• Home »
  • BERITA UTAMA »
  • Tim PKM-PE Undip Kembangkan Sel Surya DSSC Berbasis C-Dots sebagai Energi Ramah Lingkungan

Tim PKM-PE Undip Kembangkan Sel Surya DSSC Berbasis C-Dots sebagai Energi Ramah Lingkungan

(Dok. Istimewa)

(Dok. Istimewa)

ManunggalCybernews—Melihat betapa pesatnya pertumbuhan penduduk dunia saat ini wajar apabila sumber energi dituntut tidak hanya mampu memenuhi hajat hidup semua orang, namun juga efisien dan tidak mencemari lingkungan. Kondisi yang ada sekarang adalah manusia masih bergantung kepada sumber energi primer seperti minyak bumi dan gas alam yang jumlahnya terbatas, mahal, serta menimbulkan efek buruk bagi lingkungan. Berangkat dari tersebut, lima mahasiswa tim Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE) dari Falkultas Sains dan Matematika (FSM) berusaha menciptakan energi baru yang ramah lingkungan dari Sel Surya Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) berbasis partikel Carbon Quantum Dots (C-Dots).

Menurut ketua PKM-PE, Ilham Alkian, sel surya yang terdapat di pasaran selama ini merupakan sel surya berbasis silikon yang harganya mahal, tidak ramah lingkungan, dan hanya bisa difabrikasi pada skala industri. “Setelah itu muncul sel surya generasi baru yang disebut DSSC atau Dye-Sensitized Solar Cell yang lebih mudah difabrikasi, simpel, dan bersifat organik. Namun sayangnya, DSSC masih menggunakan rutenium dalam proses fotosensitizernya. Padahal rutenium adalah bahan yang mahal dan susah didapat,” ujar Ilham Alkian, Ketua Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian Eksakta (PKM-PE).

Ilham menjelaskan, terdapat proses kerja dengan dua optimasi yang dilakukan oleh tim PKM ini, pertama mereka menciptakan pigmen atau sensitized dari C-Dot. “Pada proses ini terdapat 3 pengujian dengan perlakuan waktu yang berbeda selama 15 menit, 30 menit, dan 45 menit. Kemudian dari ketiga sampel dipilih yang terbaik mealalui sifat optis yang dihasilkan yaitu C-dots perlakuan 15 menit,” jelas Ilham.

Menariknya dalam penciptaan C-Dots tersebut, tim PKM ini menggunakan microwave yang merupakan peralatan dapur sederhana untuk menciptakan partikel berbasis nano. “Setelah partikel C-dots terbentuk langkah selanjutnya melakukan fabrikasi atau menciptakan sel surya,” lanjut Ilham. Butuh lima bulan penelitian bagi Ilham dan timnya untuk bisa mengaplikasikan C-Dots dalam pembuatan sel surya DSSC.

Inovasi ini, lanjut Ilham, merupakan sebuah terobosan baru karena timnya berhasil menggantikan rutenium dan silikon, meskipun masih dalam efisiensi yang rendah. “Saya optimis apabila penelitian ini terus berkembang maka tidak menutup kemungkinan energi yang dihasilkan akan dapat menggantikan energi primer yang sudah ada seperti minyak bumi, gas alam, dan seterusnya. Masing-masing rumah akan punya potensi mendirikan sel surya DSSC di atap-atap rumahnya dan langsung bisa mengalirkan listrik untuk kehidupan sehari-hari,” ujar Ilham. (Yana/Manunggal)