Tingkatkan Nasionalisme, Undip Menggelar Tari Kolosal di Hari Kemerdekaan

Tari kolosal pada peringatan HUT ke-74 RI pada Sabtu (17/8), bertempat di halaman Rektorat Widya Puraya Undip, Tembalang.(Dok. Istimewa)

ManunggalCybernews- Undip melangsungkan upacara peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke -74 pada Sabtu (17/8). Upacara ini bertempat di halaman Widya Puraya Undip dan berlangsung sejak pukul 07.00 sampai 10.00 WIB.  Acara ini diikuti oleh segenap civitas akademika Undip, yakni rektor Undip Prof. Yos Johan Utama beserta jajarannya dan dihadiri oleh para pimpinan fakultas serta dosen dan mahasiswa.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini terdapat pertunjukkan yang diprakarsai oleh Tim Antiradikalisme Undip (TIMARU). Pertunjukkan itu merupakan tarian kolosal yang diperankan oleh dosen-dosen di setiap fakultas, UKM Kesenian Jawa, dan para hadirin yang ditarik secara acak oleh pemeran-pemeran tersebut.“Itu ide dari TIMARU, keseluruhan idenya dari TIMARU, lalu Bu Renni yang kita pasrahi untuk yang mendesain, menghubungi, mengumpulkan jenis tariannya,” tutur Muhammad Adnan selaku ketua TIMARU.

Tarian Kolosal ini diiringi oleh musik gamelan Ki Narto Sabdo berupa lagu Holobis Kuntul Baris. Tarian yang diiringi oleh lagu ini dinamakan tarian merdeka karena semua pemerannya mengucapkan kata merdeka berkali-kali. Menurut Renni, selaku orang yang ditunjuk untuk mengonsepkan tarian kolosal ini, tarian merdeka memiliki makna agar dapat mempersatukan Undip dan supaya masyarakat Undip memiliki pola pikir yang lebih luas lewat media budaya.

Tarian yang kedua yaitu tarian Wira Pertiwi. Tarian ini menampilkan seseorang yang melakukan gerakan memanah. Tarian ini memiliki makna mengenai kesiapan rakyat untuk memperjuangkan bangsa Indonesia. Tarian ini melibatkan dewan profesor serta calon guru besar Undip. Tarian penutup yaitu berupa tarian dari beberapa daerah di Indonesia, yakni Kalimantan, Sumatra, dan Papua. Tarian dari beberapa daerah tersebut merupakan salah satu cara untuk dapat mempersatukan Indonesia. “Ya tarian yang tadi dari ketiga daerah itu tujuannya untuk meningkatkan nasionalisne melalui media budaya karena zaman sekarang apa-apa ingin nyerang pemerintah,” ujar Renni Yuniati. (Azza/Manunggal)