Upaya Berliku di Balik Status PTN BH

(Infografis: Kiky/Manunggal)

Badan Usaha

Ditemui oleh Tim Tabloid di Rektorat Undip, Wakil Rektor II, Darsono mengatakan hingga tahun ini terdapat tiga badan usaha yang dikelola oleh Undip, diantaranya SPBU, Radio Pro Alma dan Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND).

Darsono menjelaskan, dalam penerapannya badan usaha terbagi atas dua jenis, yaitu badan usaha yang berorientasi pada profit motive dan pelayanan & pengembangan. Badan usaha jenis profit motive merupakan badan usaha yang pada penerapannya melakukan fungsi untuk menghimpun keuntungan, sedangkan badan usaha jenis pelayanan & pengembangan merupakan badan usaha yang berfokus pada pemberian fungsi layanan kepada masyarakat. SPBU Undip merupakan satu-satunya badan usaha di Undip yang berorientasi profit motive, dan laba bersih yang dihasilkan mencapai Rp300 juta/tahun.

“Memang SPBU ini didesain untuk memperoleh tambahan pendapatan Undip, dimana-mana juga pasti ke profit motive. Radio Pro Alma didesain fokus untuk komunikasi Undip, tetapi diharapkan juga ada pendapatan melalui sponsor. RSND itu fungsinya banyak, utamanya melayani sivitas akademika karena lokasinya dekat dan masyarakat umum, keterkaitan dengan BPJS serta menjadi pusat research.” ujar Darsono.

Walaupun badan usaha merupakan salah satu aspek penting dalam sektor pemasukan, namun dalam hal ini badan usaha di Undip masih terbilang belum memberikan keuntungan yang signifikan bagi Undip. Darsono menjelaskan, bahwa untuk periode yang akan datang Undip akan bekerja sama dengan Direktorat Bisnis & Komersial untuk membangun dan mengembangkan badan usaha yang bersifat profit motive. Hal tersebut, menurut Darsono ditinjau dari dua hal, yaitu dari pemanfaatan aset yang ada, dan kerjasama yang aplikatif teknologi.

Dalam kerjasama tersebut, terdapat empat badan usaha profit motive yang akan direalisasikan oleh Undip, yaitu AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) yang bekerja sama dengan BUMD Jawa Tengah, listrik tenaga surya, TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu), dan Rusunawa baru berbentuk hunian umum. Beberapa dari badan usaha tersebut masih dalam bentuk wacana, namun terdapat juga beberapa badan usaha yang sudah dalam proses pembangunan.

Gejolak UKT dan Pemberlakuan SPI

Selain badan usaha, masalah lain yang terjadi selama masa transisi Undip menjadi PTN BH adalah kenaikan UKT dan pemberlakuan SPI. Setelah melewati kemelut panjang mengenai kenaikan UKT  2016, Prof  Yos Johan Utama, Rektor Undip mengumumkan bahwa UKT 2016 tidak jadi naik dan dikembalikan pada besaran biaya UKT 2015. Sedangkan SPI masih tetap diberlakukan bagi mahasiswa baru jalur Ujian Mandiri (UM). Ditemui oleh Tim Tabloid pada Selasa (14/06) di Rektorat Undip, Prof Yos mengatakan bahwa pengembalian besaran UKT tersebut dikarenakan adanya imbauan dari Menristekdikti. ”Prof Nasir mengimbau kepada seluruh PTN untuk memperhatikan kesejahteraan mahasiswa kurang mampu,”  jelasnya. Oleh karena itu, saat ini ketentuan tersebut telah diterapkan kepada  mahasiswa baru 2016 dengan diterbitkannya Pengumuman No. 28/UN7.P/PENG/2016. Melalui pengumuman inilah rektor mengumumkan bahwa besaran BKT, UKT dan SPI mahasiswa baru 2016 sesuai dengan SK Rektor No. 627/UN7.P/2016.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *