Undip Perlu Tingkatkan Sistem Keamanan Kampus

Satpam Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ikut terlibat dalam pengamanan kendaraan bermotor mahasiswa dengan menggunakan kartu parkir saat keluar-masuk area kampus, Senin (12/10) di parkiran FISIP Undip. (Nina/Manunggal)

Satpam Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) ikut terlibat dalam pengamanan kendaraan bermotor mahasiswa dengan menggunakan kartu parkir saat keluar-masuk area kampus, Senin (12/10) di parkiran FISIP Undip. (Nina/Manunggal)

Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah kampus Undip, Tembalang kian merebak, meski petugas keamanan telah dikerahkan di tiap-tiap fakultas. Sinergisitas antara pihak kampus, mahasiswa, dan petugas keamanan dinilai perlu ditingkatkan.

Salah satu mahasiswa Jurusan Sistem Komputer 2013 yang menjadi korban curanmor, Feliks Novianus Harsono mengatakan, peristiwa curanmor terjadi karena kurangnya satpam yang berjaga pada masing-masing tempat di Undip. Faktor lingkungan Undip yang cukup luas, menurutnya, membuat tempat parkir di Undip kekurangan sumber daya manusia (SDM). “Waktu itu motor aku dicuri di Gedung Kuliah Bersama (GKB) saat dipinjam teman. Kondisinya memang sangat sepi dan hanya ada satu motor yang terparkir. Baru ditinggal dua menit, pas balik sudah enggak ada. Soalnya hari Sabtu kan enggak ada yang jaga, dan di sana satpam yang jaga hanya satu orang,” kata Feliks. Menurut Ketua Senat Fakultas Teknik (FT), Pajar Saputra, kasus curanmor cenderung mengalami penurunan dari tahun sebelumnya. Lebih lanjut dia mengatakan dari keseluruhan mahasiswa yang pernah mengalami curanmor, pihaknya hanya menerima data enam mahasiswa yang melapor. Secara terpisah, Pembantu Dekan (PD) II FT Sulardjaka menjelaskan, pihak fakultas di Undip memiliki tanggung jawab dalam penanganan sistem keamanan di fakultas. Namun, kata dia, hal ini tidak serta merta membuat keseluruhan tanggung jawab dilimpahkan ke pihak fakultas, melainkan mahasiswa juga memiliki andil dalam mengawasi kendaraan pribadi mereka. Menurutnya, banyak dari mereka yang tidak menghiraukan peraturan di dalam sistem parkir. Sulardjaka menambahkan, saat ini, pihak FT fokus untuk menerapkan sistem parkir berbasis satu arah. Hal ini, menurutnya, cukup efektif dalam mengelola sistem parkir dan mengawasi keluar masuknya kendaraan bermotor. “SOP (Standart Operating Procedures) insya Allah baru akan diberlakukan untuk tahun 2016 nanti,” kata Sulardjaka.

Pages 1 2