TPS Pemira Dibuka di FEB

Dua mahasiswa sedang menggunakan hak suaranya dalam Pemilihan Raya Universitas Diponegoro di TPS yang berlokasi di halaman Masjid At-Taqwa Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Kamis (4/12). (Selli/Manunggal)


ManunggalCybernews – Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) kembali menolak untuk memfasilitasi pengadaan Tempat Pemungutan Suara Pemilihan Raya Universitas Diponegoro (TPS Pemira Undip). Ketua Senat Mahasiswa FEB, Pepin Nur Dhiansyah menuturkan, penolakan Senat Mahasiswa FEB tersebut dilatarbelakangi kejanggalan yang terjadi terkait dengan pembentukan KPR tahun ini.

Pepin mengatakan, dalam rapat seluruh pimpinan Senat Mahasiswa Fakultas di Undip, Senat Mahasiswa FEB mempertanyakan pembentukan anggota KPR yang terjadi sebelum TAP Senat Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (SM KM) Undip mengenai pemira dikeluarkan. Namun, sampai sekarang belum ada konfirmasi dari SM KM mengenai hal tersebut.

“Ketua, Sekretaris, dan Bendahara KPR sudah terbentuk pada bulan Agustus. Sedangkan aturan mengenai pemira, yang di dalamnya juga mengatur teknis pembentukan anggota KPR, baru ada pada bulan September,” ujar Pepin.

Meski Senat Mahasiswa FEB kembali menolak untuk memfasilitasi pengadaan TPS, ada perbedaan yang terjadi pada pemira tahun ini. TPS yang tidak dibuka di dalam lingkungan kampus FEB selama beberapa tahun, kini dibuka.

Humas Komite Pemilihan Raya (KPR) Undip sekaligus Penanggungjawab TPS Pemira di FEB,A kbar Sih Pambudhi mengatakan, Senat Mahasiswa FEB tidak bersedia berkoordinasi mengenai pengadaan TPS di FEB. Namun, KPR tetap menyediakan TPS untuk mahasiswa FEB yang berlokasi di halaman Masjid At-Taqwa.

“Sebelumnya, kami telah ke BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa, red) FEB dan mereka memberi rekomendasi untuk langsung meminta izin pembukaan TPS ke PD (Pembantu Dekan, red) III dan diperbolehkan,” ujar Akbar.

Hal tersebut dibenarkan Pepin. Dia menerangkan, Senat Mahasiswa FEB tidak memberi izin pengadaan TPS karena pihak KPR langsung mengurus perizinan ke PD III tanpa melalui Senat Mahasiswa FEB. Namun, pihaknya membiarkan hal tersebut selama proses pemungutan suara pemira tidak mengganggu jalannya pemungutan suara pemilihan raya FEB yang juga sedang berlangsung. (Selli/Manunggal)