Undip Rayakan Dies dengan Nanggap Wayang

Dalang memainkan wayang dalam pergelaran wayang kulit di Fakultas Hukum, Senin (13/10). (Nina/Manunggal)

Dalang memainkan wayang dalam pergelaran wayang kulit di Fakultas Hukum, Senin (13/10). (Nina/Manunggal)

ManunggalCybernews – Ikatan Alumni Undip (IKA Undip) menyelenggarakan pergelaran wayang kulit sebagai salah satu rangkaian Dies Natalis Universitas Diponegoro ke-58 di halaman Gedung Fakultas Hukum, Senin (12/10). Pergelaran ini menghadirkan sinden asal Jepang, Hiromi Kano dan sinden asal Amerika Serikat, Megan Colline.

Sekretaris Jenderal IKA Undip Muqowam mengatakan, pergelaran wayang dipilih untuk mengisi rangkaian acara Dies Natalis Undip ke-58 sebagai upaya untuk mempersiapkan Undip memasuki gerbang Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Kenapa wayang? Wayang itu bayangan. Bayangan kehidupan. Berhubung 1 Januari 2016 sudah memasuki Masyarakat Ekonomi Asean, Undip yang sudah berumur 58 tahun dan juga sudah berbadan hukum ini harus bisa menghadapi MEA,” ujar Muqowam.

Pergelaran wayang kulit tersebut mengangkat lakon Wisanggeni Lahir yang menceritakan sosok anak bernama Wisanggeni yang diperlakukan tidak adil oleh para dewa dan dibuang ke Kawah Candra. Ketika Wisanggeni keluar dari kawah tersebut, ia menjadi sakti dan membuktikan kepada para dewa bahwa dirinya tidak pantas dipandang sebelah mata. (Adi/Manunggal)