Undip Terapkan Kebijakan Student Loan

Para mahasiswa baru mengikuti serangkaian acara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun ajaran 2016/2017 dengan khidmat. Tahun ini PMB berbeda dengan tahun sebelumnya, yaitu penambahan tenda dan kursi untuk upacara, Senin (8/8).(Norma/Manunggal)

Para mahasiswa baru mengikuti serangkaian acara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun ajaran
2016/2017 dengan khidmat. Tahun ini PMB berbeda dengan tahun sebelumnya, yaitu penambahan tenda dan kursi untuk upacara, Senin (8/8). (Norma/Manunggal)

Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Diponegoro tahun akademik 2016/2017 diselenggarakan pada Senin (8/8) di Stadion Utama Undip Tembalang. Melalui pidatonya, rektor menegaskan bahwa Undip akan membantu mahasiswa kurang mampu dan mengusahakan melalui berbagai bantuan.

Lebih dari 20% mahasiswa mendapat golongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) 1 dan 2, selain itu Undip juga menerima mahasiswa penerima bi­dikmisi. “Undip peduli dengan golongan tidak mampu, bagi mahasiswa pemohon bidikmisi yang belum dikabulkan permohonannya namun memenuhi persyaratan, janganlah khawatir, Undip akan hadir menghampirimu dengan be­laian kasih sayang,” katanya dalam pidato upa­cara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Dite­mui usai acara tersebut, Prof Yos menjelaskan bahwa Undip menyediakan bantuan bagi maha­siswa kurang mampu yang tidak mendapatkan beasiswa bidikmisi. “Bagi mahasiswa tersebut ada afirmasi yang sangat bagus, seperti apa bentuknya yang penting mereka (mahasiswa kurang mampu, red) bisa sekolah,” tegasnya.

Menurut Wakil Rektor 1, Prof Zainuri, salah satu bentuk kepedulian Undip terhadap maha­siswa kurang mampu yaitu, terdapat bantuan pembayaran biaya UKT dan Sumbangan Pem­bangunan Institusi (SPI) melalui peminjaman uang dengan sistem Student Loan. “Hal itu su­dah dilaksanakan, ada mekanismenya yang akan keluar nanti,” ujarnya.

Akan tetapi, masih terdapat kendala dalam pelaksanaan bantuan tersebut. Menurut Staf Di­visi Advokasi Kesejahteraan Mahasiswa BEM Undip, Friska Dwi Aprilia, mahasiswa baru ke­sulitan mendapat informasi yang jelas mengenai bantuan tersebut. Selain itu, jangka waktu yang pendek antara waktu  pengumuman penerimaan mahasiswa dengan waktu pembayaran UKT dan SPI juga . “Memang sempat call center Undip itu enggak bisa dihubungin, apalagi pada saat penerimaan UM (gelombang, red) dua, seha­rusnya ada satu pintu informasi dari rektorat, karena kewalahan juga mereka (Kesma BEM Undip,  red)  harus  menghadapi  banyak  perta­nyaan,” ungkapnya.

Penurunan Jumlah Mahasiswa Baru

Jumlah mahasiswa baru Universitas Diponegoro tahun akademik 2016/2017 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada   tahun   akademik   2015/2016,   tercatat Undip menerima 10.230 mahasiswa, sementara tahun ini hanya 9.897 mahasiswa baru.

Rektor Undip, Prof  Yos Johan Utama me­nuturkan salah satu penyebab terjadinya penu­runan jumlah mahasiswa baru dikarenakan ada­nya penyesuaian dengan jumlah tenaga penga­jar “Supaya angka perbandingannya itu bagus, karena kalau enggak nanti akreditasinya turun,” ujarnya.

Jumlah mahasiswa baru yang diterima Undip terdiri dari 167 mahasiswa program doktor, 1.124 mahasiswa program magister, 90 mahasiswa program spesialis, 18 mahasiswa program profesi, 6.776 mahasiswa program sarjana dan 1.722 mahasiswa program diploma. Sementara itu, terdapat 1.737 dosen serta didu­kung oleh 2.076 tenaga kependidikan. Jumlah tersebut dirasa sudah sesuai dengan kebutuhan akademik menurut rektor Undip.  (Mei, Devy, Ulfa, Aryo/Manunggal)

Versi cetak artikel ini terbit di newsletter Joglo Pos Xpress Edisi I / TAHUN XVI /9 Agustus 2016 di halaman 1 dengan judul “Undip Terapkan Kebijakan Student Loan”.