Tolak Aturan SA, Mahasiswa Tanda Tangani Petisi

Mahasiswa berdiskusi dalam kajian umum yang diadakan BEM Undip Bidang Harkam, mengenai MWA di pelataran Student Centre, Senin (23/11). (Ayu/Manunggal)

Mahasiswa berdiskusi dalam kajian umum yang diadakan BEM Undip Bidang Harkam, mengenai MWA di pelataran Student Centre, Senin (23/11). (Ayu/Manunggal)

ManunggalCybernews—Mahasiswa menyatakan ketidaksetujuannya apabila Majelis Wali Amanat (MWA) perwakilan mahasiswa diisi oleh Ketua BEM Undip. Pernyataan ini dituangkan dalam petisi yang menjadi hasil keputusan dalam Kajian Umum Sikap Mahasiswa terhadap MWA Perwakilan Mahasiswa di pelataran Student Centre, Senin (23/10).

Selain menandatangi ketidaksetujuan mengenai hal tersebut, mahasiswa juga menuntut agar peraturan Senat Akademik (SA) dan sistem pemilihan MWA perwakilan mahasiswa dibuat berdasarkan hasil musyawarah mahasiswa. Apabila tuntutan tersebut tidak terpenuhi, maka mahasiwa menolak mengajukan nama perwakilan mahasiswa dalam MWA.

Kajian umum ini merupakan kegiatan yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip Bidang Harmonisasi Kampus (Harkam). Selain diisi oleh Ketua dan Wakil Ketua BEM Undip, kajian ini juga dihadiri oleh Senat Mahasiswa (SM) serta perwakilan mahasiswa pascasarjana, Amin Suryanto.

Dalam acara ini, setiap mahasiswa yang hadir diperkenankan untuk menyuarakan pendapat dan bertanya jawab mengenai Peraturan Senat SA No. 001/SA-Undip/HK/2015 tentang MWA perwakilan mahasiswa.

“Kita ingin melakukan mencerdaskan umum mengenai MWA, tadi banyak yang tanya-tanya juga. Selain itu, ini juga merupakan pernyataan sikap secara riildari BEM Undip. Jadi, bukan hanya pertanyaan lewat tulisan,” kata Andi Oktariansyah, Ketua Bidang Harkam BEM Undip.

Petisi ini selanjutnya akan diangkat dalam rapat dengar pendapat bersama SA, Kamis (26/11). Terkait ketua-ketua lembaga yang belum hadir, Andi mengatakan bahwa para perwakilan lembaga tersebut masih dapat menandatangi petisi sebelum diajukan ke SA.

Lebih lanjut, Andi mengungkapkan bahwa jika tidak ada tindak lanjut dari SA mengenai petisi ini, akan dilakukan propaganda. Bentuk propaganda dapat berupa penyebaran isu yang lebih mengguncang, sehingga rektorat berkenan memikirkan masalah ini kembali. Jika tetap tidak ada perubahan dalam aturan ini, maka BEM akan menjalankan petisi tersebut, yaitu menolak mengajukan nama MWA perwakilan mahasiswa. (Ayu/Manunggal)