TIM PKM-M Undip Latih Pembuatan String Art di Desa Mluweh

(Dok. Istimewa)

Empat Mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat (PKM-M) memberikan pelatihan pembuatan kerajinan dari benang atau string art kepada masyarakat di Desa Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang sejak 30/4 hingga 24/5/2017. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari ibu rumah tangga dan remaja putri di Desa Mluweh.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan produktivitas masyarakat Mluweh serta mendapatkan penghasilan tambahan bagi ibu rumah tangga maupun remaja putri yang tergabung dalam pelatihan,” ujar ketua PKM-M, Isnaeni Nurrahmawati. Dalam pelatihan ini, Isnaeni, mahasiswi jurusan matematika 2015 dibantu 3 rekannya yaitu Anindya Prameswari, Bardiatul Azkia, dan Laita Rizka Maaris.

Warga Desa Mluweh yang sebelumnya tidak tahu kerajinan benang (string art), kini telah terampil membuat string art yang memiliki nilai jual tinggi. Wujudnya berupa tokoh kartun, abstrak, dan bentuk-bentuk geometris. Harga dari aneka kerajinan dari benang itu pun bermacam-macam, berkisar Rp 60 ribu sampai Rp 200 ribu. “Sejauh ini, kami ikut membantu memasarkan kerajinan online melalui media sosial seperti line dan instagram. Kami optimis, ke depan pemasaran kerajinan dari benang ini porspektif,” tambah Anindya.

Diakui, masyarakat Desa Mluweh sangat antusias mengikuti pelatihan pembuatan string art ini. Mereka berlomba-lomba membuat kerajinan serajin mungkin, bahkan beberapa di antara mereka membuat inovasi sendiri dari desain yang dibuat. Untuk menghindari kejenuhan peserta, di sela-sela latihan diputar lagu pop terkini atau bahkan lagu nostalgia yang disukai ibu rumah tangga. “Pokoknya suasana kami buat santai dan menyenangkan. Kemudian kami berikan doorprize bagi peserta yang mampu menghasilkan karya dengan rapih dan menarik,” ujar Isnaeni.

Salah seorang peserta, Mega mengaku senang mengikuti pelatihan ini. “Saya merasa senang dalam pelatihan ini, karena sebelumnya saya tidak tahu apa itu string art. Pelatihan ini juga menambah wawasan dan kreativitas saya. Saya berharap lain kali ada lagi pelatihan seerti ini,” ujarnya.

Di sisi lain, tim PKMM pelatihan string art ini juga berharap, setelah mampu memproduksi aneka bentuk dari string art, peserta juga bisa memasarkan sendiri hasil kerajinannya secara online maupun offline, sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat. Selain itu, tim PKMM pelatihan string art ini akan terus memonitor kiprah para peserta pelatihan sampai bisa mandiri. “Kami berharap, kelak Desa Mluweh bisa menjadi desa string art, sehingga bisa menjadi contoh desa-desa di sekitarnya”, ujar Isnaeni.

Anindya Prameswari

Mahasiswa Jurusan Matematika 2016

Fakultas Sains dan Matematika