Burjo VJ Tutup Sementara, Ketua BEM SV: Karena Kontrak Habis dan Pertimbangan PPKM

Unggahan akun Instagram @dafi.irons yang menyatakan Burjo VJ akan tutup sementara, Kamis (15/7). (Sumber: Instagram @dafi.irons)

Warta Utama – Terhitung tiga bulan setelah diadakan Grand Opening pada Minggu (10/4), kini Burjo Vokasi Juara (VJ)–salah satu usaha yang dikelola oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Vokasi (BEM SV)–harus rehat sementara. Alasannya, karena tanah tempat Burjo VJ beroperasi yang berlokasi di Jalan Banjarsari Selatan Nomor 10 itu telah habis masa kontraknya. Seperti dilansir dari unggahan instagram @dafi.irons, per 15 Juli tanah yang dikontrak dari penyewa kedua dan sebelumnya telah didirikan bangunan ini harus dikosongkan.

“Tanahnya akan dijual dengan harga 14 M. Waktu itu masa kontrak awal selama tiga bulan sudah habis. Lalu, kita mau memperpanjang tetapi cuma dapet kesempatan untuk  memperpanjang selama 1 bulan, yaitu sampai bulan Juli. Terakhir itu tanggal 15 kemarin,” jelas Muhammad Khadafi Rhamdani atau lebih akrab disapa Dafi, Ketua BEM SV saat diwawancarai awak Manunggal pada Jumat (16/7) melalui platform Ms. Teams.

Selepas masa kontrak habis Burjo VJ tidak langsung mencari lahan baru untuk membuka ulang usaha tersebut. Hal ini disebabkan adanya pertimbangan lain yang mengharuskan usaha dari bidang Ekotif BEM SV dihentikan sementara adalah adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang menjadikan pendapatan menurun drastis. Dafi mengaku, ia bersama anggotanya sangat ingin segera melanjutkan usaha yang ada. Akan tetapi, kondisi belum memungkinkan untuk melanjutkan langkah tersebut.

“Burjo VJ tidak gagal. Kami akan tetap buka tetapi di bulan yang belum kita tentukan karena kita tetap berpatokan pada situasi dan kondisi. Agar ketika nanti kita buka ya ideal aja waktunya. Temen-temen bisa makan di tempat lagi, (ngobrol-ngobrol, red) karena sekarang belum bisa,” ujarnya lebih lanjut.

Baru-baru ini para pengelola Burjo VJ yang beranggota bidang Ekotif BEM SV dan beberapa mahasiswa vokasi berencana untuk tetap berwirausaha hingga memberikan promo makanan tanpa membayar biaya ongkir. Akan tetapi, konsep tersebut masih terbilang sederhana karena belum ada pembahasan lebih lanjut.

“Mungkin kalau berjualan akan tetap kepikiran. Tapi pertimbangannya banyak, misalkan nanti mau masak dimana, jarak tempuh, itu kan belum kita analisis lagi. Ini nanti akan kita pikirkan lagi, mungkin nanti akan dibahas lebih lanjut,” jawab Rayyan, Ketua Bidang Ekonomi dan Kreatif (Ekotif) BEM SV pada awak Manunggal, Jumat (16/07).

Usaha yang sebelumnya disambut baik oleh pihak Dekanat SV dan berhasil mendapatkan dana ini rencananya akan segera melakukan diskusi langsung dengan pihak dekanat. Tetapi, Ketua BEM SV mengaku tidak tergesa-gesa menyampaikan hal ini kepada dekan mengingat masih banyak hal-hal lain yang lebih urgen untuk didiskusikan.

Lebih lanjut, usaha ini ke depannya tetap mempunyai konsep yang sama seperti sebelumnya, yaitu tempat parkir yang luas, tempat nyaman untuk mahasiswa mengadakan rapat, mengerjakan tugas, atau sekadar nongkrong saja.

 

Reporter: Diana Putri

Penulis: Diana Putri

Editor: Aslamatur Rizqiyah, Fidya Azahro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *