Tolak Pemira, FIB Pasang MMT

MMT berisi penolakan pemira di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) yang dipasang di depan tempat parkir FIB, Kamis (4/12). (Nina/Manunggal)


ManunggalCybernews – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) menolak segala bentuk kegiatan pemilihan raya (pemira). Hal tersebut berdasarkan atas keputusan Kongres Mahasiswa FIB yang merupakan keputusan tertinggi dari seluruh lembaga kemahasiswaan FIB.

Menurut penuturan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM FIB), Dinar Fitra, pemberitahuan mengenai penolakan tersebut telah disampaikan melalui surat kepada pihak Komite Pemilihan Raya (KPR). Surat tersebut diserahkan Wakil Ketua BEM FIB, Hamam, pada 28 November lalu.

Selain melalui surat, FIB juga memasang MMT berisi penolakan penyelenggaraan pemira di FIB. MMT tersebut ditempatkan di depan tempat parkir FIB. Dinar mengatakan, MMT tersebut merupakan bentuk publikasi dari seruan mahasiswa FIB terhadap pemira.

“MMT ini termasuk seruan kami atas penolakan pemira. Jika melalui surat saja, hanya pihak kami yang membuat surat, KPR, dan Tuhan yang tahu,” ujarnya.

Dinar berharap, mahasiswa baru FIB percaya pada keputusan tersebut sebagai bentuk pembelajaran agar mahasiswa FIB tidak terbiasa hanya menerima hasil secara praktis. Selain itu, dia juga berharap, mahasiswa FIB lebih tahu mengenai kondisi fakultas dan universitas.

Salah satu mahasiswa FIB, Sudarsono, menyayangkan sikap FIB yang memasang MMT berisi penolakan tersebut.

“Hal ini sebenarnya terlalu miris, disitu kan ditulis eksekutif aklamasi, senat dikebiri, peraturan dijilat kembali. Harusnya hal tersebut bisa diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan,” katanya.

Meski mengaku kecewa terhadap keputusan Kongres Mahasiswa FIB yang menolak segala bentuk kegiatan pemira di FIB, Sudarsono mengatakan tidak berniat untuk melakukan protes. Hal ini, kata dia, dikarenakan kesalahan dia sendiri yang tidak mengikuti kongres tersebut sehingga dia tidak dapat menyampaikan pendapatnya. (Anis, Nina/Manunggal)