mandiri,” ujar Satria Musthofa ‘Azmi, perwakilan tim mahasiswa.
Penulis: Satria Musthofa ’Azmi
Editor: Salsa Puspita



