Viral Uang Pangkal Senilai 87 Miliar, Warek III Undip: Kami Tegaskan Itu Hoaks!

“Undip 87 M” sempat menjadi trending topic di media sosial Twitter pada Sabtu (22/8). (Foto : twitter.com/undipmenfess)

Warta Utama— Beredarnya berita hoaks dalam proses Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) masih menjadi fenomena yang cukup menggemparkan bagi sebagian warganet. Berita ini seringkali berkaitan dengan penipuan berupa permintaan pembayaran sebagai salah satu “jalan tikus” agar dapat diterima di universitas tertentu. Selama bulan Agustus, telah terhitung dua kabar hoaks yang beredar mengatasnamakan Universitas Diponegoro dan berhasil menjadi trending topic di Twitter.

Pada Selasa (11/8), warga Twitter digemparkan oleh beredarnya surat edaran rektor yang dikirimkan melalui WhatsApp. Dalam surat tersebut dinyatakan bahwa calon mahasiswa Universitas Diponegoro yang telah diterima melalui jalur SBMPTN, diharuskan membayar biaya kemitraan berjumlah 27 juta. Sontak unggahan tersebut menuai banyak kritikan dari warganet karena banyaknya keganjilan dan kekeliruan, baik dari segi struktur surat maupun tata penulisan yang digunakan.

Tidak hanya itu, warganet kembali heboh dengan munculnya pengumuman penerimaan mahasiswa jalur Ujian Mandiri (UM) Universitas Diponegoro. Bukan pengumuman kelolosan yang menyita perhatian, melainkan adanya tulisan yang mencantumkan bahwa calon mahasiswa yang bersangkutan diwajibkan membayar uang pangkal dengan nominal 87 miliar. Viralnya unggahan tersebut membuat pihak Undip turut mengonfirmasi ketidakbenaran berita yang beredar.

“Kami tegaskan bahwa berita tersebut hoaks, tidak benar,” ujar Warek Bidang Komunikasi dan Bisnis, Dwi Cahyo Utomo yang dikutip dari portal berita Republika.co.id, Sabtu (22/8).

Dwi memperingatkan bahwa Undip tidak mengenal adanya uang pangkal. Sementara seluruh biaya pendidikan dan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) yang ditetapkan Undip berpedoman pada ketentuan Permendikbud nomor 25 tahun 2000.  Beliau juga menjelaskan format kartu bukti kelulusan yang beredar di Twitter tidak sesuai dengan format resmi yang dikeluarkan oleh Undip.

“Format kartu bukti kelulusan yang ada di Twitter tidak sesuai dengan format resmi yang dilkeluarkan oleh Undip, sehingga berita perihal uang pangkal 87 miliar untuk jalur kemitraan, tidak benar,” terangnya dalam Kompas.com, Minggu (23/8).

Kasubag UPT Humas dan Media Undip, Utami Setyowati mengaku bahwa Undip merasa dirugikan atas adanya dugaan pencemaran nama baik universitas sehingga akan mengusut masalah yang telah beredar luas di masyarakat. Pihak Undip akan menempuh proses hukum setelah menumpulkan bukti-bukti terkait unggahan pemilik akun Twitter tersebut. “Intinya kami meluruskan informasi yang tidak benar,” tandasnya.

Penulis: Aslamatur Rizqiyah

Editor: Winda Nurghaida, Alfiansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *