Tolak Kenaikan UKT, Mahasiswa FK Minta Adanya Transparansi

Mahasiswa FK berdiskusi mengenai kenaikan UKT dan penetapan SPI di lantai 2 Gedung B FK Undip, Tembalang, Selasa (29/3). (Fajrin/Manunggal)

Mahasiswa FK berdiskusi mengenai kenaikan UKT dan penetapan SPI di lantai 2 Gedung B FK Undip, Tembalang, Selasa (29/3). (Fajrin/Manunggal)

 

ManunggalCybernews–Mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) menolak kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan pengadaan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI). Penentuan sikap mahasiswa selanjutnya akan dilakukan setelah adanya transparansi dari pihak dekanat terkait UKT dan SPI tersebut. Kesepakatan tersebut disampaikan dalam diskusi yang diadakan oleh Bidang Kebijakan Publik BEM FK di lantai 2 Gedung B FK Undip, Selasa (29/3).

“Karena SPI ada di peraturan Kementrian Riset dan Teknologi (Kemenristek), nantinya kami (BEM FK) akan berusaha membuat jumlah nominal SPI seminimal mungkin dengan cara meminta transparasi dari pihak dekanat,” kata Rizki Rudwi Pradipta, Ketua BEM FK Undip.

Mahasiswa menganggap kenaikan UKT di FK cukup tinggi dibanding fakultas-fakultas lain. Bedasarkan surat yang diedarkan oleh LP2MP, kenaikan UKT di Jurusan Keperawatan mencapai 100%, yakni dari 7,5 juta menjadi 15 juta. Sementara itu, Jurusan Pendidikan Dokter menempati urutan pertama mengenai jumlah nominal SPI paling tinggi, yaitu sebesar 250 juta.

Surya Pratama Briliantika, perwakilan mahasiswa Jurusan Pendidikan Dokter mengungkapkan, sampai saat ini mahasiswa masih belum mengetahui apa yang mendasari penentuan SPI hingga sebesar 250 juta.

“Kami menuntut alokasi SPI itu untuk apa saja, dan atas dasar apa penentuannya. Apabila uang 250 juta tersebut memang terdapat rincian dana untuk pengembangan institusi, kami mau tidak mau harus siap. Jangan sampai dengan pemberlakuan status PTN BH ini, Undip akan semena-mena menetapkan SPI sebesar-besarnya hingga kualitas pendidikan kita diduakan. Jangan sampai pemasukan dari kenaikan UKT serta SPI ini tidak dibarengi dengan peningkatan output-nya,” ujar Surya. (Jazaak/Manunggal)