Upacara PMB Gunakan Tenda, WR I: Tak Ada Peningkatan Dana

Sebagian peserta Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) berdiri karena jumlah kursi yang disediakan tidak memadai, Senin (8/8) di Stadion Utama Undip (Norma/Manunggal)

Sebagian peserta Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) berdiri karena jumlah kursi yang disediakan tidak memadai, Senin (8/8) di Stadion Utama Undip (Norma/Manunggal)

Pelaksanaan Rapat Senat Terbuka Universitas Diponegoro dalam rangka upacara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun ajaran 2016/2017 pada Senin (8/8) di Stadion Utama Undip, Tembalang sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun ini, para peserta upacara disediakan kursi serta tenda selama upacara berlangsung.

Saat bertemu usai upacara, Prof Muhammad Zainuri, Wakil Rektor (WR) 1 mengungkapkan alasan penggunaan tenda dan kursi untuk mahasiswa baru (Maba).  Hal ini dikarenakan Undip memiliki slogan Mandiri, Mumpuni, dan Madani (3M). Dalam hal ini, madani memiliki arti mampu menciptakan peradaban dengan cara yang humanis.

“Kalau saya di sana duduk maka mereka di sana juga harus duduk. Kalau saya di sana diberikan konsumsi maka mereka juga harus mendapatkannya. Kalau saya diberi kemuliaan sebagai guru besar oleh Undip maka mereka juga punya peluang yang sama dengan saya,” ujar Prof Zainuri.

Sedangkan mengenai dana yang dialokasikan untuk kegiatan PMB tahun ini, Prof Zainuri menampik rumor PMB menghabiskan dana hingga Rp400 juta. Prof Zainuri mengatakan dana penyewaan kursi dan tenda berkisar antara Rp180 juta sampai Rp190 juta. Menurutnya, dalam hal ini tidak ada peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya.

“Tolong jangan dilihat dari jumlah dananya, tapi lihat bagaimana kami bisa melayani,” tegas Muhammad Zainuri. (Jazaak/Manunggal)