Enam Tuntutan Aliansi Mahasiswa Undip Menanggapi SK Rektor No. 450

Pergantian moderator mewarnai konsolidasi akbar akibat kurang kondusifnya massa, Rabu (11/5) di Student Center. (Astrid/Manunggal)

Pergantian moderator mewarnai konsolidasi akbar akibat kurang kondusifnya massa, Rabu (11/5) di Student Center. (Astrid/Manunggal)

 

ManunggalCybernews—Konsolidasi akbar terkait isu UKT dan SPI yang terselenggara selama sepuluh jam di Student Center, Rabu (11/5) berlangsung alot. Hal ini disebabkan perbedaan pandangan saat merumuskan tuntutan serta penetapan koordinator aksi. Salah satu penyebab sepinya pencalonan koordinator aksi adalah tidak terdapatnya jaminan.

Menurut Staf Ahli Advokasi Publik BEM Undip Samuel B. Rajagukguk, idealnya koordinator aksi merupakan individu yang telah selesai urusan domestiknya. Sehingga setelah melakukan aksi, individu tersebut tidak merasakan penekanan dari pihak-pihak tertentu. Hingga berita ini diturunkan, koordinator aksi ditetapkan berada di bawah naungan BEM Undip.

Berikut enam tuntutan Aliansi Mahasiswa Undip (AMU) kepada rektorat, menanggapi ditetapkannya SK Rektor No. 405 Tahun 2016:

  1. Mahasiswa baru jalur masuk Ujian Mandiri (UM) tidak langsung dikenakan golongan tujuh
  2. Menolak dengan tegas pemberlakuan SPI baik untuk S1 maupun DIII
  3. Terbukanya mekanisme banding UKT untuk semua jalur masuk
  4. Apabila terdapat mahasiswa yang ditengah perkuliahan tidak mampu membayar biaya kuliah, maka Undip wajib memberikan beasiswa atau mengakomodasi bantuan.
  5. Pembentukan tim Pokja di setiap fakultas untuk penggolongan UKT secara transparan sebagai bentuk keterlibatan mahasiswa secara umum
  6. Peningkatan mutu pendidikan Undip.

(Astrid, Jazaak/Manunggal)