Upacara PMB, Ini Pesan Prof. Yos Kepada Mahasiswa Baru

Rektor Undip, Prof. Yos Johan Utama memberikan sambutan pada upacara PMB, Senin (7/8) di Stadion Undip Tembalang (Dimas/Manunggal)

 

ManunggalCybernews—Upacara penerimaan mahasiswa baru tersebut dihadiri oleh lebih dari 11.360 mahasiswa dari berbagai jenjang, mulai dari program diploma hingga doktoral. Pada tahun akademik baru 2017/2018 ini Undip mengangkat tema National Social Responsibilty.

Dalam sambutannya pagi tadi, Senin (7/8), Rektor Undip Prof. Yos Johan Utama mengatakan, bahwa kampus Undip merupakan kampus rakyat. Dimana, seluruh mahasiswa menerima subsidi dari uang rakyat Indonesia melalui negara. Dikatakan pula, Undip menerima kurang lebih 20% kuota dari mahasiswa kurang mampu melalui program bidikmisi. “Undip merupakan kampus rakyat. Semua mahasiswa disubsidi dengan uang rakyat Indonesia melalui keuangan negara, jangan khianati kepercayaan mereka”.

Mengenai keberagaman yang berkaitan dengan tema, Undip terdiri atas mahasiswa baru yang berasal dari seluruh wilayah di Indonesia mulai dari Sabang hingga Merauke. “Berbagai suku dari Sabang sampai Merauke, meskipun beragam, di Undip tidak ada golongan suku-sukuan. Tidak ada Suku Jawa, Suku Batak, Suku Bugis. Undip adalah NKRI dan hanya ada satu, rakyat Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, rektor Undip juga mengimbau seluruh sivitas akademika untuk menghindari segala bentuk perpeloncoan maupun paham-paham radikalisme, kesukuan, dan ras yang menyimpang dari pancasila. Paham tersebut dapat diganti dan dikembangkan dengan paham kerja keras, paham kejujuran, paham tepat waktu, dan paham kasih sayang.

Dalam akhir sambutan Prof. Yos menyampaikan Undip akan tetap menghargai Bhineka Tunggal Ika serta menerapkan kampus religius. “Seluruh agama kita terima, agama nasrani juga kita terima, inilah bukti yang menjadi bagian dari upaya kita, bahwa undip adalah kampus religius”. Melindungi hak asasi manusia, menghindari tindak kriminal, mengamalkan pancasila serta mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan  Undang-Undang Dasar 1945 dan pancasila sebagai ideologi bangsa. (Mutya/Manunggal)