Undip Menang Kasasi, GKU FT Dibangun Kembali

Lima tahun terbengkalai, gedung Dekanat Teknik kembali dibangun, Senin (14/09) di Undip, Tembalang. (Nina/Manunggal)

Lima tahun terbengkalai, gedung Dekanat Teknik kembali dibangun, Senin (14/09) di Undip, Tembalang. (Nina/Manunggal)

Pembangunan Gedung Kuliah Umum (GKU) Fakultas Teknik (FT) lima lantai yang berlokasi di depan Widya Puraya Undip kembali dilanjutkan. Gedung tersebut pada awalnya dibangun oleh pihak ketiga pemenang lelang, yaitu PT Teduh Karya sebagai Penyedia Jasa. Namun, pembangunan GKU FT yang ditargetkan selesai pada Desember 2010 justru terhenti di tengah jalan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Fakultas Teknik Rudi Yuniarto Adi mengatakan, terhentinya pembangunan GKU FT pada Januari 2011 dikarenakan terjadi pemutusan kontrak dengan penyedia jasa. Hal ini disebabkan, tenggat waktu yang diberikan FT kepada penyedia jasa yakni PT Teduh Karya telah berakhir, namun proyek pembangunan baru selesai sekitar 35-45%.

Penyedia jasa dinilai tidak tepat dalam melaksanakan kewajiban atau tidak sesuai dengan apa yang seharusnya (wanprestasi). Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, pemutusan kontrak dapat terjadi karena beberapa kondisi, dan hal ini seperti tercantum dalam Pasal 93 Perpres Nomor 54 Tahun 2010.

Tidak hanya itu, terhentinya pembangunan GKU FT memakan waktu yang cukup lama. Hal ini diakibatkan gugatan wanprestasi yang dilayangkan pihak penyedia jasa kepada Undip. Penyedia jasa menggugat Undip wanprestasi karena Undip dianggap tidak membayar kontrak sesuai yang telah disepakati.

Menyikapi gugatan tersebut, FT menunjuk tim hukum yang beranggotakan Prof Benny Riyanto, Sularto, dan Marjo. Tim hukum ini kemudian membawa bukti dokumen terkait ke Pengadilan Negeri tingkat pertama untuk membuktikan ketidakbersalahan Undip.

“Penyedia jasa (kontraktor) tidak bisa melaksanakan isi dari kontrak secara konsekuen, maka Undip memutuskan kontrak. Di tingkat pertama, kami (Undip) kalah. Kami membawa bukti yang kuat namun diabaikan oleh pengadilan. Maka, kami mengajukan banding,” kata Prof Benny.

Pages 1 2